By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Maba FSH Gelar Aksi Bentangkan Vandal Tuntut Ketidaksesuaian UKT di PBAK UIN Walisongo 2026
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN Walisongo

Maba FSH Gelar Aksi Bentangkan Vandal Tuntut Ketidaksesuaian UKT di PBAK UIN Walisongo 2026

Mahasiswa baru Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) menggelar Aksi menuntut ketidaksesuaian UKT saat orasi ilmiah PBAK UIN Walisongo 2026 berlangsung

Last updated: 21 Agustus 2026 11:33 pm
Dinda Alfiani
Published: 21 Agustus 2026
Share
SHARE
fsh, ukt, ukt uin walisongo, pbak uin walisongo, pbak 2026
Beberapa mahasiswa baru FSH UIN Walisongo membentangkan vandal bertuliskan “Pajak Naik UKT Semakin Naik” di PBAK 2026, Kamis (20/8/2026). (Amanat/Syifa).

Amanat.id- Mahasiswa baru Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo melakukan aksi membentangkan vandal bertuliskan “Pajak Naik UKT Semakin Naik” saat orasi ilmiah penutupan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 berlangsung, Kamis (20/8/2026).

Koordinator lapangan (Korlap) FSH, David Setiawan mengatakan bahwa aksi tersebut didasari oleh keresahan mahasiswa akan besaran Uang Tunggal Kuliah (UKT) yang semakin tinggi.

“Jika dilihat berdasarkan data, mahasiswa baru UIN Walisongo tahun ini mengalami penurunan, salah satu faktornya karena UKT yang sangat tinggi hingga mahasiswa baru mengalami kesulitan finansial,” ujarnya.

David menjelaskan alasan aksi tersebut dilakukan agar aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan.

“Kami sengaja melakukan aksi ketika Pak Media sedang melakukan orasi, karena beliau merupakan Menteri Kabinet Bayangan yang seharusnya meyuarakan ketidakadilan yang terjadi,” ucapnya.

David berharap bahwa suara mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik kepada instansi yang berwenang.

“Karena momennya bertepatan, jadi bisa langsung dilihat oleh Pak Media Wahyudi yang harapannya bisa disampaikan kepada pemerintah dan instansi yang berwenang,” imbuhnya.

Menurut David, aspirasi keresahan UKT mahasiswa sudah berlangsung sejak 2024 hingga saat ini.

“Aspirasi mengenai UKT sudah dilaksanakan sejak 2024, namun nyatanya hingga 2026 ini tidak ada follow up terkait banding UKT bahkan hingga detik ini,” pungkasnya.

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum, Sultan Roib Andinabawa turut resah akan besaran UKT yang dirasakan mahasiswa.

“Kalau dilihat memang banyak mahasiswa yang mengalami kenaikan UKT tidak semestinya, apalagi jika dari keluarga tidak mampu dan mendapatkan UKT yang tidak sesuai kapasitasnya,” tuturnya.

Dirinya pun mengaku sempat kaget ketika melihat besaran UKT-nya sendiri.

“Kaget waktu lihat UKT saya dengan nominal yang tidak sedikit,” herannya.

Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum lainnya, Muhamad Ghoza Al-Fatir mengatakan aksi tersebut bagian dari keresahan para mahasiswa.

“Menurut saya aksi tersebut merupakan representasi dari banyaknya aspirasi mahasiswa atas ketidaksesuaian UKT yang terjadi,” tuturnya.

Ia menyayangkan banyak mahasiswa baru yang mendapatkan UKT tidak sesuai.

“Kebijakan dari kampus mengenai pengelolaan dan pengelompokkan UKT ini cukup memberatkan maba dalam menyelesaikan administrasinya di UIN Walisongo, pengajuan surat keterangan tidak mampu sudah, slip gaji orang tua juga tidak terlalu tinggi, namun tetap saja UKT-nya besar,” ucapnya.

Ia berharap UIN Walisongo bisa lebih bijak dalam penetapan UKT mahasiswa.

“Saya harap UIN Walisongo bisa lebih bijak dalam penetapan UKT. Selain itu, pengajuan banding UKT bisa disikapi dengan baik agar sesuai dengan kemampuan finansial mahasiswanya,” ujarnya.

Mahasiswa dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Prodi Teknik Lingkungan, Labib Altaqi mengatakan isu yang diangkat dalam aksi tersebut relevan dengan yang terjadi oleh mahasiswa.

“Menurut saya isu yang diangkat dalam aksi tadi sangat relevan apalagi buat mahasiswa UIN,” ujarnya.

Dirinya turut merasakan ketidaksesuaian besaran UKT yang diterimanya.

“Saya juga merasa tidak sesuai atas besaran UKT yang saya terima dengan data bukti yang sudah saya lampirkan,” tuturnya.

Labib berharap sistem penginputan data yang diisi mahasiswa dengan penetapan UKT harus sesuai.

“Harapan saya untuk sistem penginputan data dan penetapan UKT bisa disesuaikan dengan benar dan ada verifikasi data dari birokrasi,” harapnya.

Reporter: Dinda Alfiani

Gelar Workshop Pelatihan Pendampingan PPH, WHC Sosialisasikan Sertifikasi Halal
Nur Mahmudah: 4 Indikator Keadilan dan Kesetaraan Gender
Masih Ramai Penolakan Kebijakan Mahad, UIN Walisongo Adakan Pertemuan Walisantri
Strategi KUPI II dalam Wujudkan Kesetaraan Gender
3 Faktor Pembentuk dan Hambatan Public Speaker
TAGGED:fshpbak 2026pbak uin walisongouktukt uin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
sikap nabi wabah
Artikel

Covid 19 dan Bagaimana Sikap Nabi Saat Terserang Wabah

Afifah Kamaliyah
17 Maret 2020
Kembangkan Sarana Prasarana Mahasiswa, Rektor Resmikan Venue Wall Climbing Baru
DEMA FSH Gugat Kinerja DEMA UIN Walisongo dalam Debat Terbuka
Tips Sukses Pelaku UMKM 2024
Imbas Covid-19, DEMA PTKIN Tuntut Pemotongan UKT Mahasiswa
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Maba FSH Gelar Aksi Bentangkan Vandal Tuntut Ketidaksesuaian UKT di PBAK UIN Walisongo 2026
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Maba FSH Gelar Aksi Bentangkan Vandal Tuntut Ketidaksesuaian UKT di PBAK UIN Walisongo 2026
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?