By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: KPM Nilai Minimnya Pendidikan Politik Picu Banyaknya Calon Tunggal di Pemilwa 2024
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pemilwa, Pemilwa UIN Walisongo, DEMA UIN Walisongo, KPM UIN Walisongo, UIN Walisongo, Pemilwa 2024
Dua calon Ketua dan Wakil Ketua DEMA UIN Walisongo sedang berdebat di Gedung Auditorium II Kampus 3, Selasa (24/12/24). (Amanat/Niliyal).
UIN WalisongoVaria Kampus

KPM Nilai Minimnya Pendidikan Politik Picu Banyaknya Calon Tunggal di Pemilwa 2024

Last updated: 26 Desember 2024 2:06 am
Rizki Gojali
Published: 25 Desember 2024
Share
SHARE
Pemilwa, Pemilwa UIN Walisongo, DEMA UIN Walisongo, KPM UIN Walisongo, UIN Walisongo, Pemilwa 2024
Dua calon Ketua dan Wakil Ketua DEMA UIN Walisongo sedang berdebat di Gedung Auditorium II Kampus 3, Selasa (24/12/24). (Amanat/Niliyal).

Amanat.id- Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) untuk Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA-F) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo banyak diisi oleh calon tunggal, Senin (23/12/2024).

Contents
Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK)Fakultas Sains dan Teknologi (FST)Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK)Fakultas Syariah dan Hukum (FSH)Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM)Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)

Beberapa HMJ dan DEMA-F yang diketahui memiliki calon tunggal:

Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK)
  1. DEMA FDK
  2. HMJ Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)
  3. HMJ Manajemen Dakwah (MD)
  4. HMJ Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)
  5. HMJ Manajemen Haji dan Umrah (MHU)
  6. HMJ Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
Fakultas Sains dan Teknologi (FST)
  1. DEMA FST
  2. HMJ Biologi
  3. HMJ Kimia
  4. HMJ Fisika
  5. HMJ Matematika
  6. HMJ Teknologi Informasi
  7. HMJ Teknik Lingkungan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)
  1. DEMA FEBI
  2. HMJ Akuntansi
  3. HMJ Perbankan Syariah
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK)
  1. DEMA FITK
  2. HMJ Pendidikan Guru dan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
  3. HMJ Pendidikan Bahasa Inggris (PBI)
  4. HMJ Pendidikan Islam Anak dan Usia Dini (PIAUD)
Fakultas Syariah dan Hukum (FSH)
  1. DEMA FSH
  2. HMJ Ilmu Falak
  3. HMJ Hukum Pidana Islam
Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM)
  1. DEMA FUHUM
  2. HMJ Aqidah dan Filsafat Islam (AFI)
  3. HMJ Studi Agama-Agama (SAA)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)
  1. DEMA FISIP
  2. HMJ Ilmu Politik

Dalam Undang-Undang (UU) Mahasiswa UIN Walisongo Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pemilihan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang tidak disebutkan secara jelas tentang aturan ataupun hasil dari adanya calon tunggal, baik untuk HMJ ataupun DEMA-F.

Menanggapi banyaknya calon tunggal di Pemilwa UIN Walisongo 2024, Pengamat Politik UIN Walisongo Kholidul Adib mengatakan adanya calon tunggal mengindikasikan rendahnya demokrasi.

“Calon tunggal mengurangi demokrasi karena minimal dua calon,” katanya saat diwawancarai langsung ketika menjadi panelis di Debat Kandidat DEMA UIN Walisongo, Selasa (24/12).

Menurutnya ketika ada calon tunggal seharusnya tetap memiliki lawan, setidaknya kotak kosong.

“Lawan kotak kosong, tapi kembali lagi dengan aturannya,” ucapnya.

Adib menyebutkan harus ada perbaikan peraturan untuk mengatur calon tunggal di Pemilwa UIN Walisongo.

“Ke depannya mungkin harus diperbaiki, jika ada calon tunggal minimal lawan kotak kosong,” katanya.

Ketua Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) UIN Walisongo, Muhammad Ridho Amrullah menjelaskan bahwa ada kemungkinan kotak kosong dapat menang di Pemilwa UIN Walisongo 2024.

“Jika yang menang kotak kosong maka kemudian melalui sidang istimewa oleh SEMA. Dengan ketentuan akan dilakukan pemilihan ulang terlebih dahulu,” ucapnya, Rabu (25/12).

