By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Akun Terblokir hingga Pengambilan Data, Pemilwa UIN Walisongo 2024 Diduga Banyak Kecurangan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Beberapa pengendara motor sedang melewati Landmark UIN Walisongo, Rabu (18/12/2024). (Amanat/Daffa)
Beberapa pengendara motor sedang melewati Landmark UIN Walisongo, Rabu (18/12/2024). (Amanat/Daffa)
UIN WalisongoVaria Kampus

Akun Terblokir hingga Pengambilan Data, Pemilwa UIN Walisongo 2024 Diduga Banyak Kecurangan

Last updated: 27 Desember 2024 4:18 am
Moehammad Alfarizy
Published: 27 Desember 2024
Share
SHARE
Beberapa pengendara motor sedang melewati Landmark UIN Walisongo, Rabu (18/12/2024). (Amanat/Daffa)
Beberapa pengendara motor sedang melewati Landmark UIN Walisongo, Rabu (18/12/2024). (Amanat/Daffa).

Amanat.id– Di tengah-tengah Pemilihan Mahasiswa (Pemliwa) 2024 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo muncul postingan dugaan kecurangan dari akun anonim Tiktok @sekolahnyaserabutan, Kamis (26/12/2024).

Tersebar link Google Forms (GForms) berisikan pemesanan mata kuliah semester genap yang kemudian diduga menjadi bentuk kecurangan dengan mengambil data mahasiswa untuk kepentingan Pemilwa.

Tim Amanat.id melakukan penelusuran dan menemukan link tersebut beredar di grup kelas Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) yang berisikan informasi, seperti Nomor Induk Mahasiswa (NIM), tahun angkatan yang dibutuhkan untuk memesan Kode Mata Kuliah yang diinginkan.

UIN Walisongo, Pemilwa UIN Walisongo, Pemilwa, Kecurangan Pemilwa, Bawaswa UIN Walisongo, Pemilwa 24(buat tag)
Tangkapan layar postingan dari akun tiktok @sekolahnyaserabutan, Kamis (26/12/2024). (Dok.Khusus).

Salah satu Koordinator Tingkat (Komting) kelas PBA 2023, Jamal (bukan nama sebenarnya) menjelaskan bahwa link tersebut resmi dari Kepala Jurusan (Kajur) PBA, Tuti Qurrotul Aini untuk menyosialisasikan terkait pemesanan Mata Kuliah Semester 2024/2025.

“Itu link untuk sosialisasi mata kuliah semester genap,” ucapnya.

Mahasiswa PBA lainnya, Sofyan Hadi membenarkan jika link tersebut disebarluaskan di grup Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan grup kelas PBA melalui Komting.

“Link tersebut memang betul disebar ke grup pengurus HMJ PBA dan grup kelas melalui komting,” ujarnya.

UIN Walisongo, Pemilwa UIN Walisongo, Pemilwa, Kecurangan Pemilwa, Bawaswa UIN Walisongo, Pemilwa 24(buat tag)
Tangkapan Layar postingan link GForms di akun anonim @sekolahnyaserabutan, Kamis (26/12/2024). (Dok. Khusus)

Sofyan mengaku link tersebut dikirimkan oleh Demisioner Ketua HMJ PBA 2023/2024 Lukmanul Hakim atas perintah dari Kajur.

“Dari Demisioner Ketua HMJ PBA dan langsung dari Kajur,” tambahnya.

Dirinya berpendapat tindakan dari akun Tiktok anonim @sekolahnyaserabutan hanya untuk memecah belah.

“Saya sendiri kurang tau siapa yang memviralkan ke akun Tiktok tersebut dan sangat disayangkan karena seperti adu domba rasanya,” katanya.

Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Mohammad Hirzi An-naeda tidak mengetahui terkait kebenaran pencurian identitas untuk kepentingan Pemilwa.

“Kalau benar tidaknya digunakan untuk Pemilwa, saya kurang tahu,” katanya.

Berbeda pendapat dengan Sofyan, Menurutnya, beberapa spekulasi mungkin benar terjadi di Pemilwa UIN Walisongo.

“Jika banyak orang-orang berspekulasi bahwa hal tersebut indikasi palsu atau data digunakan untuk pemilwa, bisa jadi,” ucapnya.

Hal itu disebabkan, sambung Hirzi, dalam politik siapapun akan menghalalkan segala cara untuk kepentingan tertentu.

“Dalam dunia politik, semua bisa menghalalkan segala cara hanya demi sebuah kepentingan,” imbuhnya.

Dugaan kecurangan Pemilwa juga terjadi pada sistem e-voting yang sering terpilih ataupun terblokir dengan sendirinya di beberapa fakultas.

