By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Enggan Melihat Orang Lain Lebih Maju? Waspada Crab Mentality!
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
ArtikelMilenial

Enggan Melihat Orang Lain Lebih Maju? Waspada Crab Mentality!

Last updated: 25 Mei 2022 8:37 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 25 Mei 2022
Share
SHARE
Crab Mentality
Ilustrasi Crab Mentality (Tagar.id)

Dalam sebuah ember kosong, teman saya menaruh beberapa kepiting di dalamnya. Namun, tak berselang lama, kepiting itu mulai berebut keluar dari ember. Beberapa kepiting terlihat mencapai permukaan. Di satu sisi, kepiting yang lain berusaha menarik kembali kepiting yang telah mencapai permukaan dan hampir keluar dari ember. Akhirnya, kepiting itu kembali terjatuh.

Apa yang terjadi pada kepiting itu, seolah menjadi gambaran yang menampar realitas sosial kita. Kita tak ubahnya kepiting yang selalu menarik kepiting lain ketika mencapai keberhasilan dalam hidup. Sebagai manusia yang dibekali akal pikiran dan hati, kita justru seringkali terjebak dalam kondisi sosial semacam ini. Disadari atau tidak, kita telah terjerumus dalam sikap saling menjatuhkan.

Munculnya sikap saling menjatuhkan ini, dalam psikologi dikenal sebagai crab mentality. Mengutip jurnal berjudul The Crabs in a Bucket Mentality in Healthcare Personnel: A Phenomenological Study, crab mentality adalah pola perilaku ketika orang berusaha untuk menggerogoti orang lain yang performanya lebih baik daripada mereka.

Karakter mentalitas kepiting bukanlah perilaku tidak biasa yang jarang ditemui di kehidupan sehari-hari. Mentalitas kepiting dapat terjadi ketika lingkungan seseorang tidak mendukung untuk berkembang, baik dalam bentuk menjatuhkan melalui meremehkan, mengkritik di publik, dan memanipulasi.

Orang yang mempunyai mental kepiting selalu merasa dirinya paling hebat, paling pintar, dan paling bisa segala hal. Padahal kenyataannya ada banyak orang yang lebih hebat daripada dirinya di berbagai belahan dunia.

Kita hanya bisa melihat seseorang dari luarnya saja, tapi kita tak tau seberapa besar usaha mereka untuk terus berkembang. Bisa jadi usaha mereka lebih besar dari kita. Maka dari itu, tak perlu ada rasa “paling segalanya”.

Jika kita membiarkan rasa “paling segalanya” menetap dalam diri, maka dikhawatirkan akan sering meremehkan orang lain sehingga hal ini bisa melukai hatinya.

Orang yang mempunyai mental kepiting selalu mencari kesalahan orang lain. Ia merasa hebat dan tak mau ada yang menyaingi, jadi ia mengulik kesalahan orang lain walau sekecil apapun. Padahal ketika dipikirkan matang-matang, mencari kesalahan orang lain adalah hal yang sangat melelahkan dan menghabiskan waktu. Alangkah baiknya jika diganti dengan evaluasi diri.

Parahnya, orang bermental kepiting sulit mengakui kesalahan dirinya. Hal ini lantaran pola pikir mereka telah tertanam bahwa dirinya adalah paling hebat. Menurutnya, orang hebat tidak pernah melakukan kesalahan. Padahal, hidup tanpa kesalahan adalah sebuah kemustahilan.

Penulis:  Revina Annisa Fitri

4 Poin Tuntutan DEMA dan SEMA UIN Walisongo dalam Audiensi Bersama WR 3
Beredar Informasi Kembalinya Sistem Parkir Berbayar di UIN Walisongo, Kabag Umum: Masih Wacana
Berikan 6 Pertimbangan Ini, Agar Adik SMA Kalian Tak Salah Ambil Jurusan
Abdul Hakim, Alumni Amanat Juara 1 Anugerah Jurnalistik Baznas 2022
UIN Walisongo Resmi Lepas 609 Wisudawan Periode November 2022
TAGGED:Crab Mentalitymilenialuin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Detak Asing Bergerincing, Sastra Soeket Teki, Puisi Soeket Teki, SKM Amanat, Puisi SKM Amanat
PuisiSastra

Detak Asing yang Bergerincing

Redaksi SKM Amanat
23 November 2025
Didampingi Tim Medis, Maba Penyandang Disabilitas Leluasa Ikuti Keseruan PBAK 2023
SKM Amanat Adakan Peluncuran Majalah Soeket Teki dan Dialog Sastra bersama Ahmad Tohari
Pemilwa 2023 Dibuka! KPM UIN Walisongo Siapkan Strategi Cegah Kecurangan dan Kerusuhan
The Chainsmokers Actually Make a Great Nickelback Cover Band
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Enggan Melihat Orang Lain Lebih Maju? Waspada Crab Mentality!
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Enggan Melihat Orang Lain Lebih Maju? Waspada Crab Mentality!
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?