By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Bahaya Flexing di Media Sosial
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
flexing di media sosial
Contoh konten flexing (pamer) di media sosial. (Pixabay)
ArtikelEsai

Bahaya Flexing di Media Sosial

Last updated: 13 November 2022 6:20 pm
Ridho Alamsyah
Published: 13 November 2022
Share
SHARE
flexing di media sosial
Contoh konten flexing (pamer) di media sosial. (Pixabay)

Dunia maya belakangan ini sedang diramaikan dengan munculnya istilah flexing yang marak dilakukan oleh masyarakat. Terutama para artis, youtuber, selebgram, dan para influencer dari berbagai platform seolah mereka berlomba-lomba mengunggah konten untuk menunjukkan kekayaan, pencapaian, atau bahkan relationship goals. Masyarakat kemudian menjuluki mereka dengan sebutan “crazy rich”.

Flexing adalah kondisi ketika seseorang dengan bangga dan tanpa rasa bersalah secara gamblang memamerkan harta kekayaan di media sosial. Cambridge Dictionary mengartikan flexing sebagai perilaku menunjukkan sesuatu kepemilikan atau pencapaian dengan cara yang membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Ada beberapa penyebab seseorang memamerkan kekayaan di media sosial. Pertama, mengira orang lain terkesan dengan pencapaian mereka. Kedua, butuh eksistensi diri. Ketiga, kurang empati. Sebab biasanya mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan membuat orang tidak nyaman bahkan merasa terganggu. Dan yang keempat, menutupi perasaan rendah diri. Pelaku flexing perlu melakukan itu karena untuk meyakinkan diri sendiri bahwa mereka baik-baik saja.

Flexing dalam Kacamata Islam

Ditinjau dari kacamata Islam, flexing termasuk perilaku riya‘ dan amat terlarang dilakukan. Seperti yang tertuang dalam surat Luqman (31) ayat 18: “Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Quraish Shihab dalam karyanya Tafsir Al Misbah jilid X halaman 111 kemudian menafsirkan ayat tersebut sebagai nasihat terhadap Luqman yang berkaitan dengan akhlak dan sopan santun ketika berinteraksi sesama manusia.

Luqman menasihati anaknya atau siapapun yang ada di muka bumi, agar tidak melakukan penghinaan atau kesombongan. Sebaliknya, Luqman menganjurkan agar selalu menampakkan wajah yang berseri dan rendah hati kepada siapa pun. Mereka yang kerapkali menunjukkan kesombongan dan membanggakan diri sendiri tidak akan mendapatkan limpahan kasih sayang dari Allah SWT. Sebab, bumi yang diciptakan ini untuk semua kalangan manusia, tidak memandang jabatan, kekuatan, apalagi harta kekayaan.

Pada dasarnya, manusia dalam pandangan Allah adalah sama, hanya saja hal yang membedakan adalah tingkat ketakwaan dari diri seseorang. Jika kita melihat dari hakikat penciptaan manusia, sebagai hamba yang senantiasa beribadah dan berguna bagi sesamanya. Maka, tidak wajar jika seseorang menyombongkan dirinya dan merasa lebih unggul dari yang lain.

Bahkan dalam sebuah hadis qudsi, Rasulullah bersabda bahwa Allah mengancam akan menghinakan dan menghilangkan pahala bagi para pelaku flexing.

Ketika hari kiamat telah tiba, maka akan ada suara memanggil: “Di manakah orang yang suka pamer? Di manakah orang yang ikhlas? Berdirilah kalian semua! Tunjukkan amal ibadah kalian, dan ambillah pahala-pahala kalian dari Tuhan kalian semua.”

Penulis: Ridho A.

Utopia Harapan
5 Alasan Wanita Lebih Mudah Merasa Insecure
Kita dan Keterasingan Pasca-Pandemi
Ekspektasi Berlebih terhadap Peran Anak Pertama
Menjadikan Fenomena “Salah Jurusan” Lebih Bermakna
TAGGED:flexingmedia sosialnarasi kebohongan media sosial
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Tiwi Fadlilatul Azna
SosokWisuda

Alami Operasi Patah Tulang, Tidak Runtuhkan Tiwi Raih Wisudawan Terbaik FDK

Redaksi SKM Amanat
9 Februari 2023
Badriyah Fayumi Ibaratkan Gus Dur sebagai Buku yang Tidak Ada Tamatnya
Berbagi Informasi Dengan Bijak Melalui Media Sosial
DEMA UIN Walisongo Klarifikasi Terkait Dugaan Plagiasi Logo PBAK 2023
Febryanti: Kuasa Pengetahuan sebagai Problem Utama Gerakan Kesetaraan Gender
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Bahaya Flexing di Media Sosial
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Bahaya Flexing di Media Sosial
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?