By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Konsep Stoisisme Sebagai Alternatif Healing
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Stoisisme, alternatif healing
Ilustrasi Stoisisme: Pxabay
Artikel

Konsep Stoisisme Sebagai Alternatif Healing

Last updated: 12 Juli 2022 6:36 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 12 Juli 2022
Share
SHARE
Stoisisme, alternatif healing
Ilustrasi Stoisisme: Pxabay

Healing kini menjadi kegiatan populer yang dilakukan para generasi muda. Alasannya, ada perasaan jenuh yang muncul dari kegiatan sehari-hari. Pada titik itu, kelelahan mental akhirnya banyak mendera. Alhasil perasaan sedih, depresi, dan cemas ikut memengaruhi kondisi psikis.

Dalam dunia psikologi, healing dapat diartikan sebagai upaya pemulihan dari kondisi mental, trauma dan sebagainya. Tujuannya yaitu, untuk mendapatkan ketenangan batin dan jiwa. Healing bisa dilakukan seorang diri, tetapi tergantung dari kebutuhan tiap-tiap orang. Kebanyakan orang melakukan healing dengan cara jalan-jalan, makan di kafe, ataupun belanja. Namun, apakah cara tersebut benar-benar efektif?

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan melakukan healing. Ada yang menyebut jika aktivitas tersebut adalah proses membahagiakan diri sendiri. Dari sudut pandang lain, menyembuhkan diri dari kondisi psikologis tidak melulu harus healing. Terkadang malah keinginan healing justru bisa membangkitkan jiwa hedonisme khususnya dikalangan remaja seperti mahasiswa. Jalan-jalan, nongkrong di kafe, hingga belanja—bukankah semua itu menghabiskan banyak uang?

Ada sebuah konsep yang bisa dipelajari sebagai alternatif pengganti healing, yaitu stoisisme. Istilah ini muncul di Yunani pada abad ketiga. Dalam stoisisme, kita akan diajarkan agar bisa terbebas dari segala kesedihan dan tidak mengeluh atas apapun yang terjadi. Prinsip ini juga membuat manusia mampu memahami diri sendiri, mengendalikan perasaan takut terhadap rasa sakit, hingga mengetahui kekuatan serta kelemahan.

Konsep stoisisme sangat cocok untuk diterapkan para remaja. Sebab, masa remaja merupakan fase yang rentan akan perasaan-perasaan negatif. Kebanyakan dari mereka terkadang masih belum paham solusi mengatasi tiap persoalan dengan tepat. Lalu, bagaimana cara menerapkan stoisisme dalam kehidupan sehari-hari?

Tentukan Pilihan

Perasaan sedih maupun bahagia bisa menjadi pilihan. Stoisisme mengajarkan prinsip bahwa hidup ada dalam kendali kita sendiri. Ketika sedang terluka, kita berhak menentukan apakah ingin terus menangisi atau berdamai dengan situasi. Untuk apa terpuruk pada keadaan? Lebih baik fokus menata masa depan.

Tidak Memperumit Sebuah Masalah

Konsep stoisisme mengajarkan kita untuk menyederhanakan sebuah masalah. Sebab, sebuah masalah akan menjadi sumber penderitaan jika terlalu dibesar-besarkan. Tidak selamanya kehidupan akan terasa bahagia, adakalanya kecewa tetap mendera. Nikmati saja proses yang berjalan. Terkadang kita bisa belajar sesuatu dari sebuah persoalan.

Lakukan Journaling

Journaling adalah kegiatan menuliskan isi pikiran maupun perasaan di sebuah kertas. Istilah gampangnya menulis diary. Mengapa dilakukan? Dalam konsep stoisisme, menulis sangatlah penting.
Journaling dapat membantu kita merefleksikan diri atas apa yang dialami, bahkan melihat sisi lain dari sebuah masalah. Menurut psikolog terkemuka di bidang expressive writing, journaling dapat menurunkan tingkat depresi serta meningkatkan kualitas sosial hubungan manusia. Selain itu juga berguna bagi kesehatan karena meningkatkan sel imun, menurunkan tekanan darah tinggi, bahkan meningkatkan kualitas tidur seseorang. Kreativitas menulis kita tentunya akan ikut terasah.

Penulis: Erika Layliyah

Penghapusan Kata “Kafir”, Menyalahkan Diksi Alquran kah?
Ironi Kehidupan Buruh Perempuan di Negeri Orang
Menjadikan Fenomena “Salah Jurusan” Lebih Bermakna
Menguatkan Kembali Budaya Literasi Era Digital 
Masyarakat, Corona dan Plato
TAGGED:alternatif healinghealingStoisisme
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Rektorat UIN Walisongo, UIN Walisongo
AkademikUIN Walisongo

Inilah Akreditasi Program Studi S1 UIN Walisongo Semarang Tahun 2023

Redaksi SKM Amanat
21 Mei 2023
Sempat Merasa Salah Jurusan, Haris Fauzi Raih Wisudawan Terbaik Fuhum
Agen Koran Adaptasi Zaman
[Indepth] Dari Lembah Terorisme ke “Misi” Suci Deradikalisasi
Sempat Molor, Ini Hasil Audiensi KMA No. 84 Tahun 2022
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Konsep Stoisisme Sebagai Alternatif Healing
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Konsep Stoisisme Sebagai Alternatif Healing
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?