By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Demo Tak Terkendali, Puluhan Mahasiswa Luka-luka Hingga ditangkap Polisi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Regional

Demo Tak Terkendali, Puluhan Mahasiswa Luka-luka Hingga ditangkap Polisi

Last updated: 27 Agustus 2024 2:44 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 27 Agustus 2024
Share
SHARE
Demo, Korban demo RUU Pilkada, Aksi Tolak RUU Pilkada, Represif polisi, Demo Semarang
Massa aksi dalam, demo Tolak RUU Pilkada di depan Gedung Balai kota Semarang, Senin (26/7/2024). (Dok. Amanat).

Amanat.id- Setelah melaksanakan aksi Tolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada pertama pada Kamis lalu, Aliansi Mahasiswa Semarang kembali melakukan demo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Senin (26/8/2024).

Buntut dari aksi tersebut ialah adanya beberapa Demonstran mahasiswa yang ditangkap oleh pihak polisi dan beberapa lainnya dilarikan ke rumah sakit akibat terkena gas air mata.

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, Fera Gumelar, ada sekitar 60 mahasiswa ditahan di kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes).

“Jumlah korban yang tertangkap sekitar 60-an, terdiri dari siswa STM, mahasiswa UNISSULA, UPGRIS, dan kawan-kawan lainnya ditahan di Polrestabes,” terangnya.

Ia juga menegaskan akan ada aksi susulan jika pendampingan hukum terhadap mahasiswa dihambat.

“Akan ada aksi lanjutan kalau kita dihalangi untuk pendampingan hukum di sana,” ucapnya.

Selain korban penangkapan oleh aparat kepolisian, Fera menjelaskan bahwa massa aksi dengan luka-luka sempat diamankan di Mall Paragon.

“Korban luka-luka ada di doorstop langsung dialihkan ke Paragon untuk mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.

Fera juga mengatakan bahwa ada dua mahasiswa yang harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS).

“Ada yang sampai masuk RS dua orang dari korlap UNISSULA Mas Amnar dan Mas Bagas UIN Walisongo,” ujarnya.

Menurutnya, tindakan represi yang dilakukan aparat kepolisian juga telah menggangu ketertiban masyarakat sekitar.

“Polisi terlalu represif hari ini, harusnya wilayah pemukiman dan pendidikan tidak boleh dimasuki polisi,” ujarnya.

Mahasiswa UNISSULA lainnya, Fawwas merasa bahwa demo kali ini berada di luar kendali.

“Sangat di luar kendali, dari situasi lapangan dan mitigasi kita sangat kurang. Padahal dari awal kita sudah mengatur strategi,” ucapnya.

Tidak tepatnya tempat mitigasi, sambung Fawwas, hal tersebut menunjukan kurangnya persiapan demo kali ini.

“Padahal sempat mematangkan plan A sampai dengan plan C, diantara semua itu tidak ada mitigasi yang tepat, makanya kita kurang persiapan,” tambahnya.

Mahasiswa UIN Walisongo Semarang, Rudi (nama samaran) mengatakan bahwa penembakan yang dilakukan aparat kepolisian membuat massa aksi sampai harus bersembunyi di basement mall Paragon.

“Terjadi beberapa penembakan, sampai di Paragon masih ditembak, akhirnya semua dievakuasi di basement,” ucapnya.

Selain penembakan, ia juga melihat polisi melakukan beberapa tindakan anarkis terhadap mahasiswa yang mencoba masuk melalui gerbang.

“Saat dorong-dorongan dengan polisi di gerbang, ada mahasiswa yang masuk itu dipukul dan ditendang-tendang,” tuturnya.

Sementara itu, saat tim Amanat.id mencoba melakukan wawancara dengan salah satu anggota kepolisian, dirinya menolak untuk di wawancarai.

“Maaf kalau wawancara bukan hak saya, langsung saja ke kepala polisi,” jelasnya.

Reporter: Niliyal Mahiro
Editor: Gojali

[Indepth] Peletuk Asap Kericuhan Demo di Semarang
Aksi Kamisan Solidaritas untuk Gamma Diwarnai Petasan dan Lagu Perjuangan
Hoaks Bentuk Gangguan Informasi pada Kehidupan Sehari-hari
Komunitas dan Peserta dari Berbagai Daerah Hadiri Latihan Memanah Bersama Santrendelik
38 Pesantren Jateng Unjuk Karya di Ekspo Kemandirian Pesantren UIN Walisongo 2023
TAGGED:aksi tolak ruu pilkadademodemo semarangkorban demo ruu pilkadarepresif polisi
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Artikel

Pahami Ini, Supaya Kita Tak Salah Bersikap dalam Berdebat

Mohammad Azzam
8 April 2019
Alami Operasi Patah Tulang, Tidak Runtuhkan Tiwi Raih Wisudawan Terbaik FDK
Peran Penting Humas di Era Teknologi Informasi
Mengapa Kita Harus Percaya dengan Mulut Politisi?
Kisah Pilu Ketika Kemarau Panjang Melanda
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Demo Tak Terkendali, Puluhan Mahasiswa Luka-luka Hingga ditangkap Polisi
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Demo Tak Terkendali, Puluhan Mahasiswa Luka-luka Hingga ditangkap Polisi
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?