By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Anomali Efisiensi Anggaran
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Efisiensi Anggaran, Dampak Efisiensi Anggaran, Makan Bergizi Gratis, Pemangkasan Anggaran, Prabowo Subianto
Prabowo Subianto menggelar sidang paripurna bersama jajaran Kementerian Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/1/2025). (setneg.go.id).
Artikel

Anomali Efisiensi Anggaran

Last updated: 21 Februari 2025 10:58 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 21 Februari 2025
Share
SHARE
Efisiensi Anggaran, Dampak Efisiensi Anggaran, Makan Bergizi Gratis, Pemangkasan Anggaran, Prabowo Subianto
Prabowo Subianto menggelar sidang paripurna bersama jajaran Kementerian Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/1/2025). (setneg.go.id).

Pada 14 Februari 2025, Presiden Prabowo memerintahkan untuk melakukan pemangkasan anggaran pada beberapa kementrian dan lembaga, diikuti juga dengan pengurangan transfer ke daerah senilai Rp. 306 triliun. Aturan ini termaktub dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

Contents
Anomali efisiensiKonsisten menggemukkan rezim

Instruksi Presiden (Inpres) ini terdapat pada SK No. 194426 A hingga 194430 A yang dikeluarkan pada tanggal 22 Januari 2025 oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertempat di Jakarta dan berlaku sesuai tanggal dikeluarkan.

Pada kongres pembukaan Muslimat Nahdatul Ulama (NU) di Jawa Timur, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasannya memulai kebijakan efisiensi tersebut. Pengurangan anggaran ini ditujukan untuk memulai program prioritas pemerintah dan memperluas jangkauan Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Setidaknya ada sepuluh kementerian dan lembaga yang terkena dampak dari kebijakan pengurangan anggaran tersebut. Efisiensi tersebut mencakup pemotongan anggaran belanja oprasional kantor, belanja pemeliharaan, perjalanan dinas, bantuan pemerintah, pembangunan infrastruktur dan pengadaaan alat serta mesin. Mengutip dari laman tirto.id, terdapat setidaknya 11 kementerian dan lembaga yang terkena pengurangan anggaran:

  1. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
  2. Kementerian Keuangan
  3. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
  4. Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)
  5. Kementerian Pekerjaan Umum (PU)
  6. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)
  7. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)
  8. Kementerian Agama (Kemenag)
  9. Kementerian Komunikasi dan Digital
  10. Kementerian Sosial (Kemensos)
  11. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Anomali efisiensi

Di tengah pemangkasan anggaran di beberapa kementerian, terdapat sebuah anomali di dalamnya. Di mana Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengangkat staf khusus (Stafsus) baru. Pengangkatan ini menjadi kontroversi karena berada di tengah panasnya isu pemangkasan anggaran. Dari sebelas kementerian dan lembaga, Kemenhan sendiri tidak termasuk ke dalam kementerian yang tidak dipangkas anggarannya. Sontak hal tersebut menjadi tanda tanya di masyarakat karena Presiden Prabowo sendiri sangat akrab dengan Kemenhan, apalagi dirinya sempat menjadi Menteri Pertahanan.

Hal yang juga menjadi pembicaraan adalah pengangkatan Deddy Corbuzier sebagai salah satu Stafsus Kemenhan. Di mana sebelumnya Deddy Corbuzier juga dikenal sebagai salah satu influencer yang sangat getol mendukung Prabowo.

Seringkali, Prabowo memberikan jabatan kepada orang-orang yang telah mendukungnya dalam pilpres maupun setelah menjabat sebagai presiden. Sebut saja salah satunya adalah Raffi Ahmad yang juga sebelumnya diangkat menjadi Stafsus dalam bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Baru-baru ini pemerintah juga mengangkat Rudi Sutanto, seorang buzzer politik menjadi Stafsus di Kementrian Komunikasi dan Digital.

Dari situ lah, kebingungan-kebingungan bertambah perihal dari pengangkatan Stafsus baru di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang dibuat oleh Presiden Prabowo sendiri. Presiden Prabowo seakan memperbaiki citra pemerintahannya daripada mengkaji dan mengevaluasi secara menyeluruh dari kebijakan efisiensi anggaran tersebut.

Masyarakat meresponnya dengan rasa khawatir, beberapa sektor penting, seperti pendidikan, riset dan kesehatan terkena efisiensi, tetapi di lain sisi pemerintah terus menambah pejabat-pejabat yang bahkan terlihat tidak urgenitas.

Konsisten menggemukkan rezim

Di awal pemerintahannya, Presiden Prabowo mengumumkan adanya rencana untuk pemekaran Kementrian dan penambahan beberapa posisi jabatan. Wacana tersebut terlaksana dengan pembentukan Kabinet Merah Putih, dengan terdiri dari 112 pejabat, termasuk 48 menteri, 5 kepala badan, dan 59 wakil menteri. Secara langsung, ini menempatkannya sebagai kabinet terbesar dalam sejarah Indonesia.

Gemuknya kabinet yang dimiliki Prabowo, menimbulkan pertanyaan penting tentang bagaimana efisiensi anggaran dapat dicapai dalam situasi di mana struktural birokrasi yang diperluas. Dengan semakin banyaknya kementrian pasti akan menambah anggaran. Mulai dari pengadaan mobil dinas, gaji para staf pendukung, dan biaya penambahan fasilitas kantor.

Pemerintah seharusnya dapat bercermin dari langkah yang diambil Argentina. Mereka sukses melakukan efisiensi dengan pemangkasan jumlah kementrian yang ada. Hasilnya, pemerintah Argentina diperkirakan menghemat 6,4 miliar peso Argentina atau 99,3 miliar rupiah. Argentina menjadi contoh efisiensi anggaran yang sasarannya lebih tepat, di mana yang dipangkas adalah kementerian-kementerian yang dianggap kurang baik kinerjanya, bahkan Argentina mem-phk hampir 40.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dalam hal ini, Prabowo dapat menjadikan contoh pemangkasan anggaran Argentina dengan menyasar internal pemerintahan terlebih dahulu. Bukannya melakukan efisiensi terhadap kementerian-kementerian dan lembaga yang lebih penting dampaknya terhadap masyarakat karena hal tersebut terlihat mengorbankan rakyat demi kepentingan yang masyarakat pun tidak mengetahui untuk siapa kepentingan tersebut.

Penulis: Assyifa Imania F
Editor: Hikam Abdillah

Ketika Sibuk Dianggap Prestasi, Burnout Dinormalisasi
FoMo dan Ketakutan Kita Menghadapi Ketertinggalan Informasi
Perpustakaan UIN Walisongo Kembali Berlakukan Jam Operasional Hingga Hari Jumat
Kampanye Sesat Iklan iPad Pro
Mengenal Halalbihalal, Tradisi Islam yang Hanya Ada di Indonesia
TAGGED:dampak efisiensi anggaranefisiensi anggaranmakan bergizi gratispemangkasan anggaranprabowo subianto
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Avi Viqi Fatwa Kembali Menjuarai Lomba Lari 11K Solo Open UNS 2020

Syifa Mariyatul Kibtiyah
10 Maret 2020
Mahasiswa UIN Walisongo Jadi Korban Begal Hingga Alami Luka Bacok di Lengan Kirinya
Tabloid SKM Amanat Edisi 119 Tahun 2012
LP2M Tetapkan Dua Kabupaten untuk Lokasi KKN Reguler ke-73 UIN Walisongo
Tabloid SKM Amanat Sabet Gold Winner di Ajang ISMA 2024
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Anomali Efisiensi Anggaran
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Anomali Efisiensi Anggaran
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?