
Amanat.id– Semenjak berakhirnya program Mahad Al Jamiah Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo gelombang pertama, beberapa mahasantri baru merasa khawatir terhadap penggunaaan kembali alat tidur, Rabu (26/11/2025).
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) 2025, Giggsy menjelaskan kekhawatirannya mengenai kebersihan alat tidur dari mahasantri putra.
“Setahu saya kalau anak laki-laki itu jarang yang memakai seprai dan tidak memedulikan kebersihan,” ungkapnya, Rabu (26/11).
Senada dengan Giggsy, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Aisyah Putrirama juga ikut mengkhawatirkan kebersihan fasilitas alat tidur di Mahad UIN Walisongo.
“Saya sangat mengharapkan fasilitas yang benar-benar baru dikarenakan fasilitas bekas orang itu nanti ada kuman yang sangat membuat tidak nyaman,” terangnya.
Sama halnya dengan Aisyah, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Amar yang juga merupakan santri gelombang pertama turut menyayangkan tidak adanya pengadaan kasur baru.
“Sangat disayangkan mereka mendapat barang yang berbeda padahal membayar dengan nominal yang sama, dan beberapa kasur mahad itu ada yang rusak dan kurang layak untuk ditempati lagi,” akunya.
Ia menceritakan ketika pertama kali datang ke Mahad UIN Walisongo belum semua santri mendapatkan fasilitas.
“Awal saya datang ke mahad belum semua santri mendapat kasur dan ranjang, itu sangat disayangkan karena pihak mahad kurang siap,” jelasnya.
Amar berharap pihak Mahad Al Jamiah UIN Walisongo dapat menerima setiap keluhan dari mahasantri.
“Semoga pihak mahad dapat mengevaluasi dan menindaklanjuti keluhan santri gelombang pertama terhadap fasilitas dan pelayanan agar santri gelombang kedua dapat lebih nyaman,” harapnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Kepala (Waka) Bagian Sarana Prasarana Mahad UIN Walisongo, Mahmudi menjelaskan tidak ada pengadaan kasur untuk mahasantri baru.
“Pengadaan kasur sekali saja, jika setiap santri baru ada pengadaan kasur ya nanti pembayarannya lebih mahal lagi, karena kasur harganya selalu naik,” terangnya.
Ia menjelaskan semua fasilitas, seperti sarung bantal dan guling dibersihkan secara merata.
“Sekarang seluruh fasilitas seperti sarung bantal dan guling itu sedang dibersihkan, semuanya di laundry,” jelasnya.
Mahmudi menegaskan setiap fasilitas Mahad Al Jamiah merupakan hak milik UIN Walisongo.
“Tidak ada yang boleh dibawa pulang, fasilitas mahad itu anggaran dari kampus,” tegasnya.
Reporter: Putri Natasya Islamadina
Editor: Moehammad Alfarizy



