
Amanat.id- Mahasiswi Program Studi (Prodi) Ilmu Falak, Zakiyatul ‘Ulya Kamal berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 pada wisuda ke-100 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo yang digelar di Gedung Auditorium II Kampus 3, Sabtu (23/5/2026).
Ia menyelesaikan tugas akhir dengan judul skripsi “Analisis Deteksi Hilal dengan Teknik Komputer Vision Berdasarkan Data Video Rukyatul Hilal Awal Bulan Qamariyah“.
Ia mengatakan bahwa judul skripsinya berawal dari mata kuliah Antropologi Hukum.
“Ketika semester 5 atau 6 saya mendapatkan mata kuliah Antropologi Hukum yang mana diberikan tugas membuat jurnal, dari situ saya mendapatkan analisis hilal. Kemudian saya mengajukan judul dan di acc,” ucapnya.
Dalam pengerjaan skripsi, Zakiya mendapatkan saran dari pembimbing skripsi sehingga ia tidak merasa kesulitan.
“Saya tidak mengalami kesulitan karena pembimbing saya memberikan saran-saran yang bisa diaplikasikan dan sangat memotivasi ketika mental saya sedang down,” ujarnya.
Zakiya mengigat pesan dosen pembimbingnya tentang proses pengerjaan skripsi merupakan fase yang harus dihadapi.
“Saya ingat ketika beliau mengatakan jika fase skripsi adalah fase yang harus dihadapi, apapun ujiannya merupakan tanda bahwa kita sedang tumbuh. Ketika mendengar hal tersebut saya langsung bersemangat lagi,” ungkapnya.
Dalam perjalanan menentukan perkuliahan, ia sempat tertarik kedokteran namun tidak diterima.
“Dulu saya beberapa kali mencoba untuk masuk Kedokteran, ternyata belum jodohnya. Alhamdulillah saya keterima di Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dari Kementerian Agama (Kemenag),” titahnya.
Dirinya mengatakan sempat merasakan kesulitan di masa awal perkuliahan.
“Saat SMA saya tidak ada pelajaran Ilmu Falak, jadi ketika semester 1 saya cukup kaget dan merasa tertinggal,” ujarnya.
Namun, ia bertekad untuk terus belajar dengan giat.
“Setiap masuk kelas saya bertekad untuk selalu meninggalkan kelas dalam keadaan paham, jadi setiap ada materi yang tidak saya ketahui selalu saya tanyakan,” katanya.
Zakiya mengungkapkan bahwa dirinya sudah pernah terpikir untuk menjadi wisudawan terbaik.
“Menjadi wisidawan terbaik pernah terpikir dibenak saya. Jadi saya belajar semaksimal mungkin dan Alhamdulillah Allah berikan predikat wisudawan terbaik kepada saya,” tuturnya.
Dirinya juga berterima kasih kepada keluarganya karena supportif serta tidak menuntut apa-apa.
“Saya diposisi ini berkat doa keluarga. Terima kasih karena sudah membebaskan untuk memilih jalan sendiri dan tidak menuntut macam-macam. Doakan saya semoga dapat diterima beasiswa S2 Astronomi di ITB,” tutupnya.
Reporter: Muhammad Wildan Sururi
Editor: Dinda Alfiani


