Puisi

Tangisan Pendosa Bertopeng

Di ujung jalan yang gelap dan sempit Bayang–bayang buram mulai terlihat Mata polos itu seolah tak bisa mengelak Atas penyesalan…

Puisi Tentangmu

Puisi Tentangmu

Sendok, Garpu, dan Piring Ketiga

Sendok jatuh hati pada piring, Sejak pertama kali mereka makan bubur bersama. Garpu meyembunyikan kecemburuannya, Ia pernah menjadi tangan kanan…

- Advertisement -
Ad imageAd image
Latest Puisi News

Di Siang Bolong

"Carilah kerja,” Tegur mereka setiap kali di sapa. Seolah budak mengenakan kain…

Penyapa

Binar matanya lirih, bak semilir yang mengelus pedih sembilu Ia bertanya "Mampukah…

Rindu di Penghujung Raya

Kutulis rindu pada selembar cerita merangkai cinta demi hangatnya keluarga Lewat aroma…

Membacamu

Jemarimu terus menari Merangkai setiap tutur dari hatimu Menjelma menjadi rangkaian yang…

Dengung Telinga

Dalam telinga yang berdengung ‎Katanya aku dirindukan ‎Tapi, perilakuku saja seperti tak…

Jelaga

Tangan-tangan besi penguasa membedah dada rimba, Menanam barisan sawit sebagai nisan bagi…

Garis Luka

Ia berdiri di sudut ruang sunyi, Menggenggam harapan yang patah Tubuhnya memberi…

Menggila Karena-Nya

Tuhan berlari-lari penuh dipikiran Terjal takdir dibuatnya tak apa Dalam sumur bukan…

Penunggang Cita

‎Mau jadi apa? ‎Kata mereka lewat kerongkongan yang dicekik asa ‎ ‎Mereka…