By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Nur Rofiah Sampaikan 3 Tingkat Kesadaran Kemanusiaan Perempuan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Varia Kampus

Nur Rofiah Sampaikan 3 Tingkat Kesadaran Kemanusiaan Perempuan

Last updated: 27 Maret 2019 2:51 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 25 Maret 2019
Share
SHARE
Nur Rofiah Bil Uzm (kiri) saat acara Majelis Mubadalah ke 19 dengan bedah buku “Qiraah Mubadalah: Tafsir Progresif untuk Keadilan Gender dalam Islam” karya Faqihuddin Abdul Qodir di Auditorium I lantai 2, Senin (25/3/2019) (Amanat/Ali).

Amanat.id – Program pendidikan S2 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang bekerja sama dengan Yayasan Fahmina, menyelenggarakan Majelis Mubadalah ke 19 dengan bedah buku “Qiraah Mubadalah: Tafsir Progresif untuk Keadilan Gender dalam Islam” karya Faqihuddin Abdul Qodir di Auditorium I lantai 2, Senin (25/3/2019).

Dalam acara tersebut, penulis prolog buku “Qiraah Mubadalah” Nur Rofiah Bil Uzm menyampaikan 3 tingkat kesadaran tentang kemanusiaan perempuan.

“3 tingkat kesadaran ini kira-kira mempertanyakan apakah perempuan itu masih dianggap manusia atau bukan,” tuturnya.

Tingkatan pertama kesadaran yang paling rendah, bahwa perempuan dianggap bukan manusia. Hal ini dilandaskan perempuan di zaman dulu memang benar-benar sangat direndahkan.

“Mungkin alam sadar kita mengatakan ya manusialah ya, maka biasa saja diperlakukan tidak manusia wong bukan manusia” katanya.

Kemudian ia melanjutkan, untuk kesadaran tingkat kedua ialah kesadaran menengah. Perempuan bisa dianggap manusia, jika memiliki unsur-unsur yang sama dengan laki-laki.

“Masalah perempuan yang terkait biologis belum dianggap sebagai problem kemanusiaan”, ungkapnya.

“Misalnya angkat kematian ibu yang tinggi tidak  disebut problem kemanusiaan”, tegasnya.

Hal ini disebabkan karena hanya perempuan yang mengalaminya. Ia belum disebut problem kemanusiaan karena hanya perempuan yang mengalaminya.

Selanjutnya, kesadaran ketiga atau kesadaran tertinggi. Laki-laki dan perempuan sama-sama manusia, standar kemanusiaannya sama.

“Tingkat ini memerhatikan kekhasan perempuan secara biologis dan secara sosial”, jelasnya.

Dosen Tafsir ini memberikan contoh ketika rukun Islam menentukan laki-laki dan perempuan sama persis.

“Perempuan juga harus sholat, tapi ada dispensasi ketika menstruasi itu ada perhatian pada kondisi khas perempuan secara biologis,” mantapnya.

Dengan tingkat kesadaran yang ketiga ini, Rofiah berharap kita sebagai manusia dapat melihat perempuan juga sebagai manusia.

Reporter: Ali Muhtaram
Editor: Marzuki

Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja, FORMAKIP UIN Walisongo Gelar Seminar Career Boost
Wisuda November 2023 Tertib Parkir, Komandan Satpam; Kami Menyiapkan Strategi
Rekrutmen Bantuan UKT UPZ UIN Walisongo Resmi Dibuka, Apa Saja Syaratnya?
Ketua KUB Jateng Sebut Cinta Tanah Air Sebagai Akar Wawasan Kebangsaan
Hari Terakhir Pendaftaran Seleksi OASE UIN Walisongo, Simak Selengkapnya di Sini!
TAGGED:fuhum uin walisongokeadilan gender dalam islamperempuanqiraah mubadalah
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
UIN Walisongo, Paper mob PBAK, Paper mob UIN Walisongo, Video paper mob, DEMA UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

Paper Mob PBAK UIN Walisongo Tak Kunjung Rilis, Ketua DEMA: Belum Ada Kepastian

Redaksi SKM Amanat
10 Oktober 2024
UIN Walisongo Resmi Lepas 762 Wisudawan Periode Mei 2023
Tiba di NTB, KKN MMK UIN Walisongo disambut Bupati Lombok Timur
Habib Ali Al Jufri Beri Kajian Konsep Peri Kemanusiaan dan Humanisme
Asih Nurjanah, Wisudawan Terbaik FISIP Wisuda Ke-84
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Nur Rofiah Sampaikan 3 Tingkat Kesadaran Kemanusiaan Perempuan
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Nur Rofiah Sampaikan 3 Tingkat Kesadaran Kemanusiaan Perempuan
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?