By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Mencari Kebahagiaan dengan Romantisasi Hidup
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Romantisasi hidup, Romantisasi kunci kenyamanan hidup, Kunci Kebahagiaan, Meromantisasi hal kecil, Tips mendapatkan kebahagiaan
Ilustrasi mindfulness (istockphoto.com)
Esai

Mencari Kebahagiaan dengan Romantisasi Hidup

Last updated: 21 Maret 2024 9:28 pm
Eva Salsabila Azzahra
Published: 21 Maret 2024
Share
SHARE
Romantisasi hidup, Romantisasi kunci kenyamanan hidup, Kunci Kebahagiaan, Meromantisasi hal kecil, Tips mendapatkan kebahagiaan
Ilustrasi mindfulness (istockphoto.com)

Semakin dewasa, kita mungkin sering merasa hidup ini melelahkan, tidak bermakna, hampa, dan sebagainya. Membuat kita kemudian bertanya, “Sudah benarkah hidup yang dijalani?”

Sebagai insan biasa, sesekali kita perlu mengambil jeda dan berusaha mensyukuri apa yang terjadi. Terkadang yang membuat hidup sulit dijalani adalah persepsi dari pikiran kita dan ekspektasi atas standar hidup yang ditetapkan.

Padahal, kita bisa memaknai hidup dengan sederhana. Sesederhana menikmati keindahan suasana di penghujung gulita, nuansa aroma petrikor setelah hujan, atau melakukan solo travelling jarak jauh.

Ini yang kemudian diharfiahkan oleh masa dengan istilah “Romantisasi hidup”. Mereka yang meromantisasi hal kecil sekalipun, cenderung lebih nyaman dan bahagia dalam menikmati kehidupan. Istilah ini mencuat ke permukaan pada Mei 2020, oleh seorang Pekerja Sosial Klinis atau Licensed Clinical Social Worker (LCSW) asal Los Angeles, Ashley Wards melalui videonya.

Tentang Tokoh Utama Kehidupan

Sebuah video logging di kanal YouTube milik Content Creator asal Utah menunjukkan aktivitasnya berjemur di pagi hari dan menyemprotkan parfum beraroma lemon di atas selimut berhias merah muda. Bukan apa, intensinya melakukan itu adalah menganggap dirinya seolah-olah tokoh utama dalam ceritanya.

Tidak peduli seberapa sederhana hari-hari yang dilalui, selagi membuat diri nyaman menjalaninya, hal tersebut bukanlah masalah. Poin pentingnya adalah kebahagiaan seperti apa yang ingin dicapai dan bagaimana tolok ukur untuk mencapainya.

Setiap dari kita adalah tokoh utama dalam lembaran halaman dari cerita yang dibuat. Bayangkan diri kita menjadi pemeran utama dan menyadari seutuhnya hal-hal yang dilakukan. Begitu kiranya yang dikatakan Ashley Wards.

Dengan menjadi tokoh utama, kita dapat menciptakan ruang terhadap siapa diri kita dan apa keotentikan yang terbentuk.

Kebahagiaan dari Hal Sederhana

Apa yang dikatakan Wards dan segala yang berkenaan dengan romantisasi hidup, bisa dikatakan mirip dengan “mindfulness”. Ada benang merah yang menghubungkan keduanya.

Romantisasi hidup memberikan pelajaran mengenai kehadiran diri secara utuh. Winnie Abramson dalam bukunya yang berjudul “One Simple Change” menerangkan bahwa kehadiran diri diperlukan dalam setiap situasi untuk dapat memaknai detail kecil dalam kehidupan. Kehadiran diri sering kali mengantarkan pada pemaknaan hidup secara holistik.

Perihal meromantisasi bukan hanya soal menciptakan perubahan signifikan, tetapi sadar akan hal kecil yang mengarah pada kebahagiaan dan kepuasan batiniah.

Senada dengan keterangan Rachel Hoffman dan Alyssa Mancao dari LCSW, pada akhirnya, menemukan cara tersendiri untuk tetap hadir merupakan tujuan akhir dari romantisasi hidup. Romantisasi hidup menyiratkan pesan agar setiap orang bisa menemukan cara membentuk kebahagiaan hakikinya sendiri.

Eva Salsabila

Bukan Sekadar Komentar, Mengkritik Film itu Harus Bijak
Cinta atau Harapan, Mana yang Sebenarnya Menyakitkan?
Pakaian Perempuan dan Kesenangan Laki-laki dalam Tren Stecu-Stecu
Romansa Perjuangan Cinta Adam dan Hawa
William Shakespeare dan Hakikat Kehidupan Sebagai Panggung Sandiwara
TAGGED:kunci kebahagiaanmeromantisasi hal kecilmeromantisasi hidupromantisasi hidupromantisasi kunci kenyamanan hiduptips mendapatkan kebahagiaan
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News

Dua Arti Judul Buku Islam Tuhan Islam Manusia Karya Haidar Bagir

Sigit A.F
15 April 2017
Peluk Erat Kemelut
Cara Mengontrol Perilaku Konsumtif di Bulan Ramadan
Saat Sedang Marah, Lakukan Hal Ini Agar Tidak Menyesal
Lima Masalah yang Biasa Menghantui Mahasiswa Baru
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Mencari Kebahagiaan dengan Romantisasi Hidup
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Mencari Kebahagiaan dengan Romantisasi Hidup
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?