By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sempat Ditolak Beberapa Universitas, Lusi Resti Anggraini Raih Predikat Wisudawan Terbaik FUHUM
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Sosok

Sempat Ditolak Beberapa Universitas, Lusi Resti Anggraini Raih Predikat Wisudawan Terbaik FUHUM

Last updated: 24 Agustus 2025 3:50 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 24 Agustus 2025
Share
SHARE
Lusi Resti Anggraini, Wisudawan Terbaik FUHUM, FUHUM UIN Walisongo, Wisuda UIN Walisongo, UIN Walisongo
Potret Lusi Resti Anggraini, Wisudawan terbaik FUHUM bersama ijazah kelulusannya, Sabtu (23/8/2025). (Dok. Khusus).

Amanat.id– Mahasiswi Program Studi (Prodi) Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM), Lusi Resti Anggraini mendapatkan predikat Summa Cumlaude pada acara wisuda ke-97 di Auditorium II Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Sabtu (23/8/2025).

Lusi sempat bercerita bahwa dirinya pernah ditolak di beberapa universitas.

“Sebelumnya saya sempat tertolak beberapa universitas sampai lima kali hingga akhirnya lolos di UIN Semarang dengan jalur UM-PTKIN,” ujarnya.

Ia merasa kegagalan yang dialaminya justru menjadi motivasi untuk belajar lebih serius.

“Karena sering mengalami kegagalan, akhirnya ketika saya mendapatkan kesempatan untuk berkuliah, saya mulai belajar serius di bidang perkuliahan saya,” lanjutnya.

Selama berkuliah, Lusi menyadari bahwa kuliah bukan hanya tentang IPK tetapi juga kualitas yang dimiliki oleh mahasiswa.

“Di pertengahan kuliah, saya mulai menyadari kalau yang kita butuhkan bukan IPK, tetapi bagaimana kita bisa punya kualitas yang bagus di luar,” tuturnya.

Menurutnya nilai memang penting tetapi portofolio juga dibutuhkan ketika mencari pekerjaan.

“Nilai penting, tetapi kualitas kita di luar juga harus oke. Karena itu yang bisa dijadikan portofolio kita ketika melamar kerja,” sambungnya.

Mahasiswa yang akrab disapa Lusi itu lulus dengan Skripsi berjudul “Learning Point: Perancangan Fasilitas Belajar Sebagai Wadah Pengembangan Skill dan Identitas Anak di Ibu Kota Nusantara”.

Ia menjelaskan bahwa pembahasan skripsinya mengenai perencanaan bimbingan belajar di Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Skripsi saya secara singkat membahas tentang tempat bimbel anak SD yang direncanakan di Ibu Kota Nusantara dengan target user anak-anak dari Gen Z,” ujar Lusi.

Lusi menuturkan sempat menyebarkan kuisioner dengan responden target dari kalangan Gen Z.

“Ketika mendesain, saya melakukan riset dengan menyebar kuisioner untuk mereka yang sudah tinggal di IKN. Tetapi karena keadaan tidak memungkinkan akhirnya saya mengambil responden dari kalangan Gen Z secara umum,” paparnya.

Ia mengaku terinspirasi untuk membuat rancangan tempat belajar anak karena tertarik dengan dunia pendidikan.

“Saya sangat suka dengan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan. Sebab, pendidikan bisa sangat berpengaruh untuk sebuah negara terutama terkait kualitas warganya,” ucapnya.

Lusi juga mengatakan bahwa mahasiswa arsitektur bisa berlatih dengan mengikuti sayembara arsitektur.

“Di arsitektur bukan hanya CV yang kita lampirkan, tapi juga portofolio. Bagaimana caranya kita bisa menjual jasa desain kita dan itu bisa dilatih dari sayembara,” tuturnya.

Mahasiswi kelahiran Pandeglang itu mengaku pernah mendapatkan beberapa penghargaan dari sayembara yang diikutinya.

“Saya pernah menjadi best studio di Prodi ISAI dan karya saya dipresentasikan pada pameran Artmosfest di Planetarium saat itu. Sedangkan untuk sayembara, saya pernah dua kali mendapat top 10, yaitu pada sayembara arsitektur di UIN Malang dan salah satu Universitas di Sumatera,” jelasnya.

Selain mengikuti sayembara arsitektur, Lusi juga pernah melaksanakan magang sebanyak dua kali.

“Kebetulan saya magang dua kali. Yang pertama ketika semester 5, saya magang di arsitek terkenal, Andi Rahman. Setelah itu saat semester delapan, saya magang lagi secara mandiri,” ucapnya.

Ia mengaku pembelajaran yang didapatkan ketika kuliah masih kurang untuk diterapkan.

“Menurut saya ilmu-ilmu yang saya dapatkan di kampus masih kurang ketika saya mempraktikan ilmu arsitektur secara langsung,” ujarnya.

Ia juga berpesan untuk tidak menyia-nyiakan kehidupan dan terus memperbaiki diri.

“Saya selalu mengingat sebuah pesan yang mengatakan bahwa jangan pernah buang-buang kehidupanmu yang masih bisa diperbaiki, banyak resource yang masih bisa kita manfaatkan,” tutupnya.

Reporter: Nijam Alfatul Khasna
Editor: Moehammad Alfarizy

Ahmad Luthfi Beberkan Kunci Melamar Kerja bagi Fresh Graduate
Terinspirasi Pemikiran Socrates, Antarkan Iffah Raih Predikat Wisudawan Terbaik FUHUM
Politik Negara Dipengaruhi Pemegang Kebijakan
Kembali Bangkit, KSK Wadas Adakan Pementasan Teater
Belum Genap 45 Hari, KKN Reguler Resmi Ditarik
TAGGED:fuhum uin walisongolusi resti anggrainiuin walisongowisuda ke-97wisuda uin walisongowisudawan terbaik fuhum
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
ISAI UIN Walisongo, ARTCHI ISAI UIN Walisongo, FUHUM UIN Walisongo, Nurman Hakim
UncategorizedVaria Kampus

ISAI UIN Walisongo Undang Sutradara Nurman Hakim dalam Acara ARTCHI

Redaksi SKM Amanat
6 Februari 2024
Salah Siapa Mahasiswa Nyeleneh?
Pengembangan Kota Semarang dan Pentingnya Menjaga Bumi Pertiwi
12 Tim Ikuti Turnamen Futsal Gebyar Harlah PAI ke-46
September Hitam, Melawan dengan Merawat Ingatan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sempat Ditolak Beberapa Universitas, Lusi Resti Anggraini Raih Predikat Wisudawan Terbaik FUHUM
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Sempat Ditolak Beberapa Universitas, Lusi Resti Anggraini Raih Predikat Wisudawan Terbaik FUHUM
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?