Potret Salsabiela Lazuardhy Arsy, peraih predikat skripsi terbaik UIN Walisongo Semarang pada Wisuda ke-98 di Gedung Auditorium II Kampus 3, Sabtu (1/11/2025). (Dok. Khusus).
Pengalaman Kuliah di Luar Negeri, Salsabiela Teliti Isu Boikot dan Jadi Skripsi Terbaik UIN Walisongo
Salsabiela Lazuardhy Arsy sempat berkuliah diYork College of Pennsylvania melalui Beasisawa MOSMA dan mendapatkan inspirasi isu boikot untuk penelitiannya dan menjadi skripsi terbaik UIN Walisongo
Potret Salsabiela Lazuardhy Arsy, peraih predikat skripsi terbaik UIN Walisongo Semarang pada Wisuda ke-98 di Gedung Auditorium II Kampus 3, Sabtu (1/11/2025). (Dok. Khusus).
Skripsinya yang berjudul “Perilaku Brand Switching Akibat Gerakan Boycott Divestment And Sanctions (BDS) Di Platform Digital (Studi Komparatif pada Mahasiswa York College of Pennsylvania dan UIN Walisongo Semarang),” membahas tentang perbandingan perilaku konsumen dari dua negara yng berbeda.
Salsabiela juga mengatakan bahwa dalam skripsinya tersebut membahas isu yang sedang panas beberapa tahun terakhir, yaitu gerakan boikot.
“Isu boikot ini memang lagi hype 2 tahun terakhir. Jadi, saya ingin membandingkan perilaku brand switching dari dua negara yang berbeda,” ujarnya.
Ia menjelaskan alasannya untuk mengangkat isu tersebut dalam penelitiannya karena termotivasi dengan isu kemanusiaan dan dampaknya terhadap perilaku sosial ekonomi.
“Motivasinya sederhana karena ini isu kemanusiaan yang cukup viral dan berdampak ke perubahan perilaku konsumen,” ujarnya.
Menurutnya skripsi ini menyoroti pola perilaku perpindahan merk akibat konten di platform digital.
“Skripsi ini meneliti pola perilaku perpindahan merk yang terjadi akibat konten-konten BDS di platform digital, karena platform digital menjadi media paling besar dan berpengaruh dalam keputusan pembelian,” ungkapnya.
Salsabiela menambahkan bahwa nilai suatu produk dalam menyikapi isu kemanusian seringkali menjadi pertimbangan konsumen.
“Ketika terlalu banyak pilihan produk sejenis di pasar, nilai atau value produk tersebut dalam menyikapi isu kemanusian (Palestine) juga menjadi pertimbangan konsumen dalam berbelanja,” imbuhnya.
Dalam penelitiannya Salsabiela menemukan fakta bahwa perilaku brand switching bisa dipengaruhi perbedaan latar belakang budaya dan religiusitas.
“Ternyata responden melakukan brand switching dengan intensi berbeda tergantung latar belakang budaya dan religiusitas,” jelasnya.
Salsabiela mengatakan dalam penelitiannya menggunakan responden dari kalangan mahasiswa luar negeri.
“Subjek utama dipilih dari mahasiswa York College karena mereka melakukan boikot dan brand switching pada produk tertentu,” tuturnya.
Hal tersebut didapatkannya karena pernah menempuh pendidikan selama satu semester di York College of Pennsylvania melalui Beasiswa MOSMA.
“Kebetulan saya pernah berkuliah disana selama 1 semester dari program beasiswa MOSMA dan itu memudahkan saya mencari responden Luar Negeri dengan latar belakang yang kontras,” jelasnya.
Salsabiela mengaku kesulitan ketika mengolah data yang akan digunakan dalam penelitiannnya.
“Menurut saya, kesulitannya ada pada mengolah data dengan thematic analysis lalu disusun menggunakan PPM Theory,” ungkapnya.
Ia memakai strategi dengan menyusun pertanyaan yang menstimulus jawaban responden.
“Pertanyaan disusun sedemikian rupa guna menstimulus jawaban dari para responden, lebih memudahkan saya dalam melakukan analisis data,” katanya.
Dengan kendala yang dirasakannya selama pengerjaan skripsi, Salsabiela tidak menyangka bahwa mendapatkan predikat skripsi terbaik tingkat universitas.
“Jujur dari awal saya tidak terlalu berharap, sebab dalam proses pengerjaan sempat stuck selama sekian minggu,” ujarnya.
Ia pun berterima kasih kepada oang tua, dosen pembimbing, dan teman-teman terdekatnya yang telah menemaninya selama pengerjaan skripsi.
“Yang pasti support orang tua, dosen pembimbing saya serta teman-teman terdekat yang selalu menemani dan saling memberi semangat,” katanya di penghujung wawancara.