By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Manusia dan Kehendaknya untuk Bebas
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Manusia yang ingin bebas, Manusia dan Kehendaknya untuk Bebas
Ilustrasi Pixabay: Manusia dan Kehendaknya untuk Bebas
EsaiKesehatan

Manusia dan Kehendaknya untuk Bebas

Last updated: 19 November 2022 1:08 am
Nur Rozikin
Published: 19 September 2022
Share
SHARE
Manusia yang ingin bebas, Manusia dan Kehendaknya untuk Bebas
Ilustrasi Manusia dan Kehendaknya untuk Bebas: Pixabay

“Kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asalkan kau yakin di jalan yang benar maka lanjutkan.” -Gus Dur.

Petikan kalimat dari gus dur tersebut seolah meruntuhkan dinding ketakutan yang telah terbangun sejak lama. Ada semacam ketakutan akan hukuman ketika menentang sebuah kenyataan. padahal, sebagaimana hukum alam, sebuah keputusan tak selamanya memiliki benar, terkadang keputusan adalah sebuah kesalahan.

Akan tetapi, didikan masa kecil membuat kita terlalu lemah untuk menolak dan memilih tunduk terhadap sebuah keputusan. Disadari atau tidak, tunduk pada kenyataan telah menciptakan sekat-sekat ketakutan dan keberanian untuk menolak sebuah keputusan. artinya, kita cenderung menghamba pada satu keputusan dan tidak berani menentang keputusan itu.

Inilah yang kemudian membuat kita menjadi manusia yang tak bisa bebas berkehendak. Kehendak adalah hak kodrati manusia yang tidak bisa dikekang oleh orang di luar dirinya. Jika tan malaka memiliki semboyan idealisme adalah sebuah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh mahasiswa, maka kehendak adalah bentuk kebebasan tertinggi yang dimiliki manusia.

Saking sakralnya konsep kebebasan berkehendak ini, turut menyita perhatian nietzsche, seorang filsuf eksistensialisme kelahiran Jerman. Nietzsche dalam salah satu karya fenomenal tentang will to power menyebut jika kehendak untuk berkuasa (free will) membuat manusia mampu menciptakan dunia tanpa aturan-aturan yang kaku. Kebebasan berkehendak dalam hal ini menekankan pada kebebasan sebagai pengungkapan kehendak manusia.

Hari ini, kita justru terjebak pada realitas yang menuntut kita untuk tunduk pada kenyataan. Kita bahkan melupakan makna kebebasan sebagaimana yang disampaikan oleh nietzsche. Kebebasan bagi kita justru seringkali bersifat memaksakan kehendak yang membuat kita lupa akan jati diri.

Hidup adalah pemberontakan

Tokoh revolusioner dunia, Fidel Castro pernah mengatakan bahwa revolusi adalah pertaruhan antara masa lalu dan masa depan. hidup yang tak dipertaruhkan tidak akan dimenangkan. Begitu kiranya makna kehidupan yang harus dipertimbangkan.

Revolusi adalah sebuah perubahan. Revolusi juga bisa bermakna sebagai pemberontakan. Orang-orang terpinggirkan selalu menggelorakan semangat revolusi, lebih-lebih pemberontakan. Akan tetapi, pemberontakan lantas tidak kita maknai sebagai sebuah citra negatif, melainkan upaya perlawanan terhadap
ketundukan pada kenyataan.

Barangkali kita melihat orang-orang yang melakukan pemberontakan dalam hidup adalah mereka yang berhasil. Berhasil melewati kerasnya
dinamika kehidupan atau bahkan ancaman kematian. Semangat pemberontakan adalah semangat yang harus kita gelorakan menciptakan dunia dimana akan ada lagi penderitaan, kesengsaraan dan perbudakan.

Penulis: Nur Rozikin

Angka dan Kehidupan Nyata
Youtube dan Konten Sampah di Dalamnya
Mengembalikan Fungsi Teknologi
7 Tips Menjaga Kesehatan Kulit di Musim Kemarau
Ekspektasi Berlebih terhadap Peran Anak Pertama
TAGGED:Manusia dan KehendaknyaManusia untuk Bebasmanusia yang ingin bebas
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

5 Mahasiswa PBI Inisiatif PPL dan KKN Mandiri Luar Negeri

Rima Dian Pramesti
3 Juli 2019
Manfaatkan Sampah, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Pelatihan Pembuatan Ecobrick
Himmatul Ikhyar Tekankan Pentingnya Belajar Bahasa Indonesia untuk Mendalami Keilmuan Sastra
Orsenik 2017, FITK Rebut Medali Emas Debat Bahasa Inggris
Orasi Guru Gembul di Penutupan PBAK 2024 Diramaikan dengan Spanduk Keluh Kesah Maba
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Manusia dan Kehendaknya untuk Bebas
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Manusia dan Kehendaknya untuk Bebas
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?