5 Hal yang Patut Dicoba Mahasiswa Baru Agar Kuliah Tak Sia-Sia

4 Min Read
Ilustrasi mahasiswa dalam kegiatan di kelas (istochphoto.com)
Mahasiswa baru, Kegiatan mahasiswa baru, Rekomendasi kegiatan mahasiswa, Kegiatan kampus, Tips menjadi produktif
Ilustrasi mahasiswa dalam kegiatan di kelas (istochphoto.com)

Mengenyam pendidikan di perguruan tinggi adalah kesempatan emas, khususnya bagi mahasiswa baru yang senang meng-upgrade diri, pengalaman, relasi, mengasah hard skill, serta soft skill. Semua itu akan menguntungkan usai lulus kuliah.

Hampir setiap perguruan tinggi menyediakan fasilitas dan ruang yang bisa dimanfaatkan mahasiswa baru untuk mengembangkan potensi.

Kuliah tidak melulu soal akademik, akan rugi jika mahasiswa cepat merasa puas dengan IPK tinggi dan ilmu teoritis saja.

Oleh karena itu, tim amanat.id merangkum beberapa kegiatan yang bisa dilakukan mahasiswa agar kuliah tidak sia-sia.

1. Gabung organisasi

Siapapun pasti pernah mendengar kalimat yang menegaskan pentingnya ikut organisasi saat kuliah. Anggapan tersebut ada benarnya juga. Namun, sebelum memutuskan untuk bergabung, pastikan minat dan potensi sudah sesuai.

Organisasi adalah tempat berkumpulnya individu dengan passion dan tujuan yang sama pada bidang tertentu. Mahasiswa bisa saling bertukar perspektif, menjalin relasi, pengalaman dan ilmu. Biasanya, para alumni organisasi juga terbuka untuk berbagi cerita dengan anggota.

Mahasiswa yang memiliki minat di politik bisa bergabung dengan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) atau Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Mahasiswa yang tertarik dengan dunia tulis-menulis bisa mendaftar lembaga pers kampus. Atau mendaftar klub olah raga yang memang diminati.

2. Ikut seminar

Seminar adalah kegiatan di mana para mahasiswa dan narasumber yang berkompeten bertemu satu ruangan tatap muka. Setiap seminar memiliki tema yang berbeda. Umumnya, model komunikasinya dua arah.

Usai narasumber memaparkan materi, mahasiswa berkesempatan untuk bertanya. Peluang yang tepat bagi mahasiswa melontarkan pertanyaan yang kritis, sehingga ilmu yang diperoleh maksimal.

3. Daftar magang

Jika ruang kelas adalah tempat diskusi ilmu teoritis, maka mahasiswa bisa menerapkan ilmu tersebut saat magang. Terlebih di era teknologi saat ini, magang bisa dilakukan secara work from anywhere (WFA) atau work from office (WFO).

Apabila jadwal kuliah padat sehingga mustahil untuk meninggalkan kegiatan kampus, mahasiswa bisa mendaftar program magang WFA. Magang WFO bisa diambil jika memiliki waktu luang yang cukup.

Magang juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa menjalin relasi dengan instansi tertentu. Lakukanlah tanggung jawab semaksimal mungkin, sehingga potensi lulus kuliah direkrut menjadi karyawan semakin tinggi.

4. Kerja part-time

Kerja paruh waktu (part-time) adalah opsi yang cocok menambah penghasilan. Terlebih bagi mahasiswa rantau yang hobi kulineran dan belanja kebutuhan sekunder, seperti makeup, skincare, dan baju, tetapi sungkan untuk meminta kiriman orang tua.

Meskipun gaji yang ditawarkan tidak begitu besar, setidaknya cukup untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan serta pengeluaran tidak terduga lainnya. Pengalaman kerja ini pun bisa ditulis di curriculum vitae (CV), sebagai kualifikasi melamar kerja.

5. Kuasai bahasa asing

Di tengah zaman yang semakin berkembang, tidak ada salahnya mempelajari dan mendalami bahasa asing. Memang cukup memakan waktu dan harus konsisten. Untungnya, belajar bahasa asing bisa dilakukan secara autodidak atau ikut kursus.

Menguasai bahasa asing menjadi poin plus ketika melamar kerja, mengajukan beasiswa, dan mendaftar magang. Manfaat lainnya adalah membuka akses untuk mengeksplor ilmu tanpa terkendala bahasa, menumbuhkan rasa percaya diri untuk berkomunikasi, dan membangun relasi seluas-luasnya hingga lintas negara. Bisa jadi, bahasa yang dikuasai menjadi langkah awal datangnya pekerjaan.

Shinta Ayu

Share This Article