Peran Mahasiswa Runtuhkan Doktrin Orang Desa “Lemah”

1 Min Read
Dosen Agraria UNNES, Syukron Salam dalam acara Civil Society Talk, di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo, Jumat (31/5/2024). (Amanat/Niliyal).
Peran Mahasiswa, Peran Mahasswa untuk desa, Doktrin orang desa, Masyarakat desa pada hukum, UIN Walisongo
Dosen Agraria UNNES, Syukron Salam dalam acara Civil Society Talk, di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo, Jumat (31/5/2024). (Amanat/Niliyal).

amanat.id- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan acara Civil Society Talk di Gedung Prof. TGK. Ismail Yaqub, Jumat (31/5/2024).

Acara yang mengusung tema “Menggugat Negara Melawan Ketidakadilan” ini turut menghadirkan Dosen Agraria Universitas Negeri Semarang (UNNES), Syukron Salam sebagai pemateri.

Menurut Syukron, kesadaran masyarakat terhadap hukum dan hak bangunan tidak kurang.

“Saat saya bersama warga, mereka sebenarnya sadar dengan apa yang dilakukan,” ucapnya.

Lanjutnya, masyarakat merasa lemah karena doktrin sebagai orang desa.

“Menganggap rendah dirinya karena hanya orang desa,” tambahnya.

Oleh karena itu, Syukron menuturkan harus adanya peran mahasiswa untuk turun langsung ke masyarakat.

“Sebagai mahasiswa harusnya tidak hanya berdiskusi, tapi memperkuat gerakan dengan live in di lokasi dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Ia menekankan agar tidak salah berasumsi tentang masyarakat desa.

“Jangan mengasumsikan sesuatu yang kamu sendiri belum tau, mungkin masyarakat desa itu lebih punya kesadaran daripada kamu,” tutupnya.

Reporter: Niliyal Mahiro
Editor: Gojali

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.