By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Demo Pembatalan Wajib Ma’had, Mahasiswa UIN Walisongo Lempar Nasi Basi di Rektorat
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoVaria Kampus

Demo Pembatalan Wajib Ma’had, Mahasiswa UIN Walisongo Lempar Nasi Basi di Rektorat

Last updated: 9 Agustus 2023 5:57 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 9 Agustus 2023
Share
SHARE
Wajib Ma'had, Ma'had UIN Walisongo, UIN Walisongo
Salah satu mahasiswa UIN Walisongo sedang berorasi di depan Gedung Rektorat Kampus 3, Rabu (8/9/2023). (Dok. Amanat).

Amanat.id- Menindaklanjuti beberapa permasalahan wajib ma’had, Aliansi Mahasiswa Walisongo (AMW) bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar Aksi “Kosongkan Ma’had Geruduk Rektorat” di depan Gedung Rektorat Kampus 3, Rabu (9/8/2023).

Terdapat beberapa serangkaian aksi pada kejadian tersebut, seperti penyegelan gedung rektorat, pembakaran ban, dan pelemparan nasi basi.

Ketua DEMA UIN Walisongo, M. Faris Balya mengatakan bahwa aksi pelemparan nasi basi tersebut bertujuan untuk menyadarkan pihak Rektorat.

“Agar para pimpinan tahu bahwa inilah nasi-nasi yang diberikan kepada mahasiswanya. Apakah mereka bisa menilai ini nasi yang layak dimakan atau tidak?” tuturnya.

Wajib Ma'had, Ma'had UIN Walisongo, UIN Walisongo
Nasi basi yang akan dilempar ke depan pintu Rektorat UIN Walisongo, Rabu (8/9/2023). (Dok. Amanat).

Ketua SEMA UIN Walisongo, Sholihul Muafiq menuturkan, aksi pelemparan nasi basi ditujukan karena ketidakseriusan pihak kampus dalam membuat kebijakan per-ma’had-an.

“Aksi ini menggambarkan bahwa UIN Walisongo tidak serius dalam membuat program kebijakan ma’had bagi mahasiswa baru,” ucap Sholihul.

Menurut Zaiful Fauzan, pelemparan nasi basi tersebut ditujukan untuk menyadarkan pihak birokrasi terkait kebijakan wajib ma’had.

“Pelemparan nasi basi dilakukan dengan tujuan Pimpinan Rektorat mengetahui bahwa nasi basi itu tidak layak dimakan, khususnya bagi mahasiswa Ma’had Al-Jami’ah,” ujar anggota DEMA Fakultas Dakwah (FDK) tersebut.

Ia pun berharap agar terdapat perubahan kebijakan mengenai kondisi ma’had saat ini.

“Kita berharap, para pimpinan bisa memperbaiki kateringnya, tetapi konteks terbesarnya adalah pembatalan kewajiban ma’had,” harapnya.

Reporter: Rizki Gojali
Editor: Fathur

Kisah Retno Manggali dan Calon Arang, Bentuk Cinta Ibu dengan Anaknya
Diwarnai dengan Joget, Aksi Kekecewaan Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengah
Tim Tari Gandhes Luwes Raih Juara dalam Gelar Karya Se-Kota Semarang
Terbiasa Atur Target dari MA, Nurul Fajriatussaadah Raih Wisudawan Terbaik FEBI
3 Cara Hindari Dengki di Bulan Ramadan
TAGGED:aksi geruduk rektoratkeresahan wajib ma'hadMa'had uin walisongopelemparan nasi basiuin walisongowajib ma'had
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Lewat Webinar, PCINU Yaman Serukan Sikap Pasrah dan ‘Ngalah’ dalam Moderasi Beragama

Tri Beby Sari
11 November 2020
Monolog Musikal ‘Srintil’, Perpaduan Tiga Mantra Seni dalam Satu Pementasan
Lantik Ketua Dema dan UKM, Suparman Janji Akan Adakan Raker Bersama
Tabloid SKM Amanat Edisi 100 Tahun 2004
Kampanyekan Kekerasan Seksual di Kampus, Dema FSH Adakan Paper Mob
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Demo Pembatalan Wajib Ma’had, Mahasiswa UIN Walisongo Lempar Nasi Basi di Rektorat
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Demo Pembatalan Wajib Ma’had, Mahasiswa UIN Walisongo Lempar Nasi Basi di Rektorat
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?