By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kualifikasi Kampus Hijau; Lebih dari Sekadar Ruang Hijau Terbuka
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Kampus hijau, Green campus, Kualifikasi kampus hijau, Syarat menjadi kampus hijau, Prioritas green campus, Kampus ramah lingkungan
Ilustrasi kampus hijau (istockphoto.com).
Esai

Kualifikasi Kampus Hijau; Lebih dari Sekadar Ruang Hijau Terbuka

Last updated: 20 Juli 2024 6:48 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 20 Juli 2024
Share
SHARE
Kampus hijau, Green campus, Kualifikasi kampus hijau, Syarat menjadi kampus hijau, Prioritas green campus, Kampus ramah lingkungan
Ilustrasi kampus hijau (istockphoto.com).

Kampus hijau, istilah ini semakin populer di Indonesia atau yang biasa dikenal sebagai “Green Campus“. Berangkat dari kurangnya perhatian masyarakat pada isu ekologi, banyak orang yang masih abai terhadap lingkungan.

Dilansir dari jurnal yang berjudul “Perempuan Mengabdi: Karya Inovasi Ekonomi di Masa Pandemi”, tertulis bahwa evaluasi dan introspeksi setiap kampus tentang keaktifan pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan seharusnya menjadi salah satu program utama.

Di tengah hiruk pikuk dunia modern, kampus-kampus didorong untuk menjadi teladan dalam pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan berkelanjutan.

Perlu kita ketahui bahwa kualifikasi kampus hijau bukan sekedar predikat, melainkan sebuah komitmen dan transformasi. Kampus hijau idealnya menjelma menjadi ekosistem yang ramah lingkungan, inklusif, dan kondusif bagi seluruh civitas akademika.

Untuk mewujudkan kelestarian, kampus berlomba-lomba menerapkan gagasan ramah lingkungan. Ditinjau dari buku Budhi Muliawan Suyitno yang berjudul “Model Program Kampus Hijau Perguruan Tinggi Swasta” (2023), secara umum terdapat beberapa kualifikasi yang menunjukkan bahwa suatu kampus dikategorikan sebagai kampus hijau.

Kampus harus memprioritaskan pembangunan fasilitas yang lengkap dan aman guna menunjang kegiatan perkuliahan dengan nyaman. Fasilitas itu mencakup kelas perkuliahan, laboratorium, perpustakaan, akses transportasi menuju kampus, serta alat penunjang lainnya.

Perbandingan antara luas bangunan dengan luas tanah terbuka hijau haruslah memenuhi standar pelestarian lingkungan hidup. Dengan terpenuhinya salah satu standar tersebut, suatu kampus dapat disebut dengan green campus.

Penanganan limbah juga harus dilakukan dengan baik dan benar. Sampah padat dibuang atau dialihfungsikan, sedangkan sampah cair didaur ulang guna penyiraman kebun dan tanaman.

Sementara itu, air permukaan dan tadah hujan langsung dapat didaur ulang menjadi air minum bersih untuk semua orang yang tinggal di kampus dan sekitarnya.

Kualifikasi lainnya mengenai pengelolaan sumber daya. Dalam memenuhi kualifikasi ini, ada yang dikenal dengan fasilitas Energi Bersih Terbarukan (EBT), yang sudah menghasilkan listrik langsung pakai. Pembangkit EBT termasuk generator magnet permanen, generator polisi tidur (speed bump), panel surya, kincir angin, dan lain sebagainya.

Pengurangan penggunaan kertas melalui digitalisasi administrasi dan penggunaan kertas daur ulang juga turut berkontribusi dalam pelestarian sumber daya alam.

Tak lupa dengan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan menjadi cerminan budaya dan tanggung jawab civitas akademika. Sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan daur ulang sampah organik menjadi komitmen nyata dalam meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.

Maka dari itu, untuk mewujudkan green campus yang mendukung kesehatan dan kelestarian lingkungan, seluruh civitas akademika harus saling bekerja sama.

Kampus hijau bukan sekedar perjalanan jangka panjang atau sebatas tujuan. Kampus hijau tidak dapat diukur rentang waktunya. Sebaliknya, harus selalu ada inovasi sesuai dengan perubahan lingkungan dan kemajuan teknologi untuk menjadi lebih baik lagi.

Penulis: Nadia SA.

Editor: Kiki Yuli

Berani Berharap Harus Siap Kecewa
Kepakaran di Era Digitalisasi
Alasan Mengapa Pikiran Harus Ditulis di Blog, Bukan di Story WA?
Ranjang Merdeka
Salah Siapa Mahasiswa Nyeleneh?
TAGGED:green campuskampus hijaukampus ramah lingkungankualifikasi kampus hijauprioritas green campussyarat menjadi kampus hijau
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Rena Selvia, Wisudawan Terbaik FSH, Wisudawan Terbaik UIN Walisongo, FSH UIN Walisongo, Skripsi Terbaik FSH, UIN Walisongo
SosokUIN WalisongoVaria KampusWisuda

Rena Selvia Berhasil Raih Skripsi dan Wisudawan Terbaik FSH Sekaligus Universitas 

Eka Rifnawati
8 Juni 2024
Perjodohan dan Rantai Kekerasan Seksual yang Tak Kunjung Usai
Sambut Penerima KIP-K Baru, FORMAKIP UIN Walisongo Gelar SAMBA 2025
Mengapa Orang Begitu Bodoh setelah Mengenal Cinta?
Akun Instagram @parkirtolol.uinws Kritisi Masih Maraknya Parkir Liar
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kualifikasi Kampus Hijau; Lebih dari Sekadar Ruang Hijau Terbuka
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Kualifikasi Kampus Hijau; Lebih dari Sekadar Ruang Hijau Terbuka
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?