
Amanat.id– Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Genesa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo kembali menggelar seni tari dan drama (sendratari) yang bertempat di Auditorium II Kampus 3, Rabu (10/12/2025).
Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) UKM Genesa ke-9 yang mengusung tema “Rahina Peteng Ing Girah“.
Pimpinan Produksi (Pimpro) Harlah UKM Ganesa, Nur Ahmad Hidayanto menjelaskan makna di balik tema “Rahina Peteng Ing Girah”.
“Rahina peteng ing girah berarti suasana siang hari yang mencekam di Desa Girah. Suasana mencekam tersebut muncul karena adanya pengaruh dari calon arang yang menjadi penyihir dan mempunyai ilmu hitam dari kisah legendaris di Bali,” ungkapnya.
Ia mengatakan alasan memilih tema tersebut karena terinspirasi dari teater tertentu.
“Karena baru-baru ini ada teater yang menampilkan tema yang sama dan sutradara terinspirasi untuk mengemasnya ke dalam bentuk tarian,” jelasnya.
Ahmad menjelaskan bahwa pementasan selalu dilakukan setiap akhir tahun.
“Pementasan setiap akhir tahun ini, konsisten diadakan setelah acara Harlah dan untuk temanya pun berbeda-beda tergantung lurahnya ingin fokusnya kemana, seperti pementasan kali ini yang berfokus di sendratari,” terangnya.
Ia menyebut butuh waktu lama untuk mempersiapkan pementasan Harlah UKM Ganesa 2025.
“Prosesnya memakan waktu yang cukup lama, mulai dari September awal sampai Desember awal,” ucapnya.
Ahmad menuturkan bahwa peminjaman tempat menjadi salah satu kendala.
“Peminjaman Audit sulit sekali, karena jadwalnya selalu penuh. Akhirnya acara diundur dan tidak sesuai tanggal awal yang direncanakan, namun itu juga menjadi hal positif untuk tim kita agar lebih matang lagi dalam persiapannya,” jelasnya.
Salah satu penonton, Cindy menjelaskan alasannya menonton pentas UKM Ganesa karena tampilan visual yang menarik.
“Karena dari promosinya, posternya dan judulnya menarik, jadi membuat saya penasaran dan ingin menontonnya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan pesan moral didapat dari pentas UKM Ganesa.
“Kita harus menurut dengan ibu, karena ibu mau yang terbaik untuk anaknya,” tuturnya.
Penonton lainnya, Shofi Nur Ammara mengaku di UIN Walisongo jarang menampilkan pertunjukan sendratari.
“Karena di UIN Walisongo jarang ada sendratari, dan ada ajakan dari teman untuk menonton sendratari ini,” imbuhnya.
Ia memberikan apresiasi kepada UKM Genesa atas pementasan sendratari.
“Dramanya bagus banget, aktornya keren banget sangat mendalami peran dan lightingnya juga bagus,” ujarnya.
Ia juga memberi saran kepada UKM Ganesa UIN Walisongo agar lebih kompak.
“Antar timnya lebih solid lagi, karena tadi waktu dipanggil setelah penutupan tidak langsung maju, jadi mungkin kelihatan kurang solid,” tutupnya.
Reporter: Nur Rofiqoh Nabila
Editor: Moehammad Alfarizy