Ia mengatakan pendidikan politik yang kurang menjadi penyebab partisipasi politik mahasiswa menurun.

“Partai hanya berfungsi satu bulan pada waktu proses pendaftaran calon. Jadi, mereka tidak melakukan pendidikan politik atau mengatakan jangan kotak kosong,” katanya, Selasa (24/12).

Menurutnya partai harus memberikan pendidikan politik secara giat tidak hanya mendekati Pemilwa UIN Walisongo.

“Alangkah baiknya partai melakukan pendidikan politik tidak hanya satu bulan sebelum pencoblosan atau pendaftaran,” ucapnya.

Dengan begitu, menurut Ridho, calon yang diusung akan memiliki kompetensi yang mumpuni.

“Tidak cuma memasang orang yang mungkin dirasa itu kader yang militan, tapi seharusnya semuanya dipasang, entah dari partai A, B, atau C. Semua harus ikut berkontestasi dan berorganisasi,” jelasnya.

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Falak, Jaya mengatakan kurang demokrasi jika hanya ada calon tunggal.

“Kalau tungggal begitu jiwa demokrasinya agak lemah karena calonnya hanya satu,” tuturnya.

Menurutnya banyak faktor yang menjadi penyebab banyaknya calon tunggal di Pemilwa UIN Walisongo 2024.

“Mungkin penyebabnya kebanyakan mahasiswa sadar tidak cocok menjadi pemimpin atau mungkin ada faktor orang belakang yang mengusulkan, atau mungkin dari partai sendiri mungkin,” jelasnya.

Begitu juga dikatakan oleh Agus (nama samaran) bahwa dengan adanya calon tunggal tidak ada persaingan untuk mendapatkan inovasi.

“Sejatinya dengan calon lebih dari satu hal tersebut bisa melahirkan inovasi dan gagasan dari masing-masing kandidat untuk kemajuan organisasi,” katanya.

Ia sangat menyayangkan demokrasi yang digaungkan mahasiswa tidak diterapkan dengan baik kepada lingkungan kampus sendiri.

“Fenomena ini sangat disayangkan. Demokrasi yang seharusnya digaungkan oleh para mahasiswa justru dimatikan dan dikendalikan oleh beberapa oknum dalam kampus kita,” ucapnya.

Agus mengkhawatirkan adanya calon tunggal tidak merepresentasikan pendapat mahasiswa secara keseluruhan.

“Hal ini juga bisa berimbas pada para mahasiswa. Apakah calon tunggal itu bisa merepresentasikan dan dapat membawa perubahan,” ujarnya.

Ia berharap adanya calon tunggal tidak menurunkan semangat demokrasi di kampus.

“Mungkin seharusnya dari KPM atau organisasi yang berwenang bisa membuat aturan jika kotak kosong atau suara yang tidak memilih lebih banyak dari pemilih calon tunggal tersebut bisa dipertimbangkan apakah ia sah menang atau tidak,” jelasnya.

Reporter: Gojali

Visit UKM-U Berbarengan Konser Musik, DEMA UIN Walisongo: Sudah Sesuai Rundown
Mahasiswa PPG Beri Kesan Pesan Ikuti Pengukuhan Guru Profesional UIN Walisongo
PBAK 2022 Tinggal Menghitung Hari, Sejauh Mana Persiapannya?
Gelar Aksi “Rakyat Ngaliyan Menggugat”, AMW Respons Laka Maut Beruntun
Ini Alasan Yel-yel UKT Mahal Menggema di GSG
TAGGED:dema uin walisongokpm uin walisongopemilwapemilwa 2024pemilwa uin walisongouin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Minim Persiapan, Tim Futsal Putra IMPARA Juara I Piala Orda Walisongo (POW) 2018

Mohammad Iqbal Shukri
15 April 2018
Kabar Gembira! Pendaftaran Wisuda UIN Walisongo Periode Februari 2026 Diperpanjang
Yang Terjadi Saat Anak dan Orangtua Bergosip
13 Konfigurasi Mob Genwa 2017 Raih Rekor Muri
Menakar Kekuatan Oposisi Pasca Pemilu 2019
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: KPM Nilai Minimnya Pendidikan Politik Picu Banyaknya Calon Tunggal di Pemilwa 2024
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: KPM Nilai Minimnya Pendidikan Politik Picu Banyaknya Calon Tunggal di Pemilwa 2024
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?