By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kontestasi Gender dalam Berpolitik: Bentuk Revolusi Lawan Patriarki
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoVaria Kampus

Kontestasi Gender dalam Berpolitik: Bentuk Revolusi Lawan Patriarki

Last updated: 20 Mei 2024 8:57 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 20 Mei 2024
Share
SHARE
Kontestasi gender, Kontestasi berpolitik, Revolusi berpolitik, Politik Indonesia, Seminar Internasional, UIN Walisongo
Misbah Zulfa Elizabeth tengah menyampaikan materi pada acara Seminar Internasional di Gedung KH. Sholeh Darat UIN Walisongo, Senin (20/5/2024). (Amanat/Earnest).

Amanat.id- Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Studi Bahasa dan Akademik (Forsha) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengadakan Seminar Internasional di Gedung KH. Sholeh Darat, Senin (20/5/2024).

Bertema “The Role of Religion on Political Contestation in Indonesia: Anthropological Perspective“, Guru Besar bidang Ilmu Antropologi FISIP UIN Walisongo, Misbah Zulfa Elizabeth hadir sebagai pemateri.

Misbah mengatakan bahwa meningkatnya kontestasi gender dalam pemilu terjadi akibat adanya kuota tiga puluh persen untuk perempuan dalam Undang-undang (UU) Pemilu.

“Kontestasi gender semakin tampak ketika munculnya Undang-undang tentang pemilu yang menyediakan tiga puluh persen kuota untuk perempuan dalam pemilu,” terangnya.

Misbah juga menyebutkan bahwa UU tersebut merupakan sebuah revolusi karena melawan konteks patriarki.

“Ini adalah revolusi karena melawan konteks patriarki yang dalam budayanya bersumber dari nilai agama dan tradisi,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini bisa dikatakan revolusi karena berlawanan dengan tradisi perempuan yang domestik.

“Bisa dikatakan sebagai revolusi karena peran perempuan itu domestik dan secara tradisi perempuan harus mempertahankan rumah tangga agar tidak cerai saat berpolitik,” ucapnya.

Ia juga menerangkan bahwa kontestasi politik harus melalui tahapan-tahapan dalam berpolitik.

“Kontestasi itu tidak bisa dilakukan sendiri, ada tahapan dan harus masuk partai politik terlebih dahulu,” tuturnya.

Ketika ingin jadi anggota legislatif, sambungnya, perempuan harus sangat kuat.

“Perempuan jadi anggota legislatif maka harus sangat kuat dan tampil menjadi wakil rakyat,” ucapnya.

Misbah juga mengatakan bahwa selain di masyarakat, perempuan juga harus berkontestasi di keluarga.

“Perempuan juga harus berkontestasi di keluarga dan di masyarakat, kontestasinya jadi menumpuk,” katanya.

Dalam hal ini, Misbah menyebut pentingnya peran seorang pasangan.

“Maka peran suami dalam rumah tangga itu sangat penting,” tutupnya.

Reporter: Earnest SA.
Editor: Eka R.

Stevia Pranoto Bagikan Tips Berkomunikasi dengan Sahabat Tuli dan Tunarungu
Ini Hasil Akhir Perolehan Medali Orsenik 2017
WD I FPK: Mahasiswa Baru Harus Pandai Memilih Pergaulan dan Lingkungan
Rayakan Dies Natalis ke-48, UIN Walisongo Kembali Gelar Dzikir Akbar.
Produk Limbah Sampah Mahasiswa FST Meriahkan Pameran Internasional
TAGGED:kontestasi berpolitikkontestasi genderpolitik indonesiarevolusi berpolitikseminar internasionaluin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Features

Menyelami Dunia Batin Seorang Perempuan Lewat Budaya Ronggeng

Fika Eliza
7 Juli 2019
Majalah Soeket Teki SKM Amanat Edisi 10
Kunjungi Pengadilan Agama Salatiga, HMJ HPI Adakan Audiensi
Penerimaan Diri
Tegaskan Peran Pemberdaya, HMJ PMI Selenggarakan Talkshow bertema Pemberdayaan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kontestasi Gender dalam Berpolitik: Bentuk Revolusi Lawan Patriarki
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Kontestasi Gender dalam Berpolitik: Bentuk Revolusi Lawan Patriarki
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?