By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Strategi KUPI II dalam Wujudkan Kesetaraan Gender
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoVaria Kampus

Strategi KUPI II dalam Wujudkan Kesetaraan Gender

Last updated: 23 November 2022 7:50 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 23 November 2022
Share
SHARE
KUPI II wujudkan kesetaraan gender
Beberapa anggota KUPI II di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo, Semarang, Rabu (23/11/2022). (Amanat/Gissa).

Amanat.id–Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) menggelar konferensi pers dalam rangka The Second Indonesian Women Ulama Congress (KUPI II) yang mengusung tema “Affirming The Roles of Women Ulama in Creating A Just Islamic Civilization”.

Acara tersebut diselenggarakan di lantai 2 Gedung Auditorium II Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Rabu (23/11/2022).

Dwi Rubyanti Kholifah selaku Direktur Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia menjelaskan bahwa penerapan kesetaraan gender sulit dilakukan karena adanya faktor khusus.

“Jika teman-teman mengikuti berbagai macam diskursus terkait dengan hak-hak perempuan, satu hal yang menjadi hambatan mengapa kita sulit mengatasi kesetaraan gender selain karena praktik budaya, yaitu bertebarannya tafsir agama yang sangat konservatif,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa KUPI II memiliki strategi untuk mengatasi tersebarnya agama yang konservatif

“Dalam hal ini, KUPI menumbuhkan rasa penerimaan yang kuat di masyarakat dan memberikan rasa confidence mengenai ajaran Islam rahmatan lil’alamin yang juga ditafsirkan berdasarkan pengalaman perempuan,” ungkapnya.

Ia berharap bahwa terselenggaranya KUPI II bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara lain.

“Dengan adanya International Conference ini memang diniatkan berdasarkan apa yang dimiliki Indonesia bisa menginspirasi negara lain. Selain itu, diharapkan kedepannya bermacam-macam pergerakan dipimpin oleh perempuan di berbagai negara,” harapnya.

Selain itu, Rosana Isa salah satu peserta KUPI II yang berasal dari Malaysia menjelaskan bahwa KUPI II memiliki metodologi yang sangat bagus.

“Melihat keadaan di Malaysia, apabila ulama berbicara tentang agama mereka hanya melihat teks dan tidak mengaitkannya dengan realita kehidupan perempuan. Jadi dalam hal ini KUPI dengan metodologi yang dikeluarkan sangat membantu dalam pelaksanaan kesejahteraan perempuan,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa kegiatan KUPI II sangat bermanfaat bagi mereka yang berasal di negara lain.

“KUPI ini sangat penting, sebab dengan mempertemukan teman-teman dari berbagai negara membuat kami tidak sendirian. Selain itu, KUPI ini juga membuka peluang bagi kami untuk saling bertukar pikiran mengenai permasalahan yang ada di negara masing-masing,” paparnya.

Reporter: Maulin Gissa
Editor: RIzkyana

Lewat Dua Pekan, Tiga Donasi PBAK Belum Terdistribusikan
Nizar Ali Sampaikan Wisuda sebagai Titik Awal Pengabdian kepada Masyarakat
Begini Cara Menwa Batalyon 906 Rayakan Hari Kartini
Memahami Nilai-nilai Kehidupan dalam Tokoh Kiai Saridin
Kenalkan Permainan Tradisional pada Anak-anak Kota Demi Cegah Kepunahan Budaya Tradisional
TAGGED:kesetaraan genderkupikupi iikupi uin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Rosa Maulida, Wisudawan Terbaik FDK, FDK UIN Walisongo, UIN Walisongo
Sosok

Sempat Ingin Pindah Kampus, Rosa Maulida Sandang Wisudawan Terbaik FDK

Redaksi SKM Amanat
7 Februari 2024
3 Alasan Mengapa K.H Husein Muhammad Pantas Mendapat Gelar Honoris Causa
Pengguna Jalan Terganggu Akibat Sosialisasi Parkir NCF UIN Walisongo Tidak Tersebar Luas 
Lolita Sari Bagikan 3 Cara Tarik Perhatian Pendengar Radio
Laksanakan Wisuda 1 Sesi, UIN Walisongo Luluskan 629 Wisudawan Periode November 2023
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Strategi KUPI II dalam Wujudkan Kesetaraan Gender
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Strategi KUPI II dalam Wujudkan Kesetaraan Gender
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?