By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Nasib Indonesia dalam Konflik Iran-Israel dan Ancaman Perang Dunia 3
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Konflik Iran-Israel, Perang Dunia 3, Dampak Perang Dunia, Perang Timur Tengah, Konflik Internasional
Kolom

Nasib Indonesia dalam Konflik Iran-Israel dan Ancaman Perang Dunia 3

Last updated: 4 Juli 2025 12:31 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 4 Juli 2025
Share
SHARE
Konflik Iran-Israel, Perang Dunia 3, Dampak Perang Dunia, Perang Timur Tengah, Konflik Internasional
Ilustrasi konflik militer antara Iran dan Israel (istockphoto.com).

Kondisi Timur Tengah kembali memanas ketika Israel dan Iran terlibat baku tembak semenjak Kamis (19/6/25). Israel melancarkan serangan udara dalam skala besar yang menargetkan lebih dari 12 lokasi strategis di Iran. Iran meresponnya dengan operasi yang dinamai Operation True Promise III.

Contents
Bukan medan perang, namun bisa jadi korbanPeran Indonesia di kancah internasional

Komunitas internasional mendorong gencatan senjata kedua belah pihak untuk mencegah konflik yang lebih luas. Mengingat betapa rapuhnya stabilitas di Timur Tengah saat ini. Sebagian pengamat berpendapat bahwa konflik antara Iran dan Israel dapat menjadi pemicu bagi terjadinya Perang Dunia Ketiga. Hal yang mendasarinya adalah kemungkinan adanya partisipasi dari negara besar seperti Amerika, Aliansi G7, dan Rusia.

Perang dunia adalah konflik militer berskala sangat luas, melibatkan mayoritas negara di dunia, melintasi berbagai benua, dan biasanya ditandai dengan keterlibatan aliansi militer besar. Dampaknya terasa secara luas di seluruh dunia, dengan ciri-ciri mencakup partisipasi kekuatan dari berbagai benua, pembentukan aliansi yang menganggap serangan terhadap satu anggota sebagai ancaman terhadap seluruh aliansi, serta dampak sosial, ekonomi, dan penggunaan teknologi perang yang masif.

Sejarah telah mencatat dua kejadian serupa, yaitu Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945). Keduanya bermula dari konfrontasi regional yang kemudian dengan cepat meluas, menyeret negara-negara di seluruh dunia ke dalam kekacauan dan mengubah struktur kekuatan global secara permanen.

Saat ini, kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga bukan lagi hal yang dapat dianggap fiksi, melainkan kekhawatiran yang nyata. Berbagai pertempuran yang sedang berlangsung, seperti konflik di Ukraina, ketegangan yang meningkat di Laut Cina Selatan, serta masalah yang terus-menerus di Timur Tengah, menciptakan situasi global yang sangat rentan dan dapat memicu konflik berskala besar.

Jika terjadinya Perang Dunia Ketiga, senjata nuklir menjadi ancaman yang paling serius. Ledakannya menciptakan gelombang kejut, panas yang tinggi, serta radiasi mematikan. Secara keseluruhan, senjata nuklir akan menyebabkan kehancuran global, krisis kemanusiaan berat, mengubah dunia secara fundamental dan mengancam keberadaan manusia.

Bukan medan perang, namun bisa jadi korban

Di tengah kekhawatiran global mengenai kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga, sebuah tinjauan dari para pakar Geopolitik memberikan pandangannya mengenai nasib Indonesia. Dilansir dari laman CNNIndonesia.com, Indonesia tergolong sebagai salah satu lokasi yang relatif aman jika peperangan besar tersebut benar terjadi. Penilaian ini mencerminkan bagaimana posisi strategis dan kebijakan luar negeri Indonesia dinilai dalam menghadapi gejolak global yang kian tak menentu.

Meski secara geografis Indonesia jauh dari medan konflik, namun dampak perang akan tetap terasa, khususnya pada sektor ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Indonesia masih tergantung dengan pasokan produk impor terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Menurut data dari Kementerian Keuangan, Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri untuk beberapa komoditas seperti beras, gandum, kedelai, jagung, bawang putih, dan bahkan daging serta susu.

Jika konflik global mengganggu rantai pasokan dan negara-negara produsen memberlakukan larangan ekspor, Indonesia akan menghadapi ancaman serius terhadap ketahanan pangan nasional. Kenaikan harga atau kekurangan bahan pokok dapat memicu ketidakstabilan sosial dan memperparah angka kemiskinan dan kelaparan.

Di sektor energi, Indonesia sebagai negara pengimpor minyak dan gas akan sangat terpengaruh oleh lonjakan harga minyak global. Impor minyak mentah Indonesia, yang sebagian besar berasal dari negara-negara seperti Nigeria, Arab Saudi, dan Azerbaijan. Hal ini akan meningkatkan beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), memicu inflasi, dan mengurangi daya beli masyarakat.

Untuk menghadapi situasi ini, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menyarankan agar pemerintah dan otoritas moneter Indonesia mempersiapkan langkah-langkah yang proaktif dalam bidang ekonomi. Ini termasuk memperkuat cadangan devisa melalui penerapan kebijakan DHE (Devisa Hasil Ekspor) yang lebih efektif, melakukan mitigasi fiskal untuk menjaga kestabilan ekonomi dalam negeri, serta melakukan intervensi pasar dengan hati-hati oleh Bank Indonesia.

Peran Indonesia di kancah internasional

Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dapat menjadi salah satu pelopor perdamaian internasional. Dalam beberapa kesempatan, Indonesia menujukan diri sebagai negara yang bebas dan berkehendak melakukan apapun demi kepentingan nasional dan perdamaian internasional. Melalui doktrin politik luar negeri bebas aktif, Indonesia dapat menjadi pelopor perdamaian internasional, seperti di beberapa momen gejolak politik antara Rusia dan Ukraina, ataupun dengan China di Laut Cina Selatan.

Begitu juga sebagai salah satu tuan rumah Asean, Indonesia dapat melakukan diplomasi-diplomasi untuk mengamankan posisinya dengan beberapa negara lain di Asia Tenggara yang mungkin terdampak dalam beberapa sektor vital, seperti ekonomi dan pangan.

Walaupun posisi Indonesia yang relatif aman secara geografis, wujud nyata sebagai negara yang berkomitmen untuk berkontribusi pada perdamaian dunia dapat dilakukan. Kampanye kemanusiaan terhadap negara-negara yang sedang bergejolak juga cukup penting bagi Indonesia.

Penulis: Assyifa Imania F
Editor: Hikam Abdillah

Petaka Kucuran Sumber Daya Alam
Gerak Politik Keluarga
Tradisi Takjil di Lingkar Sosial
Kekuasaan di Atas Kemanusiaan
Silent Walking, Rileksasi untuk Kembali Pada Inti Diri
TAGGED:dampak perang duniakonflik internasionalkonflik iran-israelperang dunia 3perang timur tengah
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Puisi

Mawar Merah

Nur Rozikin
20 November 2021
SEMA FDK Gelar Diskusi Terbuka Ajak Mahasiswa Melek Politik
1 Hari Lagi! UIN Walisongo Perpanjang Batas Bayar UKT hingga 10 Agustus
Batal Gabung UKM Musik, Shinta Pulang Bawa Hadiah
Dua Prodi Baru UIN Walisongo Resmi Buka Tiga Jalur Pendaftaran 2018
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Nasib Indonesia dalam Konflik Iran-Israel dan Ancaman Perang Dunia 3
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Nasib Indonesia dalam Konflik Iran-Israel dan Ancaman Perang Dunia 3
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?