Menanggapi masalah tersebut, dirinya menuturkan bahwa hal itu bisa saja terjadi.

“Indikasi kecurangan Pemilwa lainnya mungkin saja benar terjadi, mengingat tidak sedikit dari teman-teman mahasiswa yang mengeluhkan di e-voting mereka tertera sudah memilih, padahal belum melakukan tahap pemilihan sama sekali,” imbuhnya.

Hal serupa dialami oleh Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Octavia Ayu menceritakan akun e-voting temannya terblokir ketika hendak memilih.

“Teman dekat saya saat ingin log in pertama kali sudah terblokir,” ucapnya.

Ia mengatakan, temannya sudah menunggu selama dua jam, namun tak kunjung membuahkan hasil.

“Sudah 2 jam menunggu tapi tidak ada hasil,” katanya.

Ayu menuturkan bahwa temannya sempat melapor Panitia Pemungutan Suara Mahasiswa (PPSM).

“Sempat lapor, katanya sudah diperbaiki, tetapi kata teman saya tetap tidak bisa,” tuturnya.

Menanggapi dugaan penggunaan data pribadi untuk kepentingan Pemilwa, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Mahasiswa (Bawaswa) UIN Walisongo Firman Ziva Rofiudin mengaku tidak mengetahui masalah tersebut.

“Dari pihak Bawaswa belum mengetahui perihal link gfrom tersebut,” ucapnya.

Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan Bawaswa UIN Walisongo untuk menindaklanjuti dan mencari bukti baru.

“Setelah ini kami akan tindak lanjuti untuk mengetahui kebenarannya,” tegasnya.

Firman menjelaskan akan melakukan investigasi dengan menggunakan beberapa metode.

“Metode yang kami gunakan adalah mengenali sumber informasi terpercaya dan verifikasi dari sumber lain,” ujarnya.

Firman mengatakan akan melakukan investigasi secara khusus pada Prodi PBA.

“Untuk sumber lain, kami akan melakukan investigasi di jurusan PBA itu sendiri,” ucapnya.

Menanggapi adanya akun e-voting yang sudah terpilih secara otomatis, ia mengatakan sudah melakukan antisipasi.

“Untuk hal tersebut kami sudah mengetahuinya, maka dari itu kami membuat link aduan dengan menyertakan bukti,” jelasnya.

Firman mengaku tidak mengetahui mengenai Google Drive berisi bukti kecurangan Pemilwa.

“Kalau terkait google drive tersebut saya kurang tau, tapi dari pihak Bawaswa sudah mempunyai link pengaduan tersendiri,” imbuhnya.

Firman juga mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Yudisial Pemilihan Mahasiswa (BYPM) dan birokrasi sebagai langkah mitigasi.

“Untuk mitigasi kami sudah berkoordinasi dengan birokrasi dan BYPM,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua KPM UIN Walisongo 2024, Muhammad Ridho Amrullah telah dihubungi, Kamis (26/12). Namun, tidak memberikan keterangan sampai berita ini diterbitkan.

Reporter: Moehammad Alfarizy

Editor: Gojali

Ahmad Tohari: Asalkan Mau Berproses, Semua Orang Bisa Jadi Sastrawan
H-1 PBAK, Spanduk Kritik UKT & Ma’had Terpampang di Kampus 3
Habiburrahman El-shirazy: 7 Kata Kunci Menjadi Penulis Best Seller
Derlina : Jaga Diri dan Selektif dalam Bergaul itu Penting
Manfaatkan Hasil Tani, KKN UIN Walisongo Sosialisasikan Teh Rambut Jagung
TAGGED:bawaswa uin walisongokecurangan pemilwapemilwapemilwa 24pemilwa uin walisongouin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Regional

UIN Walisongo Imbau Pengasuh Pondok Pesantren untuk Pulangkan Mahasiswanya

Rani Nur Latifah
29 Maret 2020
Ikhrom, Guru Besar PAI yang Bertekad Melawan Takdir tuk Gapai Mimpi
Beberapa Santri Ma’had Terbantu dengan Adanya Tokma UIN Walisongo
Sempat Terhalang Finansial, Sikap Pantang Menyerah Agus Mengantarkannya Pada Prestasi
“JusticeforGamma”, Massa Aksi Kamisan Semarang Geruduk Polda Jateng Tuntut Keadilan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Akun Terblokir hingga Pengambilan Data, Pemilwa UIN Walisongo 2024 Diduga Banyak Kecurangan
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Akun Terblokir hingga Pengambilan Data, Pemilwa UIN Walisongo 2024 Diduga Banyak Kecurangan
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?