By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kesadaran Menulis dari Perjumpaan dengan Soesilo Toer
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Soesilo Toer (Dokumen Internet).
Esai

Kesadaran Menulis dari Perjumpaan dengan Soesilo Toer

Last updated: 20 Februari 2019 2:59 pm
Mohammad Iqbal Shukri
Published: 20 Februari 2019
Share
SHARE
Soesilo Toer (Dokumen Internet).

Kita sadar, bahwa dari kecil telah diajarkan bagaimana cara menulis. Dari cara menulis satu bentuk huruf abjad atau huruf hijaiyah (arab). Selain dari pengalaman waktu kecil, kita bisa melihat seorang anak balita, yang duduk dikelas satu Sekolah Dasar (SD), mereka belajar menulis dengan melihat contoh tulisan yang dituliskan oleh gurunya di papan tulis kemudian ia menirukannya. Meskipun begitu, kita tahu hasil tulisan balita dari meniru tersebut jauh dari kata sempurna. Ya, karena mereka baru awal belajar menulis.

Hal itu tidak jauh berbeda dengan proses dari seorang penulis, baik itu penulis artikel, esai, berita bahkan penulis buku sekali pun. Jika kita berharap tentang bagusnya tulisan padahal kita baru saja mengawalinya, pasti yang didapat adalah jauh dari kata harapan dan kesempurnaan. Namun, hal itu jangan dijadikan penghambat untuk terus berkreasi menyuarakan gagasan melalui tulisan. Tidak ada sesuatu yang instans, kecuali indomie, sarimi, dan kawanannya.

Yang sulit itu mengawali. Tetapi kesulitan-kesulitan pasti ada jalan untuk kembali pada kemudahan. Dalam hal membaca, saya pernah melihat quotes dari Mata Najwa (Duta Baca Buku) yang bertulis, “hanya cukup dengan satu buku untuk bisa gemar membaca”.

Ketika saya berkunjung ke rumah Soesilo Toer di Blora, adik dari Pramoedya ananta Toer, disela-sela obrolan, Ada sebuah kalimat yang dilontarkan beliau kepada saya. Dan, kalimat itu bisa jadi motivasi bahkan menjadi bagian dari penghinaan bagi saya.

Kalimat tersebut berisi tentang cara untuk mengawali dan supaya gemar untuk menulis. Dengan bunyi kalimatnya seperti ini, “Itu di luar rumah ada apa?” Soes bertanya, kemudian saya menjawabnya “Ada pohon dengan daun yang berjatuhan di bawahnya,” lantas Soes menanggapi lagi “Nah, itu kan sudah bisa jadi bahan tulisan,” kemudian dia tertawa (bahagia atau menghina, saya tak tahu).

Dari percakapan tersebut, saya sangat merasa bodoh. Tetapi, di situlah setelah saya pulang dari rumahnya, di perjalanan berpikir tentang pesan yang tersirat dari percakapan tadi. Sebuah motivasi atau penghinaan?
Bisa menjadi motivasi dengan alasan, dia menunjukkan cara yang paling sederhana untuk bisa mengawali menulis, dari apa yang kita lihat. Bisa jadi hinaan juga, karena dia menunjukkan kebodohan saya karena ketidakpekaan terhadap sekitar.

Masih banyak lagi, cara untuk mengawali menulis. Seperti buku Pergolakan Pemikiran Islam dari Ahmad Wahib, Catatan Seorang Demonstran oleh Soe Hok Gie. Yang mana buku-buku tersebut adalah buah karya dari catatan-catatan harian mereka.

Bukti-bukti nyata yang telah diajarkan diatas bisa menjadi motivasi kita untuk membiasakan menulis. Dengan cara menuliskan hal-hal kecil, namun tetap pada taraf dibiasakan atau secara terus menerus.
Tentang kualitas tulisan, tak perlu dipikirkan dan dijadikan beban. Namun, harus tetap tidak mudah merasa puas dengan hasil tulisan yang telah dibuat. Supaya ada ruang-ruang untuk terus melakukan perbaikan diri. Bagi penulis pemula yang dipikirkan dan dilakukan adalah tentang kebiasaan membaca dan menulis. Untuk kualitas nanti, hanya masalah proses.

“Awali jangan akhiri dan tidak cepat berpuas diri”

Apakah untuk mengawali sebuah tulisan perlu ribuan motivasi dari quotes-quotes para tokoh? Saya kira tidak. Motivasi yang baik adalah yang berasal dari diri sendiri. Hanya orang frustasi yang butuh motivasi dari luar diri. Eh….

Penulis: M. Iqbal Shukri

 

Leonardo Da Vinci dan Pesan Optimismenya Pada Generasi Galau
Cinta atau Harapan, Mana yang Sebenarnya Menyakitkan?
Mengintip Pataba, Perpustakaan Keluarga Toer di Blora
Mengapa Orang Begitu Bodoh setelah Mengenal Cinta?
Tak Usah Resah, Indeks Prestasi Bukan Harga Mati
TAGGED:kesadaran dari soesilo toerkiat menulissoesilo toer
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Lampu jalan, Puisi Lampu jalan, Puisi SKM Amanat, Puisi Soeket Teki, SKM Amanat
PuisiSoeket Teki

Roti Gandum di Bawah Lampu Jalan

Revina Annisa Fitri
4 September 2024
Akibat Merger, Muncul Wacana Expo UKM-F Ditiadakan pada PBAK UIN Walisongo 2025
Faktor Konsistensi Keagamaan dalam Gerakan Sosial
Lawan Rasa Malas Hantarkan Hestika Oktaviani Jadi Wisudawan Terbaik FEBI
Ini Persiapan UKM Musik Menjelang Konser Simfoni XIII GITA ANANTA
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kesadaran Menulis dari Perjumpaan dengan Soesilo Toer
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Kesadaran Menulis dari Perjumpaan dengan Soesilo Toer
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?