
Amanat.id- Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo Semarang tahun 2026 resmi dimulai. Mengusung tema besar “Merajut Tradisi Akademik dan Peradaban”, ribuan mahasiswa baru memadati area kampus untuk mengikuti agenda pembukaan, Selasa (18/8/2026).
Tahun ini, UIN Walisongo menerima sebanyak 4.623 mahasiswa baru yang tersebar di sembilan fakultas dengan rincian:
- Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan: 925 mahasiswa
- Fakultas Dakwah dan Komunikasi: 812 mahasiswa
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam: 782 mahasiswa
- Fakultas Sains dan Teknologi: 745 mahasiswa
- Fakultas Syariah dan Hukum: 493 mahasiswa
- Fakultas Psikologi dan Kesehatan: 403 mahasiswa
- Fakultas Ushuluddin dan Humaniora: 259 mahasiswa
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: 155 mahasiswa
- Fakultas Kedokteran: 49 mahasiswa
Wakil Rektor (WR) III, Ummul Baroroh dalam pidatonya menyampaikan tema PBAK 2026 mempunyai orientasi akademik.
“Tema PBAK 2026 bermakna bahwa tradisi akademik harus mempunyai orientasi yang lebih luas, yaitu memberikan manfaat bagi sesama manusia dan berkontribusi dalam membangun peradaban, tidak hanya pencapaian gelar dan nilai,” tuturnya.
Ummul menjelaskan kegiatan PBAK 2026 bertujuan untuk mahasiswa baru lebih mengenal tradisi akademik di UIN Walisongo.
“Melalui PBAK 2026 mahasiswa baru diajak untuk mulai mengenal tradisi akademik yang kritis, inovatif, kolaboratif, dan human,” ujarnya.
Dirinya berharap mahasiswa UIN Walisongo menjadi manusia yang cerdas secara intelektual dan karakter.
“Saya harap mahasiswa UIN Walisongo tidak hanya menjadi insan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, etika, tanggung jawab moral, serta kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan masyarakat,” harapnya.
Mahasiswa baru Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan, Najwa Almira Arianto menyoroti kenyamanan tempat pelaksanaan dalam PBAK 2026.
“Kegiatannya seru, tapi memang di lapangan panas sekali,” tuturnya.
Ia juga menyayangkan pelaksanaan kegiatan di lapangan yang kurang kondusif.
“Kalau menurut saya, untuk penyampaian materi yang memerlukan banyak waktu baiknya dilaksanakan di dalam ruangan supaya lebih kondusif dan tidak banyak peserta yang terpaksa ke luar barisan,” katanya.
Di sisi lain, mahasiswa baru Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Mahendra merasa senang dapat berbaur dengan mahasiswa baru lintas fakultas.
“Saya senang karena bisa berbaur dengan teman-teman lain dari prodi lain hingga lintas fakultas, panitia juga membantu selama pelaksanaan PBAK,” tutupnya.
Reporter: Dina Uzma Azizah
Editor: Dinda Alfiani


