By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sepakat Tolak RUU Pilkada, Ribuan Massa Padati Gedung DPRD Jateng
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Tolak RUU Pilkada, Aksi tolak RUU Pilkada, Aliansi Geram Jateng, Revisi UU Pilkada, Demo RUU Pilkada Jateng
Demonstran berkumpul di depan Gedung DPRD Jawa Tengah dalam Aksi Tolak RUU Pilkada, Kamis (22/8/2024). (Dok. Amanat).
RegionalVaria Kampus

Sepakat Tolak RUU Pilkada, Ribuan Massa Padati Gedung DPRD Jateng

Last updated: 24 Agustus 2024 12:22 am
Azhar Pahlevi Rahman
Published: 23 Agustus 2024
Share
SHARE
Tolak RUU Pilkada, Aksi tolak RUU Pilkada, Aliansi Geram Jateng, Revisi UU Pilkada, Demo RUU Pilkada Jateng
Demonstran berkumpul di depan Gedung DPRD Jawa Tengah dalam Aksi Tolak RUU Pilkada, Kamis (22/8/2024). (Dok. Amanat).

Amanat.id- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) bersama mahasiswa dan masyarakat sipil di Jawa Tengah menggelar Aksi Tolak Pengesahan Revisi Undang-undang (RUU) Pilkada dengan tajuk “Peringatan Darurat Jokowi Bikin Negara Sekarat” di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kamis (22/8/2024).

Aksi Tolak RUU Pilkada dimulai dengan pengkondisian massa, simbolis pengangkatan keranda dan tabur bunga, pembentangan spanduk, serta penggerudukan gerbang Gedung DPRD hingga aksi berakhir chaos karena terjadinya bentrok antara massa aksi dan pihak keamanan.

Maksud dari aksi tersebut menjadi bentuk respons terhadap RUU Pilkada oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berniat menganulir keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60 dan Nomor 70 Tahun 2024 Tentang Ambang Batas Pencalonan di Pilkada Serentak Tahun 2024.

Adapun tuntutan yang dibawa adalah:

  1. Mendesak DPR Republik Indonesia (RI) untuk tidak melakukan pengesahan RUU Pilkada, jika RUU Pilkada disahkan oleh DPR RI, kami akan melakukan boikot Pilkada
  2. Mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menindaklanjuti dan mematuhi putusan MK nomor 60/PUU-XXII/2024 dan nomor 70/PUU-XXII/2024
  3. Menolak segala bentuk praktik nepotisme dan politik dinasti dalam keberlangsungan demokrasi
  4. Menuntut pejabat negara untuk tidak menciderai marwah hukum dan melakukan pembangkangan terhadap konstitusi demi kepentingan golongan tertentu

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Khafidz Baihaqi mengatakan Aksi Tolak RUU Pilkada tersebut digelar sebagai respons kemarahan terhadap pemerintah.

“Sebagai sebuah respons dari kemarahan publik terhadap parlemen yang tidak lagi mewakili suara-suara rakyat,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan aksi tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat di Jawa Tengah.

“Massa aksi berasal dari mahasiswa dan masyarakat sipil yang jumlahnya kurang lebih dua ribu orang,” katanya.

Sambungnya, aksi saat ini tidak terlalu memuaskan, hingga pengawalan akan terus dilakukan.

“Tentunya tidak puas dengan aksi ini dan kami akan terus mengawal serta melayangkan media pencerdasan publik melalui media digital,” tuturnya.

Aksi lanjutan menurutnya bisa dilakukan kembali jika kasus ini tidak kunjung usai.

“Bisa Jadi, gelombang amarah masyarakat yang terakumulasi sedikit demi sedikit semakin banyak, bisa jadi di September kita adakan aksi yang lebih besar,” jelasnya.

Dirinya juga siap membantu teman-teman dari UNNES yang ditangkap oleh pihak polisi.

“Kami akan advokasi kan sampai dia dibebaskan karena seluruh tudingan-tudingan aksi tidak mendasar,” ucapnya.

Koordinator Lapangan (Korlap) GERAM, Riki menuturkan akan ada aksi lanjutan.

“Sampai detik ini, insya Allah kita tetap akan mengadakan aksi lagi,”ujar mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung tersebut.

Aksi yang dimaksud, sambung Riki, bertujuan untuk memberikan peringatan tegas kepada Jokowi.

“Dengan cara yang sama, entah itu aksi di media. Sampai rezim Jokowi ini merasa bahwasanya Jokowi ini tidak bisa semena-mena mengobrak-abrik konstitusi,” tuturnya.

Ketua BEM Universitas Diponegoro (UNDIP) Farid menyebutkan aksi dilakukan untuk membatalkan pengesahan RUU Pilkada.

“Kami mendesak DPR RI untuk tidak mengesahkan Revisi UU Pilkada,” katanya.

Menurutnya Jokowi sudah terlalu memihak keluarganya daripada negara.

“Pertama dia kepala negara bukan kepala keluarga, dia harus mengedepankan negara bukan keluarganya,” ujarnya.

Hingga aksi ini dilakukan, ia menjelaskan Jokowi sudah terlalu mengintervensi banyak hal.

“Perhari ini dari mulai Pilpres hingga Pilkada Jokowi mencoba ikut campur, cawe-cawe, dan mengonsolidasikan partai,” terangnya.

Reporter: Azhar Pahlevi R.

Sempat Heboh! Begini Klarifikasi Atas Isu Iuran Pagelaran
Dosen Lulusan Sydney University Ini Bagikan Tips Belajar Mudah Bahasa Inggris
Paper Mob Sisakan Sampah di Lapangan Kampus 3, Begini Tanggapan Panitia PBAK
Sisi Lain Saridin Menurut Gus Mus Hingga Puisi Balsem Penghilang Pening
Cerita dan Sosok Inspirator Di Balik Wisudawan Terbaik FuHum
TAGGED:aksi tolak ruu pilkadaaliansi geram jatengdemo ruu pilkada jatengrevisi uu pilkadatolak ruu pilkada
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
UIN Walisongo, Paper mob PBAK, Paper mob UIN Walisongo, Video paper mob, DEMA UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

Paper Mob PBAK UIN Walisongo Tak Kunjung Rilis, Ketua DEMA: Belum Ada Kepastian

Redaksi SKM Amanat
10 Oktober 2024
Nanda Pambudi Beri Tips Sukses Hadapi Kesenjangan Digital dan Skill
Beasiswa Djarum Plus Periode 2020/2021 Resmi di Buka
Nur Muhammadku (Dipaksa) Dipadamkan
Sempat Geger Pamflet PKM Barang Bukti Malah Hilang
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sepakat Tolak RUU Pilkada, Ribuan Massa Padati Gedung DPRD Jateng
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Sepakat Tolak RUU Pilkada, Ribuan Massa Padati Gedung DPRD Jateng
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?