By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Masih Ramai Penolakan Kebijakan Mahad, UIN Walisongo Adakan Pertemuan Walisantri
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoVaria Kampus

Masih Ramai Penolakan Kebijakan Mahad, UIN Walisongo Adakan Pertemuan Walisantri

Last updated: 25 Juli 2022 7:29 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 24 Juli 2022
Share
SHARE
UIN Walisongo, Ma'had Al-Jamiah
Pimpinan Ma’had Al-Jamiah sampaikan program penyelenggaraan Ma’had (Amanat/Ika)

Amanat.id– Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo gelar acara ta’aruf dan silaturrahim walisantri ma’had Al-Jamiah yang dihadiri oleh pimpinan UIN Walisongo Semarang. Berlangsung di Masjid Al-I’tiraf Kampus 2 UIN Walisongo Semarang. Minggu, (24/07/22).

Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq sampaikan himbauan dari Kementerian Agama (Kemenag) terkait Ma’had Al-Jamiah UIN Walisongo.

“Himbauan dari Kementerian Agama, mahasiswa harus mendapat pemahaman agama yang lebih dikarenakan banyak mahasiswa dari PTKIN yang tidak bisa baca tulis Al Qur’an dan pemahaman tentang agamanya sedikit. Maka, UIN Walisongo tidak hanya memiliki ma’had namun juga memiliki mitra ma’had,” ujar Rektor saat memaparkan program penyelenggaraan ma’had.

Imam mengatakan bahwa, banyak perguruan tinggi yang dihimbau untuk membangun ma’had, UIN Walisongo punya peluang karena lahannya yang luas.

“Kemenag memang menghimbau adanya ma’had untuk universitas, dan beruntungnya UIN Walisongo memiliki lahan luas sehingga bisa membangun dan seluruh mahasiswa akan mengikuti program ma’had. Namun, untuk sekarang ma’had belum mampu menampung banyak santri,” tuturnya.

Amir Tajrid menuturkan jika ma’had sekarang diisi oleh penerima KIP, mahasiswa Internasional, mahasiswa yang lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) tapi dengan nilai mata uji bahasa, keislaman, dan BTQ rendah, serta santri reguler.

“Santri ma’had saat ini terdiri dari mahasiswa penerima beasiswa KIP, mahasiswa Internasional, mahasiswa yang lulus UMPTKIN tapi yang nilai mata uji bahasa, keislaman, dan BTQ rendah, santri reguler yang daftar atas keinginan sendiri,” tutur Amir Tajrid.

Amir Tajrid juga menjelaskan, kedatangan santri pada tanggal 24 adalah para santri yang sudah diberitahu wajib masuk ma’had. Tanggal 30 Juli untuk santri reguler dan KIP, serta 31 Juli untuk santri UMPTKIN.

Dari berbagai pertanyaan walisantri, pimpinan memberikan penjelasan jika penempatan mahad itu wajib, walaupun mereka sudah mendaftar di pondok lain. Meskipun ada usulan dari walisantri agar penempatan mahad itu pilihan dikarenakan banyak mahasiswa yang tempat tinggalnya dekat kampus, namun Ahmad Ismail menerangkan jika hal tersebut wajib.

“Santri yang sudah diwajibkan untuk ma’had maka tetap harus ma’had, karena ma’had akan membimbing mahasiswa secara menyeluruh, salah satunya melalui skema ma’had,” ucap Ismail.

“Pembayaran ma’had dimulai tanggal 15-30 Agustus sebesar 6 juta, mahasiswa yang ingin tetap aktif di kegiatan kampus tetap dapat mengikuti dengan syarat pulang di jam yang sudah ditentukan ma’had, aktivitas ma’had dijamin terkontrol dan bermanfaat,” tambahnya.

Reporter: Ika Asmani

Vakum Setahun, KORELASI 2024 Tuai Pro-Kontra dari UKM-U
Pentas “Mantep” Teater Koin UIN Walisongo, Karya Spesial Peringati 10 Tahun
Kembali Digelar Secara Offline, PBAK 2022 UIN Walisongo Diikuti 5316 Peserta
Meriahkan Puncak Psikestival 2022, DEMA FPK UIN Walisongo Adakan Konser
Sempat Terhalang Ekonomi, Tak Halangi Sekar Sabet Wisudawan Terbaik FITK
TAGGED:Kebijakan Ma'hadMa'hadPenolakan Kebijakan Ma'hadsemaranguin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
penyair liar, puisi skm amanat, puisi soeket teki, sastra soeket teki, skm amanat
PuisiSastra

Penyair Liar

Redaksi SKM Amanat
4 Januari 2026
Keterasingan
Jadwal Registrasi Pendaftaran UM-PTKIN diundur, Catat Jadwalnya
Alasan Mengapa Pikiran Harus Ditulis di Blog, Bukan di Story WA?
Pentingnya Politik dalam Islam Menurut Nizar Ali
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Masih Ramai Penolakan Kebijakan Mahad, UIN Walisongo Adakan Pertemuan Walisantri
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Masih Ramai Penolakan Kebijakan Mahad, UIN Walisongo Adakan Pertemuan Walisantri
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?