By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Begini Cara Mengubah Sampah Menjadi Rupiah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Varia Kampus

Begini Cara Mengubah Sampah Menjadi Rupiah

Last updated: 18 Juli 2018 3:22 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 7 April 2017
Share
SHARE
Praktek Pembuatan Pupuk Kompos: Beberapa mahasiswa Jurusan Pengembangan Mahasiswa Islam (PMI) UIN Walisongo, tengah praktek membuat pupuk kompos di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo, Kamis (6/4). (Amanat/ Nuruh Eka Wahyu H.)

Skmamanat.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) menggelar acara Seminar dan Pelatihan Pupuk Kompos, Kamis (6/4). Acara yang berlangsung di Laboratorium Dakwah (Labda) tersebut merupakan program perdana HMJ dari Departemen Kesehatan Lingkungan periode 2017.

“Seminar perdana ini dimaksudkan agar mahasiswa PMI memiliki keterampilan yang nantinya bisa disalurkan kepada masyarakat,” ungkap Ahmad Sirojuddin selaku ketua HMJ.

Tak cukup dalam seminar, mahasiswa PMI langsung mepraktikkan cara pembuatan pupuk kompos menggunakan mesin pencacah sampah. Hal itu dibuktikan antusias para peserta yang ikut membantu proses pencacahan sampah.

Fajar, misalnya, mahasiswa PMI semester 4 ini mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan pembuatan pupuk kompos tersebut. Menurutnya, pelatihan kali ini mampu menambah wawasan dan bekal diri ketika nanti sudah terjun ke masyarakat.

Narasumber pelatihan pupuk kompos, Wisanggeni Damar Panuluh, menuturkan bahwa kita dapat mengubah sampah menjadi rupiah. Ia juga menerangkan mengenai keadaan lingkungan di kota Semarang yang kurang bisa memanfaatkan sampah.

“Lihat saja di Banjarkanal, banyak sampah yang terabaikan begitu sajadi sepanjang sungai,” ia mencontohkan.

Pria kelahiran Ungaran itu menjelaskan cara pembuatan pupuk kompos, diantaranya, harus pilih daun yang sudah benar-benar kering. Kemudian, masukkan sampah yang kering ke dalam mesin pencacah.Ia menambahkan, sebelum proses pencacahan, siapkan air yang telah dicampuri dengan cairan bakteri (Em 4).

Sesudah itu, lanjut Wisanggeni, larutan yang mengandung bakteri tersebut dipercikkan pada sampah yang sudah dicacah. Lalu, didiamkan sehari hingga sampah itu kembali kering.

“Dengan cara ini, masyarakat atau pelajar mampu memilah, mengumpulkan dan mengolah sampah yang masih bisa digunakan,” ungkapnya.

Reporter    : Nurul Eka Wahyu H.
Editor        : M. Ulul Albab

Musikin Kampus, Hasil Kolaborasi UKM Musik dan Komunitas Wadas
Demi Hadiri Ceramah Zakir Naik, Khonjin, Mahasiswa UIN Walisongo Nekad Lakukan Ini
Pentingnya Jiwa Kepemimpinan bagi Mahasiswa
Tips Menguatkan Resiliensi Mental di Era New Normal
Akibat Insiden Kecil Ini, Pemenang Lomba Poster Sempat Dibuat Kecewa
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Pentas "Mesin Jemaat", Teater Beta UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

Pentas “Mesin Jemaat” Teater Beta UIN Walisongo; Konspirasi Agama untuk Politik 

Fitri Arifah
17 Juni 2023
3 Tuntutan Dema-Sema dalam Audiensi Soal Polemik TOEFL dan IMKA
6  Aktivitas yang Bisa Dilakukan Setelah Wisuda
Alasan Kenapa Berbuka Puasa Harus dengan yang Manis
Dema-U Rilis Logo Kebinet, Ini Filosofinya
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Begini Cara Mengubah Sampah Menjadi Rupiah
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Begini Cara Mengubah Sampah Menjadi Rupiah
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?