
Amanat.id- Mahasiswa jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Citra Anisatun Nabila menjadi wisudawan terbaik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) pada wisuda ke-98 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dengan capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,91, Sabtu, (01/11/25).
Ia lulus melalui artikel Jurnal Science and Tecnolgy Index (SINTA) 3 dengan judul “Dinamika Pendidikan Anak Usia Dini Keluarga pengamen: Studi Fenomenologis”.
Citra mengambil judul tersebut berawal karena adanya ikatan emosional.
“Ada ikatan emosional yang menuntut saya untuk meneliti keluarga yang kurang mampu untuk kita bimbing secara ekonomi, dan bagaimana memiliki anak ditengah perekonomian yang belum stabil,” tuturnya.
Dirinya memilih tidak mengikuti kebanyakan temannya yang mengambil judul latar pendidikan.
“Alasan saya memilih judul ini karena rata-rata dari jurusan PIAUD mengambil penelitian berlatar belakang sekolah, jadi saya berfikir untuk mengambil judul keluarga,” ungkapnya.
Penelitiannya diselesaikan dalam waktu enam bulan yang bertempat di Kampung Pengamen daerah Bogor.
“Saya mulai mengerjakan jurnal di awal bulan Januari 2025 dan publish di SINTA 3 akhir bulan Juli. Penelitian berlangsung tiga hingga empat kali menggunakan transpotasi kereta dari Semarang ke Bogor,” ujarnya.
Hambatan yang Citra alami berasal dari jarak penelitiannya dengan kampus.
“Harus bolak balik dan tidak bisa memprediksi penelitian yang dilakukan masih kurang atau tidak, walaupun bisa secara virtual tetapi ada yang mengharuskan bertemu secara langsung dengan keluarga,” ungkapnya.
Dirinya sempat tidak percaya saat dinobatkan menjadi wisudawan terbaik FITK.
“Tidak menyangka karena aku kira yang mendapat gelar wisudawan terbaik harus tepat waktu, sementara aku telat sejak Agustus kemarin,” katanya.
Meski tidak aktif berorganisasi, Citra membuka sebuah jasa pribadi bimbingan mengenai anak usia dini.
“Awalnya dari video TikTok yang bertanya tentang metode montessori anak usia dini, lalu coba ku komen ternyata ada yang mau konsultasi, akhirnya berlaku sampai sekarang,”tuturnya.
Ia juga membagikan beberapa tips belajar selama perkuliahan.
“Saya berusaha bertanya saat dosen memaparkan materi, bisa melalui hubungan sebab akibat atau tidak harus didasarkan pada teori tapi logika,” tutupnya.
Reporter : Evelyn Atha Nasywa
Editor : Dwi Endang Setyorini



