By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Represif Polisi saat Demo, Pers UIN Walisongo Jadi Korban
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Represif polisi, Pers UIN Walisongo, Pers mahasiswa, Aksi tolak RUU Pilkada, Demo Semarang, UIN Walisingo
Represif polisi kepada anggota LPM Idea UIN Walisongo saat aksi tolak RUU Pilkada di Balaikota Semarang, Senin (26/8/2024). (Dok. Khusus).
RegionalVaria Kampus

Represif Polisi saat Demo, Pers UIN Walisongo Jadi Korban

Last updated: 27 Agustus 2024 6:37 pm
Rizki Gojali
Published: 27 Agustus 2024
Share
SHARE
Represif polisi, Pers UIN Walisongo, Pers mahasiswa, Aksi tolak RUU Pilkada, Demo Semarang, UIN Walisingo
Represif polisi kepada anggota LPM Idea UIN Walisongo saat aksi tolak RUU Pilkada di Balai kota Semarang, Senin (26/8/2024). (Dok. Khusus).

Amanat.id- Seruan Aksi-II Tolak Revisi Undang-Undang (RUU) Pilkada bertajuk “Jateng Bergerak Adili dan Turunkan Jokowi” berujung chaos hingga sebabkan salah satu anggota pers terkena represi oleh aparat polisi di Balaikota Semarang, Senin (26/8/2024).

Korban yang merupakan Anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) IDEA Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Muhammad Rifki menceritakan kronologi ketika dirinya terkena represif polisi.

“Saya mencoba mengambil foto atau video dengan menaiki gerbang yang mungkin dapat foto bagus, kemudian demo mulai ricuh, gerbang terdorong,” jelasnya.

Saat hendak mencari tempat aman ketika situasi mulai tidak kondusif, Rifki mengaku tubuhnya ditarik oleh salah satu anggota polisi.

“Ketika saya turun ke tempat aman, ada oknum polisi yang menarik saya,” ucapnya.

Setelah ditarik oleh aparat, Rifki menjelaskan bahwa dirinya mendapat kekerasan secara verbal hingga non-verbal dari polisi.

“Saya jatuh hingga terbalik, kepala saya juga mengenai jalan, lalu dipukul, dibentak, leher saya dicengkeram sampai tidak bisa bernapas, saya ditarik paksa,” jelasnya.

Padahal, sambung Rifki, saat demo dirinya sudah mengenakan identitas pers.

“Saya mengenakan PDH pers sebagai identitas,” tambahnya.

Lanjutnya, Rifki akhirnya dapat selamat dan berhasil dilepaskan ketika rekan dari media lain yang melihat berusaha untuk membantunya.

“Akhirnya teman-teman media membantu dengan memberitahu polisi kalau saya juga dari media,” terangnya.

Rifki mengaku kecewa dengan adanya tindakan aparat keamanan yang represif terhadap pers.

“Sebagai orang media, ini berupa tindakan represif yang dilakukan kepolisian. Padahal seharusnya orang media itu dijamin keamanannya,” tegasnya.

Melihat tindakan represif polisi terhadap Rifki, Anggota Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat UIN Walisongo, Azhar Pahlevi menerangkan bahwa Rifki saat itu hendak dibawa ke dalam mobil oleh aparat kepolisian.

“Sempat mau dibawa ke mobil sambil polisinya ngomong ‘bawa-bawa’,” terangnya.

Akhirnya, lanjut Azhar, penangkapan berhasil digagalkan berkat bantuan dari beberapa rekan media mahasiswa hingga profesional dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

“Untungnya ada teman pers profesional, LPM, dan AJI yang mencegat dan menjelaskan kalau itu teman dari pers mahasiswa,” ujarnya.

Saksi mata lainnya, Deny mengaku melihat represif polisi kepada anggota pers mahasiswa.

“Saya melihat adanya penangkapan seorang wartawan mahasiswa, padahal dia sudah mengatakan bahwa dirinya dari pers mahasiswa,” katanya.

Selain itu, Deny juga mengaku melihat korban mendapat pemukulan.

“Dia bahkan mendapatkan pukulan,” ucapnya.

Reporter: Gojali

36 Mahasiswa UIN Walisongo Aktualisasikan Keilmuan di Ponpes Usmaniyah Mranggen Demak
Pagar Kantor Gubernur Roboh, Ganjar Akhirnya Bersedia Temui Massa
Rektor Wajibkan Civitas Akademika UIN Walisongo Kenakan Pakaian Ala Santri
Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Depan Rektorat, Tuntut Pencabutan SK Rektor TOEFL-IMKA
Uzdhma Raih Juara Tafsir Quran Bahasa Inggris Meski Persiapan Dua Hari
TAGGED:aksi tolak ruu pilkadademo semarangpers mahasiswapers uin walisongorepresif polisiuin walisingo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Demonstrasi, Mahasiswa, Manik Margamahendra, Rocky Gerung
Opini

Yang Datang Kian Hilang; Demonstrasi Mahasiswa

Redaksi SKM Amanat
4 Februari 2024
Buru Pembuat Pamflet Partai Komunis Mahasiswa, UIN Walisongo Bentuk TPF
Tambah Beban karena Tapera
Ingin Tetap Produktif Selama Social Distancing, Berikut 5 Tipsnya
3 Pelanggaran Pemilu Menurut Ketua Bawaslu Kota Semarang
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Represif Polisi saat Demo, Pers UIN Walisongo Jadi Korban
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Represif Polisi saat Demo, Pers UIN Walisongo Jadi Korban
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?