
Amanat.id- Beberapa mahasiswa mengaku terganggu mobilitasnya akibat proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Gedung Pendidikan Profesi Terpadu Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo semarang, Kamis (30/10/2025).
Beberapa mahasiswa tersebut sempat mengalami gangguan pernafasan akibat debu dan terpeleset hingga terjatuh dari motor karena jalanan yang kotor serta licin.
Salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Muhammad Hasan mengaku jatuh dari motor akibat pembangunan proyek tersebut yang menyebabkan jalan kotor dan licin karena terkena hujan.
“Hari kamis atau rabu saat sore setelah hujan, di depan planetarium saya jatuh saat dari motor karena jalan yang licin,” tuturnya.
Menurutnya dampak dari pembangunan proyek seperti pasir dan tanah yang berjatuhan membuat jalanan terganggu hingga di sekitar Ngaliyan.
”Pasir dan tanah yang berjatuhan membuat jalan tidak enak dipandang juga licin. Tidak hanya di UIN, tapi juga Ngaliyan,” ucapnya.
Mahasiswa lainnya, Muhimmatus Saniyyah juga menceritakan pengalamannya saat jatuh dari motor akibat jalanan licin saat hendak menuju Gedung ISDB Soshum.
“Saya sudah berhati-hati, tapi musibah kan ngga ada yang tahu. Saya jatuh akibat jalan licin berlumpur membuat motor saya rusak dan kaki saya terluka saat hendak menuju ISDB Soshum,” ungkapnya.
Menurutnya proyek yang sedang berlangsung sangat mengganggu kegiatan akademik mahasiswa.
“Selain bikin jalan jadi kotor dan licin, suara dari pembangunan proyek ini juga sangat mengganggu. Bahkan dosen saya ada yang minta online karena jika di kelas kuliahnya tidak kondusif,” ujarnya.
Himma mengatakan seharusnya pihak kampus memberikan alternatif agar perkuliahan tidak terganggu.
“Pihak kampus seharusnya mengalihkan kelas di ISDB ke gedung lain agar mahasiswa tidak melewati jalan yang bahaya karena itu bisa memakan korban siapa saja, apalagi ini musim hujan,” ungkapnya.
Mahasiswa Prodi KPI, Norin Ni’ma bercerita bahwa dirinya lebih memilih naik shuttle kampus daripada motor karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan selama menuju Gedung ISDB Soshum.
“Karena jalannya kotor bikin motor sama sepatu rusak jadi aku milih naik shuttle kampus,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Rumah Tangga (RT) UIN Walisongo, Muhin Arnanto menjelaskan bahwa pembangunan proyek SBSN gedung profesi ini sebagai jawaban dari kurangnya sarana dan prasarana kampus.
“Urgensi pembangunan gedung profesi terpadu untuk menjawab kurangnya sarana prasarana yang dibutuhkan oleh aktivitas akademik, fungsinya buat kuliah profesi atau kuliah lain yg kurang kelas di sana juga kalau ada acara haul atau wisuda, nanti ditampung di gedung ini,” ungkapnya.
Ia turut prihatin dengan kejadian yang menimpa mahasiswa akibat pembangunan gedung profesi ini dan mengatakan telah berkoordinasi dengan Divisi K3 agar segera menindaklanjuti keluhan mahasiswa.
“Saya prihatin, dan dari kami sudah instruksikan kepada divisi K3, Keamanan, Keselamatan, dan Kebersihan, jadi kalau ada jalan licin bisa cepat di dibersihkan,” ujarnya.
Muhin juga berpesan kepada mahasiswa untuk selalu waspada saat melewati jalan dekat proyek SBSN.
“Kami sudah berusaha membersihkan, jadi mahasiswa diharap hati-hati,” tuturnya.
Ia berharap pembangunan proyek SBSN ini dapat sesuai dengan harapan dan rencana awal.
“Harapannya pembangunan lancar, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya. jadi urgensi yang awal tadi tercapai demi kebaikan kita,” tutupnya.
Reporter: Ragil Alfiyyah
Editor: Gojali



