By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: 3 Tips Kendalikan Quarter Life Crisis
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Ilustrasi Quarter Life Crisis. (Pixabay)
Ilustrasi Quarter Life Crisis. (Pixabay)
ArtikelLifestyleMilenial

3 Tips Kendalikan Quarter Life Crisis

Last updated: 23 September 2022 7:38 pm
Nurul Fitriyanti
Published: 23 September 2022
Share
SHARE
Ilustrasi Quarter Life Crisis. (Pixabay)
Ilustrasi Quarter Life Crisis. (Pixabay)

Setelah melewati masa pubertas dan mulai menyadari berbagai realita hidup, pada dasarnya, menjadi dewasa tentu bukanlah hal yang mudah. Fase ini dinamakan Quarter Life Crisis (QLC).

Quarter life crisis atau krisis seperempat abad merupakan suatu periode saat seseorang mulai menginjak usia 18–30 tahun. Pada usia ini, manusia akan mulai menjalani kehidupan yang sebenarnya karena akan ada tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya dan dibebankan pada setiap individu.

Umumnya, kekhawatiran ini meliputi masalah relasi, percintaan, karier, ekonomi, dan kehidupan sosial lainnya. Nantinya, perasaan bingung, hilang arah, dan gelisah akan ketidakpastian kehidupan di masa mendatang akan muncul secara bersamaan jika tidak dikendalikan.

Media sosial seperti LinkedIn, telah melakukan sebuah survei bahwa 75% orang yang berusia 25-33 tahun, mengaku pernah mengalami quarter life crisis.

Sebenarnya, masa quarter life crisis menjadi suatu hal yang wajar. Namun, fase ini juga tidak bisa dianggap remeh, karena bila tidak dihadapi dengan bijak, quarter life crisis bisa berubah menjadi stres, depresi, hingga memicu untuk mengakhiri hidup.

Pasalnya, berbagai riset telah menunjukkan jika terdapat sekitar 1,5 juta orang di seluruh dunia lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya pada tahun 2020. Di Indonesia, jumlah kasus kematian akibat bunuh diri diperkirakan mencapai 9.000 kasus setiap tahun dan rata-rata sebab mendasarnya adalah depresi.

Dalam hal ini, quarter life crisis harus ditangani dengan tepat agar tidak banyak orang yang kehilangan arah dalam menjalani hidup.

Cara Kendalikan Quarter Life Crisis (QLC)

Ada tiga hal dasar yang bisa dilakukan untuk menghadapi quarter life crisis, antara lain:

1. Mengenali Diri Sendiri

Memahami dan mengenali diri sendiri menjadi kunci penting dalam hidup. Sebelum dihadapkan dengan berbagai pilihan, tentu kita harus mengetahui apa yang menjadi kemampuan, keinginan, kegemaran, dan kesedihan diri sendiri yang pastinya tidak diketahui oleh orang lain.

Setelah bisa membedakan semua itu, pasti tujuan dari mengenali diri sendiri adalah memperoleh ketenangan hati. Dennis Novack dari Drexel University Collage of Medicine mengatakan “Jika molekul-molekul dalam tubuh kita responsif terhadap lingkungan psikologis kita. Kaum bijak mengajarkan bahwa hati dan pikiran yang tenang akan menuntun kita menuju solusi terbaik untuk masalah apapun.”

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanya akan membuang waktu dan membuat kita semakin khawatir. Alih-alih memikirkan kehidupan orang lain, cobalah mulai mencari tahu apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup.

2. Membuat Rencana Hidup

Setelah kita tahu keinginan dan tujuan kita, tentu membuat rencana kehidupan menjadi poin selanjutnya. Tidak mungkin jika kehidupan kita hanya mengalir seperti air begitu saja, bahkan air yang mengalir pun tidak selamanya tenang, apalagi kehidupan.

Wujudkan satu per satu keinginan yang sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan hanya berfokus pada target hidup, tetapi nikmati setiap prosesnya dengan rasa bahagia. Perlahan, tanpa kita sadari, hal-hal kecil ini akan membuat hidup lebih menyenangkan.

Dalam buku Respect Yourself karya Patricia Spadaro mengatakan bahwa “Kita tidak akan pernah menemukan kedamaian jika hanya dengan meratapi masa lalu atau menerka-nerka masa depan.”

3. Menjadi Lebih Produktif

Perlu dipahami bahwa salah satu keterampilan yang paling berharga dan wajib kita miliki adalah manajemen waktu yang efektif.

Apabila kita tidak mengelola waktu dengan baik, dapat dipastikan bahwa kita tidak akan mencapai tujuan yang direncanakan dan akan selalu larut dalam rasa cemas serta kekhawatiran. Menjadi pribadi yang produktif tentu tidak mudah, tetapi jika kita sudah memiliki rencana kehidupan, produktif menjadi suatu keharusan.

Orang yang produktif memiliki kebiasaan positif dan dapat mendorong semangat hidup mereka demi mencapai apa yang diinginkan. Dengan menjadi pribadi yang produktif, maka quarter life crisis tidak akan terasa berat karena kita fokus dengan pengembangan diri sendiri.

Jadi, jika fase quarter life crisis yang kita hadapi saat ini dapat diatasi dengan tepat, tentu kita akan terhindar dari kesakitan sosial dan psikologis. Dengan begitu, kecemasan, ketakutan dan kekhawatiran di masa depan akan teratasi secara tepat.

Nurul Fitriyanti

Fixed Mindset vs Growth Mindset, Mana yang Harus Dimiliki?
5 Makanan Pemicu Jerawat
Ingin Tetap Produktif Selama Social Distancing, Berikut 5 Tipsnya
Giant Sea Wall, Solusi atau Jalan Pintas Atasi Rob?
Rokok Itu Menenangkan atau Mematikan
TAGGED:Artikel psikologiQuarter life crisisTips of life
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Berangkat Dari Hobi, Atlet FDK Sabet Dua Emas di Cabang Lomba Poster

Redaksi SKM Amanat
23 September 2018
Bagikan Tips saat Mendaftar Beasiswa, Genbi UIN Walisongo Adakan Sosialisasi
Tiga LPM di Semarang Raih Penghargaan Bergengsi ISPRIMA 2019
Aksi Kamisan Semarang Tolak KUHAP Baru, Kritik Melonjaknya Kewenangan Aparat
12 Buku Karya Mahasiswa Pendidikan Matematika Diluncurkan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: 3 Tips Kendalikan Quarter Life Crisis
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: 3 Tips Kendalikan Quarter Life Crisis
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?