By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sumpah Pemuda: Awal Munculnya Lagu Indonesia Raya ke Permukaan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
sumpah pemuda, sejarah sumpah pemuda, lagu indonesia raya, filosofi indonesia raya, lagu kebangsaan indonesia, hari sumpah pemuda
Ilustrasi bendera Indonesia (istockphoto.com).
Artikel

Sumpah Pemuda: Awal Munculnya Lagu Indonesia Raya ke Permukaan

Last updated: 28 Oktober 2024 1:52 pm
Revina Annisa Fitri
Published: 28 Oktober 2024
Share
SHARE
sumpah pemuda, sejarah sumpah pemuda, lagu indonesia raya, filosofi indonesia raya, lagu kebangsaan indonesia, hari sumpah pemuda
Ilustrasi bendera Indonesia (istockphoto.com).

Sumpah Pemuda menjadi saksi dari semangat para pemuda Indonesia untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan dalam mencapai kemerdekaan. Para pemuda dari sabang sampai merauke berkumpul bersama menyongsong satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air. Momen bersejarah ini sekaligus menjadi saksi lahirnya lagu kebangsaan, Indonesia Raya.

Pada Kongres Pemuda inilah, lagu Indonesia Raya dibawakan dan diperdengarkan ke khalayak untuk pertama kali. Namun, lagu ciptaan Wage Rudolf Supratman tersebut dibawakan melalui instrumen biola saja.

Mulanya, Soegondo Djojopespito, pemimpin Kongres Pemuda II mengizinkan Supratman untuk membawakan lagu Indonesia Raya pada jam istirahat. Mengingat saat itu Indonesia sedang berada dalam ketegangan politik, muncul keraguan di hati Soegondo ketika membaca lirik Indonesia Raya secara teliti. Ia takut pemerintah akan memboikot acara kongres, menangkap peserta, hingga kemungkinan-kemungkinan buruk lainnya.

Saat itu, kongres berada dalam pengawasan aparat kolonial Hindia-Belanda, terutama yang berdinas di Dinas Intelijen Politik (PID). Hal inilah yang membuat lagu Indonesia Raya dibawakan melalui instrumen biola.

Ketika dibawakan, para peserta kongres terharu begitu mendengar gesekan biola yang mendayu. Mereka pun meminta agar lagu “Indonesia Raya” dinyanyikan. Lagi-lagi demi keamanan, lirik lagu tersebut mengalami sedikit perubahan. Semula “merdeka, merdeka” menjadi “mulia, mulia”.

Lagu Indonesia Raya pertama kali dilantunkan oleh Dolly Salim, putri dari Haji Agus Salim. Saat pembubaran panitia Kongres Pemuda II, lagu itu kembali dikumandangkan secara perdana menggunakan iringan suara.

Kongres Pemuda II memang menjadi sarana digaungkannya lagu Indonesia untuk pertama kalinya. Namun, berdasarkan buku Ensiklopedia Musik Jilid 1 (1992), lagu tersebut sudah direkam sebelum kongres digelar, tepatnya pada 1927. Saat itu, direkam dalam format instrumentalia. Judulnya pun bukan Indonesia Raya, melainkan Indonees, Indonees.

Seperti yang tertulis dalam Ensiklopedia itu, informasi ini ditemui di surat pembaca Kompas yang dikirim dari Hongkong di tahun 1971. Dari sumber yang berbeda, Ensiklopedia Musik menuliskan bahwa Indonesia Raya direkam oleh Yo Kim Tjan untuk pertama kalinya.

Lagu itu tidak mengalun dengan alat musik saja, ada suara Supratman dalam piringan hitam tersebut. Tertulis di Majalah Star Weekly, Yo Kim Tjan menyerahkan rekaman itu ke Djawatan Kebudajaan di tahun 1957.

Perubahan kata “Indonesia Raya” menjadi “Indonees, Indonees” itu ditetapkan oleh suatu sidang yang dipimpin Soekarno pada 8 September 1944. Hadir pula tokoh-tokoh lain, seperti Ki Hajar Dewantara, Achiar, Soedibjo, Darmawidjaja, Koesbini, Mohammad Yamin, M Mansjur, Sanusi Pane, Simandjuntak, Achmad Soebardjo, Mr. Oetojo, dan Mr Sastromoeljono.

Supratman tidak pernah lagi mendengar hasil gubahan tersebut karena telah wafat pada 17 Agustus 1938. Usianya sekitar 35 tahun saat itu. Supratman meninggal karena kesehatan yang terus memburuk setelah diinterogasi oleh Politieke Inlichtingen Dinst pada 7 Agustus 1938.

Sumpah Pemuda bukan hanya tentang perjuangan pemuda untuk mencapai persatuan. Melainkan, tersimpan cerita tentang lagu kebangsaan yang selalu digaungkan di seluruh penjuru nusantara.

Revina Annisa Fitri

3 Buku Recomended yang Bisa Menemani Kamu Saat Libur Panjang
Belajar Merawat Budaya Ala Si Jenius dari Timur
Gapai Impian dengan SMART Goals Ala George Doran
Terlalu Banyak Mengikuti Kegiatan, Apakah itu Toxic Productivity?
Terjerat Tali Gembala Media Sosial
TAGGED:filosofi indonesia rayahari sumpah pemudalagu indonesia rayalagu kebangsaan indonesiasejarah sumpah pemudaSumpah pemuda
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
UIN Walisongo, DEMA UIN Walisongo, University Clean Up, Bersih-bersih usai wisuda, Wisuda UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria KampusWisuda

Perdana! University Clean Up DEMA UIN Walisongo; Bersih-bersih Bersama usai Wisuda

Redaksi SKM Amanat
22 Agustus 2024
KKN MMK Internasional UIN Walisongo Pelopori Cek Kesehatan Santri Ma’had Darul Falah Malaysia
Memahami Konsep Diri di tengah Masifnya Era Disrupsi
PPM Didiskualifikasi dan Dapat Pengurangan Suara di Pemilwa UIN Walisongo
Defile Kembang Sepatu jadi Maskot di Konser Sinfonia XIII UKM Musik
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sumpah Pemuda: Awal Munculnya Lagu Indonesia Raya ke Permukaan
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Sumpah Pemuda: Awal Munculnya Lagu Indonesia Raya ke Permukaan
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?