Saeroni; Kurangnya Keterlibatan Laki-Laki dalam Isu Gender

1 Min Read
Saeroni sedang memaparkan materi di Ruang Teater Gedung Prof. Qodri Azizi Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Selasa (30/05/2023). (Amanat/Gojali).
Saeroni, Isu gender, UIN Walisongo
Saeroni sedang memaparkan materi di Ruang Teater Gedung Prof. Qodri Azizi Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Selasa (30/05/2023). (Amanat/Gojali).

amanat.id- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) mengadakan Talk Show Hukum yang bertempat di Gedung Teater Prof. Qodri Azizi Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Selasa (30/05/2023).

Mengusung tema “Refleksi Mahasiswa Hukum dalam Memperjuangkan Hak-Hak Pekerjaan Rumah Tangga yang Mengedepankan Kesetaraan Gender”, acara tersebut menghadirkan Koordinator Nasional Aliansi Laki-Laki Baru, Saeroni sebagai salah satu pemateri.

Menurut Saeroni, isu gender telah banyak diperbincangkan di kalangan perempuan, tetapi kaum laki-laki belum banyak terlibat.

“Selama ini, isu gender banyak diperbincangkan di kalangan perempuan. Namun, sedikit sekali laki-laki yang dilibatkan sehingga menjadi resistance,” tuturnya.

Akibatnya, lanjut Saeroni, isu gender lebih merujuk dan identik kepada perempuan.

“Isu gender dipahami sebagai isu yang merujuk kepada perempuan sehingga gender lebih identik pada perempuan,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan bahwa kebanyakan laki-laki mengetahui isu berbasis gender, tetapi lebih memilih diam saat berhadapan dengan hal tersebut.

“Ada banyak laki-laki yang tidak melakukan kekerasan berbasis gender, tetapi kebanyakan itu diam saja,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fathur Rohman
Editor: Revina

Share This Article
Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kegutuan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang