
Amanat.id- Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universita Islam Negeri (UIN) Walisongo 2026 diwarnai aksi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang menyampaikan aspirasi kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, Selasa (18/8/2026).
Dengan membawa beberapa spanduk, mahasiswa FISIP menyampaikan tuntutan isu agraria Jawa tengah di antaranya fenomena penurunan muka tanah yang terjadi di daerah pesisir.
Koordinator Lapangan (Korlap) PBAK 2026 FISIP, Faqih Abdul menuturkan isu yang diangkat perlu disampaikan secara langsung kepada yang berwenang.
“Kami menganggap isu ini harus disampaikan secara langsung agar sampai ke pemerintah,” tuturnya.
Faqih menilai pemerintah kurang memperhatikan permasalahan banjir akibat penurunan muka tanah.
“Banjir di Sayung, Mangkang, Genuk terjadi karena banyaknya masalah yang tak kunjung dibenahi sebelum bencana terjadi,” katanya.
Ia menerangkan aksi tersebut termasuk bentuk pengenalan kewajiban mahasiswa dalam mengadvokasi pemerintah.
“Aksi ini sebagai pengenalan kehidupan mahasiswa, mulai dari proses dialog dengan pemerintah hingga membentuk konsolidasi yang baik,” terangnya.
Faqih menilai pernyataan Taj Yasin mengenai kewajiban mahasiswa menyertakan solusi ketika menyampaikan kritik perlu dipertimbangkan kembali.
“Harusnya pemerintah itu lebih tahu dari pada masyarakat mengenai solusi, sudah tugas mereka melayani masyarakat beserta permasalahannya,” ujarnya.
Salah satu Mahasiswa Baru (Maba) Program Studi (Prodi) Ilmu Hadis, Ayla (bukan nama sebenarnya) mengaku terkejut dengan aksi mahasiswa di tengah PBAK.
“Agak kaget, kenapa harus ada acara kayak gitu,” ungkapnya.
Ia menambahkan penyampaian aspirasi pada acara PBAK kurang pas.
“Menurut saya tempat dan waktunya kurang cocok jika aksi di tengah acara PBAK,” tambahnya.
Berbeda dengan Ayla, Maba Prodi Studi Agama-Agama (SAA), Laisa kagum dengan keberanian mahasiswa FISIP.
“Keren sih, soalnya mereka berani menyampaikan aspirasi mengenai isu-isu di Jawa Tengah,” katanya.
Ia mengungkapkan sikap mahasiswa FISIP menggambarkan peran mahasiswa dalam mengadvokasi pemerintah.
“Sangat menggambarkan mahasiswa sebenarnya, dengan adanya momen seperti ini dapat menyampaikan aspirasi secara langsung,” titahnya.
Laisa berharap pemerintah dapat memprioritaskan rakyat.
“Saya berharap ke depannya pemerintah betul-betul mendengarkan suara rakyat,” harapnya.
Reporter: Putri Natasya Islamadina
Editor: Irbah Fatin


