
Amanat.id– Postingan Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo soal open recruitment (oprec) anggota untuk tiga lembaga Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) 2025 memicu berbagai komentar, Kamis (11/12/2025).
Komentar-komentar tersebut diberikan setelah mengetahui waktu oprec anggota untuk lembaga Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM), Badan Pengawas Mahasiswa (BAWASWA), dan Badan Yudisial Pemilihan Mahasiswa (BYPM) sangat mendadak dan minim.
Merujuk pada sosial media Instagram resmi SEMA UIN Walisongo yang diposting Kamis, (11/12), Berikut timeline oprec untuk anggota KPM, BAWASWA, BYPM Pemilwa UIN Walisongo 2025.
- Oprec KPM, BAWASWA, dan BYPM: Kamis-Jumat, 11-12 Desember 2025.
- Fit proper test: Sabtu, 13 Desember 2025.
- Pengumuman hasil oprec: Minggu, 14 Desember 2025.
Persyaratan yang perlu dipenuhi untuk mendaftarkan diri sebagai anggota KPM, BAWASWA, dan BYPM.
Administrasi:
- Mengisi pendaftaran melalui link https://docs.google.com/forms/d/1Sw0DMSQ8MaG-ClLcZPfpdx-mVsfKETUYmdKp_05XKd4/viewform?pli=1&pli=1&edit_requested=true#settings
- Mahasiswa aktfi (surat keterangan aktif)
- Semestere 5-7 (Foto KTM).
- IPK min. 3.00 (KHS).
- Memiliki pengalaman organisasi (CV).
- Pernah mengambil mata kuliah Hukum Acara Konstitusi (Khusus ketua BYPM) dengan dibuktikan KHS.
Non Administrasi:
- Berintegrasi (jujur, adil, tidak terlibat partai politik).
- Komitmen penuh terhadap tugas.
- Mengikuti fit proper test.
Beberapa komentar mengatakan bahwa oprec tersebut diinformasikan secara mendadak.
“Keren share hari H, formalitas dan sudah selesai sebelum dimulai,” ucap salah satu komentar dipostingan Instagram SEMA UIN Walisongo.
Selain itu, ada kebingungan dengan informasi yang diberikan karena bertepatan dengan waktu oprec.
“Pendaftaran tanggal 11, pamflet dishare tanggal 11,” kata akun @al_.
Bahkan ada yang berkomentar dari tata tulis poster yang dibuat oleh SEMA UIN Walisongo karena dianggap tidak mencerminkan budaya menulis mahasiswa.
“Kenapa si @uinwalisongo langsung ACC gitu aja. Tata cara penulisannya loh, seolah kampus tidak memberikan mata kuliah Bahasa Indonesia yang baik dan benar,” ungkap akun @yu_.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Arifin mengatakan informasi yang diberikan oleh SEMA UIN Walisongo cukup mendadak, sedangkan surat keterangan mahasiswa aktif memerlukan waktu untuk dipersiapkan.
“Pembuatan surat keterangan mahasiswa aktif itu membutuhkan waktu dan waktu yang dibutuhkan birokrasi untuk membuat SK tersebut terkadang lama,” katanya.
Menurutnya informasi mendadak tersebut menyebabkan kecurigaan di kalangan mahasiswa.
“Kita pun sebagai mahasiswa malah curiga ‘ada agenda apa SEMA membuka pendaftaran sedadakan ini?’,” lanjutnya.
Ketua SEMA UIN Walisongo, Sa’ad Samsul Arifin telah dihubungi oleh Amanat.id untuk dimintai keterangan, Kamis (11/12). Namun, tidak ada respon hingga berita ini ditayangkan.
Reporter: Gojali



