By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: 5 Manfaat Jadi Mahasiswa Rantau
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
ArtikelLifestyleMilenial

5 Manfaat Jadi Mahasiswa Rantau

Last updated: 19 Juni 2024 5:03 pm
Nita Putri Aprilyani
Published: 19 Juni 2024
Share
SHARE
Mahasiswa rantau, Manfaat merantau, Manfaat jadi mahasiswa rantau, Anak rantau, Budaya merantau
Ilustrasi seorang mahasiswa (istockphoto.com)

Merantau bukanlah kata asing di kalangan mahasiswa, memilih untuk kuliah dan hidup di tempat baru sudah menjadi budaya mahasiswa. Tak sedikit pelajar di Indonesia memilih untuk merantau guna menggapai cita-citanya.

Contents
1. Lebih mandiri2. Kemampuan manajemen yang baik3. Memahami arti hidup4. Lebih bersyukur5. Menghargai keberadaan keluarga

Meninggalkan kebiasaan dan memulai kehidupan baru kiranya kalimat yang cocok untuk mewakili mahasiswa rantau. Mereka juga harus mempunyai pertahanan yang kuat untuk menghadapi hal tak terduga.

Hidup di lingkungan, budaya, dan peraturan yang baru mengharuskan diri untuk beradaptasi, mampu menyesuaikan diri saat berbicara dan bersikap serta berbaur dengan masyarakat sekitar.

Di bawah ini Amanat.id telah merangkum lima manfaat merantau.

1. Lebih mandiri

Mahasiswa yang hidup di perantauan tidak lagi bergantung kepada keluarga maupun teman, melakukan semuanya sendiri bahkan ketika sakit pun merawat diri sendiri. Artinya, mereka sudah hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

Sikap mandiri bisa dikategorikan menjadi dua, mandiri secara materi dan mandiri secara kepribadian. Mandiri materi adalah mampu mengelola kebutuhan hidup tanpa bergantung pada siapa pun. Sedangkan mandiri secara pribadi adalah mampu untuk mengatur hidup, menangani masalah, dan percaya kepada diri sendiri.

2. Kemampuan manajemen yang baik

Di rumah, semua aktivitas biasanya berjalan teratur, ada keluarga yang mengingatkan dan memberi perhatian kepada segala aktivitas yang dijalankan.

Lain halnya ketika hidup di perantauan, mahasiswa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Mahasiswa rantau wajib memiliki kemampuan mengatur segala kegiatan miliknya dengan mandiri.

Selain itu, hal yang riskan terjadi adalah ketika tidak bisa mengatur waktu dan keuangan dengan baik, karena keduanya adalah hal penting agar bisa bertahan di perantauan.

Dengan memperhitungkan keuangan yang dibutuhkan, diri akan terlatih untuk menerapkan manajemen keuangan agar tetap seimbang.

3. Memahami arti hidup

Serba-serbi merantau membawa cerita menarik ke dalam hidup mahasiswa. Menjalani hidup yang tidak sesederhana kuliah, makan, tidur saja. Harus bisa melawan rasa malas, insecure, takut tertinggal, dan perasaan negatif yang hadir selama hidup sebagai mahasiswa.

Tidak ada tempat bersandar selain percaya pada diri sendiri. Rasa cemas dan khawatir selalu muncul di tengah perjalanan, mengingat orang-orang tersayang yang mendukung dan memberi harapan penuh terhadap kita.

Mulai memahami bahwa hidup ini sangat berarti bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan orang terdekat. Di saat masa sulit datang, teman dan keluarga bisa saja memberikan bantuan, semangat, dan dukungan.

Namun, tetap saja diri yang mampu mengendalikannya, dengan tujuan, harapan, dan impian menjadi motif hidup yang sebenarnya.

4. Lebih bersyukur

Hidup di daerah orang dengan segala fasilitas dan kebutuhan yang terpenuhi memunculkan rasa syukur dalam diri. Hari-hari menjadi anak rantau dengan mensyukuri hal sekecil apa pun, sekedar kotak nasi yang didapat di acara pengajian saja sudah membuat hati merasa senang.

Banyak hal-hal yang membuka mata dan pikiran, sehingga menimbulkan rasa syukur. Hidup di lingkungan asing dan mendapat teman baru, suasana baru, makan dan minum bisa terpenuhi, fasilitas kuliah memadai, rasanya bagaikan menjadi mahasiswa yang sangat beruntung.

5. Menghargai keberadaan keluarga

Keluarga adalah bagian terpenting dalam diri seseorang, tempat menampung segala permasalahan yang ada dan tempat kembali ketika berada di tengah problematik kehidupan.

Mungkin ketika berada di satu ruang bersama keluarga akan terasa biasa. Namun, akan berbeda rasanya saat jauh dan tidak satu atap lagi. Rasa kehilangan dan kesepian seketika menerpa.

Momen seperti inilah yang menjadikan peran keluarga sangat berharga ketika menjadi mahasiswa rantau. Sikap tak acuh seketika hilang di perantauan, sejalan dengan rasa menghargai keberadaan keluarga pada hidup kita.

Nita Putri A.

Korupsi dan Supremasi Hukum
Stoisisme: Filsafat Romawi Penangkal Depresi
Was-was dengan Kesuksesan Sendiri? Hati-hati Impostor Syndrome
Kampus dalam Belenggu Rekor
Giant Sea Wall, Solusi atau Jalan Pintas Atasi Rob?
TAGGED:anak rantaubudaya merantauhidup mandirimahasiswa rantaumanfaat jadi mahasiswa rantaumanfaat merantau
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Sosok

Sempat Koma, Tak Halangi Tri Rahayu Raih Wisudawan Terbaik FITK

Nur Aeni Safira
29 Januari 2020
Menumbuhkan Kembali Kesadaran Sosial Distancing
Mahasiswa KPI UIN Walisongo Wakili Jateng di Grand Final Beauty Muslimah Indonesia
Zaman Sampah Visual
Tuan Senja
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: 5 Manfaat Jadi Mahasiswa Rantau
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: 5 Manfaat Jadi Mahasiswa Rantau
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?