By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Petaka Kucuran Sumber Daya Alam
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Sumber daya alam, Petaka SDA, SDA Indonesia, kelimpahan SDA, Kasus 271 T
Lahan setelah proses penggalian timah (istockphoto.com)
Kolom

Petaka Kucuran Sumber Daya Alam

Last updated: 13 Mei 2024 7:56 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 13 Mei 2024
Share
SHARE
Sumber daya alam, Petaka SDA, SDA Indonesia, kelimpahan SDA, Kasus 271 T
Lahan setelah proses penggalian timah (istockphoto.com)

Bukan rahasia umum lagi jika Indonesia kaya akan sumber daya alam (SDA). Senior Associate International Institute for Sustainable Development and Principal Midsummer Analytics, Rob Smiths mengatakan bahwa Indonesia selalu masuk 10 besar negara dengan potensi kayu, ikan, batu bara, gas alam, hingga nikel terbanyak dunia. Menjadikannya sebagai aset berharga untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.

Namun nyatanya, limpahan SDA tidak selalu baik bagi suatu negara. Bukan membawa berkah melainkan memunculkan bibit petaka. Karena hal itu menjadi lahan subur bagi koruptor untuk beraksi.

Sekitar satu bulan lalu, terjadi skandal korupsi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah. Menyebabkan Indonesia rugi Rp271 T, berdasarkan hitungan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Hal ini sebagaimana yang diucapkan oleh Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara, Irwandy Arif.

Adanya skandal ini menambah catatan buruk manajemen ekstraktif Indonesia. Mengutip dari Indonesia Corruption Watch (ICW) tercatat bahwa sejak 2004-2015, negara sudah rugi sebesar Rp5,714 T. Kerugian ini hanya berasal dari penyelundupan timah tanpa melalui royalti dan Pajak Penghasilan (PPh). Dalam kurun waktu 11 tahun, Indonesia kehilangan 32,473 ton timah per tahunnya.

Situasi berbeda dengan era orde baru. Di mana pemerintah sempat dianggap mampu menghindar dari kutukan SDA. Hal ini terlihat dari menurunnya angka kemiskinan secara signifikan.

Keberhasilan ini dicapai setelah pemerintah menginvestasikan hasil penerimaan SDA untuk membangun infrastruktur ekonomi, pendidikan, industri, dan pertanian. Namun setelah adanya kebijakan otonomi daerah, kutukan SDA kembali muncul di Indonesia.

Keadaan seperti ini terjadi di beberapa daerah yang memiliki penghasilan besar dari SDA, tetapi pembangunan buruk dan produk domestik regionalnya rendah.

Melihat fenomena yang terjadi, dapat dikatakan bahwa SDA yang melimpah selain membawa berkah juga membawa kutukan kemiskinan di baliknya. Dibutuhkan pengelolaan SDA yang kuat, melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan. Juga mencakup inventarisasi sumber daya, analisis potensi, risk management, hingga pengambilan keputusan berbasis ilmiah. Dengan begitu, memiliki kelimpahan SDA tidak lagi membawa petaka bagi masyarakat.

Penulis: Hikam Abdillah
Editor: Revina A

Intelektual
Kejahatan Orang-orang (yang Katanya) Saleh
Kilas Balik Perlindungan Pers Mahasiswa
Gerak Politik Keluarga
Nur Muhammadku (Dipaksa) Dipadamkan
TAGGED:kasus 271 tkelimpahan sdapetaka kelimpahan sdapetaka sdasda indonesiasumber daya alam
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Aksi Solidaritas Ojol, SKM Amanat, Ojol Semarang, Demo Semarang, Pers Mahasiswa
Regional

Anggota SKM Amanat Sempat Ditangkap Kepolisian saat Meliput Aksi Solidaritas Ojol Semarang

Rizki Gojali
30 Agustus 2025
Percepat Kelulusan Mahasiswa,Ujian Toefl Imka Dirubah Online
Kajur Kimia Klarifikasi Rumor Pembagian Hand Sanitizer Gratis
Persiapkan Karier Mahasiswa, DEMA FPK UIN Walisongo Adakan Job Seeking Strategies
Pemadaman Aliran Listrik PLN, Tidak Pengaruhi Acara Wisuda ke-73
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Petaka Kucuran Sumber Daya Alam
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Petaka Kucuran Sumber Daya Alam
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?