By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Stella Anjani Jelaskan Faktor Penghambat Terwujudnya Kesetaraan Gender
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
Varia Kampus

Stella Anjani Jelaskan Faktor Penghambat Terwujudnya Kesetaraan Gender

Last updated: 20 April 2025 12:15 pm
Athiqoh Zakiyah Marfai
Published: 20 April 2025
Share
SHARE
kesetaraangender, isu kesetaraan gender, webinar gender, budaya patriarki, kpi uin walisongo, uin walisongo
Tangkapan layar Stella Anjani sedang memaparkan materi Kesetaraan Gender, Sabtu (19/4/2025). (Dok. Khusus).

Amanat.id- Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar Webinar Gender Equality dengan mengusung tema “Level Up Gender Equality Bongkar Habis Belenggu Toxic Masculinity dan Stereotip Gender”, Sabtu (19/4/2025).

Acara yang dilaksanakan secara online melalui platform Zoom Meeting dan Live Streaming YouTube tersebut menghadirkan salah satu Magister Kajian Gender Universitas Indonesia (UI), Stella Anjani sebagai narasumber.

Ia menjelaskan posisi laki-laki dan perempuan dalam budaya patriarki.

“Ketika budaya patriarki bekerja, segala hal yang berkaitan dengan perempuan dianggap secara kodrati cocok untuk hal-hal domestik, tidak lebih penting daripada di ranah publik,” ucapnya.

Lanjutnya, Stella mencontohkan kondisi ini dengan kasus yang dialami Ika Natasya ketika mendapat pelecehan di media sosial.

“Situasi Ika Natasya ini kemudian dikerangkakan oleh banyak orang sebagai power abuse, bukan sebagai bentuk perempuan yang bisa melawan, perempuan yang berdaya, perempuan yang punya akses,” jelasnya.

Menurutnya diskriminasi dan misoginis akan terjadi jika stereotipe terus meningkat.

“Jadi semua berawal dari sterotipe dulu, lama-lama menjadi diskriminasi kemudian ujaran kebencian, dan sebagainya,” kata Stella.

Stella menerangkan manusia terbiasa menerima atau menormalisasikan sterotipe gender dari apa yang dikonsumsinya sehari-hari.

“Stereotip bertahan karena tidak ada yang menyadarinya sebagai masalah,” ucapnya.

Menurutnya, empati atau rasa kepedulian antar sesama perempuan lebih sulit dibangun.

“Ketika ada perempuan lain yang menentukan berbeda, para perempuan ini (yang terbelenggu budaya patriarki) akan membantu dirinya untuk terus berada dioerannya sebagai supporting actor utamannya, yaitu laki-laki,” ucap Stella.

Reporter: Athiqoh Zakiyah M.

Inilah 55 Cakruma Terpilih Lanjut ke Tahap Pra Workshop!
Omnibus Law Jadikan Negara Tak Bisa Melindungi Perempuan
Pindah Di Gedung FST UIN Walisongo, Bazar Biologi Tuai Keluhan
Berikut Tanggapan Mahasiswa UIN Walisongo Terhadap Kasus Kekerasan Seksual yang Terjadi
Mengudara Bersama Ambisi
TAGGED:budaya patriarkiisu kesetaraan genderkesetaraan genderkpi uin walisongouin walisongowebinar gender
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News

7 Cabang Lomba Bahasa Asing Ini Bakal Meriahkan Anniversary FUPK

tamanmerah
15 November 2017
Raih Akreditasi A, Majlis Dzikir Al-Hidmah beri Kejutan Tumpeng untuk UIN
Bakti kepada Orang Tua, Motivasi Fakhriatul Azizah Raih Wisudawan Terbaik FUHum
Menyoal Hukum Mengerjakan Salat di Akhir Waktu
Masih Ada Perpustakaan Sistem Manual di UIN Walisongo
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Stella Anjani Jelaskan Faktor Penghambat Terwujudnya Kesetaraan Gender
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Stella Anjani Jelaskan Faktor Penghambat Terwujudnya Kesetaraan Gender
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?