By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: MJO Dalang di Balik Drama Banjir Semarang
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Esai

MJO Dalang di Balik Drama Banjir Semarang

Last updated: 19 Maret 2024 8:58 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 19 Maret 2024
Share
SHARE
MJO, Madden Julian Oscillation. Banjir, Banjir Semarang, MJO penyebab banjir, MJO penyebab curah hujan tinggi
Tiga orang anak kecil berdiri di depan rumah yang terendam banjir di Tambakrejo, Semarang, Senin (18/4/2024). (Amanat/Kumala).

Banjir yang memblokade sebagian wilayah kota Semarang beberapa hari terakhir ini menjadi dilema hingga membuat masyarakat yang terdampak kesusahan.

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan meningkatnya volume air hingga membuat air menggenangi rumah warga. Sungai dan tanggul juga sudah tidak mampu menahan volume air yang makin bertambah. Daerah resapan di daerah kota juga semakin berkurang akibat dari pembangunan secara terus menerus.

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa ada beberapa alasan banjir di Semarang. Selain akibat dari penurunan wilayah secara berkala, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga merupakan penyebab terjadinya banjir di Semarang.

MJO adalah hasil analisis dua orang ilmuwan yang bernama Rolland Madden dan Paul Julian dari American National Centre for Atmospheric Research (NCAR). Dijelaskan dalam jurnalnya, keduanya menemukan secara tiba-tiba suatu gelombang yang terjadi dari barat ke timur dengan periode osilasi selama 40-50 hari ketika menganalisis anomali zona angin di daerah tropis Pasifik pada tahun 1971.

Rolland dan Paul menggunakan data hasil pencatatan 10 tahunan tekanan di Kanton (pada 2,8°S di Pasifik) dan angin upper level di Singapura. Osilasi permukaan dan angin upper level kemudian berakhir di Singapura. Hingga di awal tahun 1980-an, penelitian terbayar sudah dengan osilasi, yang kini terkenal sebagai MJO.

MJO memengaruhi troposfer pada atmosfer dan bergerak dari Samudra Hindia ke Samudra Pasifik. Fenomena MJO ini memiliki delapan fase yang berlangsung kurang lebih 30-60 hari tiap siklusnya. Fase pertama, peningkatan curah hujan (konveksi) berkembang di atas Samudra Hindia sebelah barat. Fase kedua dan ketiga, Peningkatan konveksi (curah hujan) bergerak secara perlahan ke arah timur di atas Afrika, Samudra Hindia, dan beberapa area di sub kontinen Hindia.

Fase keempat dan kelima, Peningkatan konveksi (curah hujan) mencapai kontinen maritim. Fase keenam hingga terakhir, Peningkatan konveksi (curah hujan) bergerak lebih jauh ke timur ke arah barat Pasifik dan berakhir di tengah Pasifik untuk kemudian memulai lagi fase MJO berikutnya.

Jika dilihat dari letak geografisnya, Indonesia termasuk ke dalam kontinen maritim yang terletak di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Hal inilah yang menyebabkan beberapa daerah di Indonesia mengalami cuaca yang sangat ekstrem.

MJO memasuki wilayah Indonesia melalui Sumatera dan menjalar ke arah timur dengan intensitas yang lemah. Daerah yang paling berpotensi terkena cuaca ekstrem adalah daerah pesisir. Bertepatan dengan wilayah Semarang yang terletak di daerah pesisir, itulah yang kemudian Semarang mengalami peningkatan curah hujan yang tinggi disertai dengan angin kencang dan petir. Apalagi, saat ini kota Semarang juga mengalami kemerosotan tanah yang cukup signifikan. Kondisi inilah yang semakin memperburuk cuaca.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tidak hanya Kota Semarang yang mengalami hal tersebut. Wilayah di sekitarnya juga mengalami hal yang sama, seperti Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Sebagian Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan.

Penulis: Dwi Khoiriyatun
Editor: Eka R.

Mencari Kebenaran dalam Bongkahan Mitologi
Perihal Orang Bodoh yang Tidak Mau Mengakui Kebodohannya
Raih Keseimbangan dengan Ekonomi Hijau
Kesadaran Menulis dari Perjumpaan dengan Soesilo Toer
Tradisi Lebaran, Dari Baju Baru Hingga Ketupat dan Opor Ayam yang Harus Ada
TAGGED:banjir semarangfenomena mjomadden julian oscillationmjopenyebab banjir semarangpenyebab curah hujan tinggi
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Lucky saat menyampaikan materi di Lantai 2 Auditorium I Kampus 1 UIN Walisongo, Selasa (31/05/2022). (Amanat/Nuke)
OrmawaVaria Kampus

Wujudkan Kader Loyal dan Profesional, Kopma UIN Walisongo Selenggarakan PMKK

Redaksi SKM Amanat
31 Mei 2022
Rektor Berharap Mahasiswa Asing Kerasan di Indonesia
Dugaan Plagiasi, Logo PBAK UIN Walisongo 2023 Banjir Komentar
Anomali Efisiensi Anggaran
Sheila On 7 akan Meriahkan Uincredible 2018 UIN Walisongo
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: MJO Dalang di Balik Drama Banjir Semarang
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: MJO Dalang di Balik Drama Banjir Semarang
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?