
Tuhan berlari-lari penuh dipikiran
Terjal takdir dibuatnya tak apa
Dalam sumur bukan perkara besar
Dimabuk anggur langsung dari surganya
Tawanya terbahak-bahak turun dahak
Sempoyongan dengan cacian
Robek nan busuk busana tak dihiraukan
Karena dipikir dia Mencintai-Nya
Miliknya milik Tuhan pula
Oceh tak jelas tetiba jadi sabdaNya
Syahdan, menyusuri surga-surga dunia
Di setiap tepi jalan bising dan selokan
Ah, Tuhan berada di tubuhnya
Alihkan seluruh binatang
Biarkan dia terhanyut lautan
Mengalir, meluruh dan menyatu pada-Nya
Wonosobo, 4 Januari
Anisa Atun Maryam (Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki)


