
Amanat.id- Forum Silaturahmi antar Daerah (FORSIDA) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan Dialog Interaktif bersama calon ketua dan wakil ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA-U) bertempat di Kedai Sudut Kami, Beringin, Ngaliyan, Sabtu (20/12/2025).
Dengan tema “Mendobrak Arah Gerak Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Walisongo,” Calon Ketua DEMA UIN Walisongo, Mohammad As’ad Hasanuddin Afandi menjelaskan alasannya mencalonkan diri, yaitu untuk menghubungkan kampus dengan masyarakat.
“DEMA-U bukan sekedar lembaga yang fanatik, melainkan memiliki potensi kelembagaan yang bisa menjadi pondasi gerakan mahasiswa yang utuh untuk menghubungkan antara kampus dengan masyarakat,” tuturnya.
Dalam dialog interaktif tersebut, ia berkeinginan untuk menjadikan DEMA UIN Walisongo sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa dalam membangun gerakan yang bersifat kolaboratif dan berkelanjutan.
“Tujuan utama kami adalah menjadikan DEMA-U sebagai fasilitator mahasiswa untuk membangun gerakan yang bersifat kolaboratif dan berkelanjutan,” ujarnya.
As’ad menuturkan dari tujuan utama tersebut akan dikerucutkan menjadi tiga misi utama, yaitu memfasilitasi mahasiswa, mendorong kolaborasi, dan menjadi ruang responsif.
“Membuka dan memfasilitasi ruang partisipasi mahasiswa berbasis kolektif kolegial, mendorong kolaborasi lintas lembaga mahasiswa secara berkelanjutan, menguatkan peran DEMA-U yang responsif sebagai penghubung kampus dan masyarakat,” jelasnya.
Calon Wakil Ketua DEMA UIN Walisongo, Yusuf Aditya Pratama menegaskan visi misi tersebut bisa terealisasi dengan membuka ruang partisipasi secara kolektif.
“Dalam membuka ruang partisipasi mahasiswa tidak berhenti pada forum seremonial, melainkan harus diwujudkan secara kolektif kolegial untuk memastikan mahasiswa memiliki ruang partisipasi yang sama tanpa membedakan latar belakang fakultas dan organisasi,” ucapnya.
Selain itu, Ia juga ingin membangun kolaborasi antar mahasiswa untuk menangani kasus menurunnya minat berorganisasi mahasiswa di lingkungan UIN Walisongo.
“Kami mendorong kolaborasi dari berbagai elemen mahasiswa untuk menangani turunnya minat berorganisasi serta menjaga agar gerakan mahasiswa tidak hanya untuk sesaat, tetapi selalu berkelanjutan,” ujarnya.
Yusuf menuturkan bersama As’ad sebagai calon Ketua, DEMA UIN Walisongo akan dijadikan sebagai lembaga yang memfasilitasi kehidupan sosial mahasiswa dengan masyarakat sekitar kampus.
“Kami akan menjadikan DEMA-U sebagai sesuatu yang harus peka terhadap realitas sosial, tidak apatis, dan harus menjadi penghubung antara mahasiswa dan masyarakat,” tutupnya.
Reporter: Kholifatim Muallimah
Editor: Dinda Alfiani



