Kontribusi Mahasiswa Dukung Indonesia Emas 2045

2 Min Read
Tangkapan gambar WR I UIN Walisongo tengah menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan dan studium general di Auditorium II Kampus 3, Kamis (7/3/2024). (Dok. Khusus).
Mukhsin Jamil, WR I UIN Walisongo, Indonesia Emas 2045, Pelantikan dan Studium General, UIN Walisongo
Tangkapan gambar WR I UIN Walisongo tengah menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan dan studium general di Auditorium II Kampus 3, Kamis (7/3/2024). (Dok. Khusus).

amanat.id- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas IsIam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali menyelenggarakan Pelantikan dan Studium General dengan mengusung tema “Peran Pemuda dalam Mempersiapkan SDM yang Unggul guna Menyongsong Generasi Emas 2045” di Gedung Prof. TGK. Ismail Yaqub Kampus 3, Kamis (7/3/2024).

Wakil Rektor (WR) I UIN Walisongo, Mukhsin Jamil mengatakan mahasiswa harus mempunyai keterampilan abad 21 untuk mendukung Indonesia Emas 2045.

“Kalau kita ingin menjadi bagian penting sumber daya manusia 2045, harus membekali diri dengan keterampilan abad 21,” ucapnya.

Menurutnya, mahasiswa harus berinovasi dengan perkembangan masyarakat dan ilmu pengetahuan.

“Harus ada proses inovasi agar sesuai dengan dinamika, tuntutan perkembangan masyarakat, dan ilmu pengetahuan,” jelas Mukhsin.

Lanjutnya, mahasiswa harus mempunyai keterampilan critical thinking untuk menyelesaikan masalah.

“Mahasiswa harus mampu mempertahankan cara berpikir kritis karena itu merupakan salah satu sumber kemajuan,” ujarnya.

Mukhsin menambahkan, mahasiswa harus menguasai pemecahan masalah.

“Jika ingin berkontribusi di tahun 2045 mau tidak mau harus mempunyai kecakapan pemecahan masalah,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Mukhsin menegaskan bahwa pemimpin adalah orang pintar yang bisa menyuarakan gagasan.

“Orang pintar yang tidak bisa mengomunikasikan gagasannya tidak akan menjadi pemimpin,” tutupnya.

Reporter: Niliyal Mahiro
Editor: Gojali

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.