By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Budaya Negatif Netizen Dunia Maya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Dunia maya, Budaya negatif netizen, Netizen Indonesia, Netizen dunia maya, Tindakan negatif netizen, Karakteristik masyarakat Indonesia
Ilustrasi dunia maya (istockphoto.com)
Kolom

Budaya Negatif Netizen Dunia Maya

Last updated: 16 Juli 2024 8:56 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 16 Juli 2024
Share
SHARE
Dunia maya, Budaya negatif netizen, Netizen Indonesia, Netizen dunia maya, Tindakan negatif netizen, Karakteristik masyarakat Indonesia
Ilustrasi dunia maya (istockphoto.com)

Sempat viral di dunia maya ketika Dewi Sandra menjadi korban salah sasaran netizen yang mengira bahwa ia adalah istri Harvey Moeis, Sandra Dewi. Nama Harvey Moeis menjadi perbincangan publik lantaran terungkapnya kasus dugaan korupsi izin tambang yang merugikan negara mencapai Rp 271 triliun.

Akun Instagram Dewi Sandra banyak diserbu warganet dengan komentar-komentar negatif dari warganet, seperti “turut sedih dengarnya padahal figur keluarga impian anak muda” atau “suaminya baru jadi tersangka korupsi”, sehingga ia menutup kolom komentar akun miliknya tersebut.

Terlepas dari kontroversi tersebut, kesalahan netizen dalam bertindak bukan hanya sekali dua kali dilakukan. Hasil riset yang dilakukan Microsoft menyatakan bahwa netizen Indonesia cenderung akan sangat totalitas dalam meluapkan emosi di media sosial terkait permasalahan atau pemberitaan viral, hoax, ujaran kebencian maupun kasus kekerasan sehingga tak heran jika Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan pengguna internet paling tidak sopan se-ASEAN.

Dikutip dari Kompas.com, karakteristik masyarakat Indonesia sebenarnya tidak mudah berdemokrasi secara sehat. Mereka lebih cenderung memaksakan pendapat pada seseorang atau kelompok yang berseberangan. Ditambah lagi masyarakat yang cenderung berpihak pada lingkungannya, tanpa meninjau ulang fakta yang terjadi. Hal inilah yang menjadi sebab utama masyarakat Indonesia mudah termakan berita bohong di media sosial.

Ada berbagai hal yang memengaruhi tindakan negatif netizen Indonesia. Menurut pakar psikologi, Nira Wulansari, hal itu dikarenakan faktor budaya dan pendidikan masyarakat Indonesia. Kebanyakan masyarakat Indonesia berperilaku tidak sopan di dunia maya. Mereka cenderung merasa bebas mengungkapkan ekspresi tanpa terikat sopan santun dan tata krama yang berlaku. Berbeda dengan zaman dahulu, yang mengedepankan sopan santun serta menggunakan bahasa yang baik sesuai tata krama yang ada.

Selain itu, banyak dari netizen Indonesia yang masih belum memiliki pemahaman tentang bersosial media yang baik dan benar. Salah satu contohnya, ketika berkomentar di media sosial, kita hanya mengetikkan kata tanpa menyuratkan emosi dari apa yang kita tulis. Sehingga hal ini kerap kali menimbulkan misunderstanding bagi orang lain. Kemudian penggunaan akun palsu yang menyebabkan si pengguna merasa bebas mengomentari seseorang, tanpa takut identitas aslinya terungkap.

Maka dari itu untuk menghindari permasalahan tersebut, perlunya netizen dunia maya memiliki kesadaran dalam bermedia sosial. Walaupun di media sosial bebas mengekspresikan sesuatu, kita harus tetap bijak dalam penggunaannya. Budayakan saling menghargai pendapat di media sosial dan hindari penggunaan bahasa kasar atau menghina orang lain, agar tidak menimbulkan kebencian.

Penulis: Azkiya Salsa Afiana
Editor: Revina A.

Kejahatan Orang-orang (yang Katanya) Saleh
Petaka Kucuran Sumber Daya Alam
Nur Muhammadku (Dipaksa) Dipadamkan
Intelektual
Media Berdarah di Tangan Pemerintah
TAGGED:budaya negatif netizendunia mayakarakter masyarakat indinesianetizen dunia mayanetizen Indonesiatindakan negatif netizen
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Closing Ceremony Febi Fair Undang Baby Boss, Allabreve dan Nebulska

Wiwid Saktia
29 November 2018
Dies Natalis ke-53, UIN Walisongo Hadirkan Veve dan Sayyid Zulfikar
Kembali Adakan Studi Pentas, Teater Koin Bawakan Naskah “Cannibalogy”
Lorong Wisata Kuliner Semawis, Surganya Penikmat Jajanan
Aldila Dyas Jelaskan Tata Cara Review Jurnal Ilmiah yang Bisa Dicoba Mahasiswa
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Budaya Negatif Netizen Dunia Maya
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Budaya Negatif Netizen Dunia Maya
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?