
Amanat.id- Kandidat Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo pada Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) 2025 hanya terdapat calon tunggal, Selasa (23/12/2025).
As’ad Hasanudin Afandi dari Program Studi (Prodi) Aqidah Filsafat Islam menyalonkan diri sebagai calon ketua dan Yusuf Aditya Pratama dari Prodi Perbankan Syariah sebagai calon wakil ketua.
Ketua Partai Pembaharuan Mahasiswa (PPM), Muhammad Mawahib Ahyauddin mengatakan bahwa partainya dengan Partai Mahasiswa Demokrat (PMD) sepakat untuk berkoalisi dan memberikan kesempatan partai lain untuk mengajukan calon DEMA UIN Walisongo.
“Memang partai PPM bersama partai PMD sudah sepakat bahwa hanya mencalonkan satu dan memberikan kesempatan bagi partai yang lain untuk mencalonkan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kegagalan partai lain untuk mengusung calon berada di luar kendali maupun prediksi partainya.
“Tapi ternyata memang dari partai-partai yang lain tidak ada calon, dan itu memang di luar dari kendali dan atas dasar ketidaktahuan kami,” ucapnya.
Ketua partai PMD, Adam Rizky memaparkan bahwa fenomena kotak kosong calon DEMA UIN Walisongo pada Pemilwa 2025 pertama kali terjadi dalam empat tahun terakhir.
“Ini peristiwa kotak kosong yang pertama dalam empat tahun terakhir. Sebelumnya kita selalu punya lawan,” tuturnya.
Ia mengaku tidak mengetahui alasan hanya ada satu calon, padahal seluruh partai sudah diluluskan saat tahap pendaftaran.
“Saya kurang tahu ketika partai lain tidak mendaftarkan calon, padahal kemarin itu seluruh partai diloloskan,” ujarnya.
Adam menyayangkan keberadaan satu calon pada Pemilwa 2025 yang seharusnya bisa menjadi pesta demokrasi yang meriah dan seru.
“Sebenernya kami sangat menyayangkan juga cuma ada satu calon, karena saya kira setiap orang pasti punya harapan bahwa pesta demokrasi di UIN Walisongo itu harus berjalan meriah dan seru seperti kampus-kampus lain,” tuturnya.
Adam menjelaskan minimnya partisipasi di lingkup UIN Walisongo patut dijadikan bahan evaluasi ke depan bagi ketua DEMA UIN Walisongo yang menjabat.
“Menurut saya hal ini juga menjadi PR dan evaluasi ke depan untuk calon ketua DEMA-U terkait minimnya partisipasi politik terutama bagi mahasiswa UIN Walisongo. Ke depan harus dikembalikan lagi ghirohnya untuk iklim-iklim demokrasi seperti saat ini,” katanya.
Reporter: Ade Rizqi
Editor: Irbah Fatin



