
Amanat.id- Beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengeluhkan video profil yang belum terpublikasikan di akun media sosial Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026, Selasa (18/8/2026).
Menanggapi kejelasan publikasi video profil UKM, Bendahara UKM Kempo Khansa Rafifah mengatakan jika pihaknya telah mengumpulkan video profil.
“Terkait video profil, kami sendiri sudah mengumpulkan bahkan sebelum deadline diberikan,” ucapnya.
Khansa mengatakan jika pihaknya merasa dirugikan jika video profil tidak terpublikasikan.
“Ya jelas merasa dirugikan, apalagi pihak panitia memberitahu informasi tersebut secara dadakan. Sehingga dari kami membuatnya terburu-buru tetapi tetap tepat waktu,” tegasnya.
Senada dengan Khansa, lurah UKM Teater Mimbar, Taufik Hidayat juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan video profil.
“Walaupun terdapat kesalahpahaman di awal tetapi kami sudah paham. Jadi, kami mampu mengumpulkan sebelum deadline,” tuturnya.
Taufik mengaku pihaknya cukup kecewa perihal belum terunggahnya video profil.
“Dari kami memang cukup kecewa perihal belum diunggahnya video profil. Tetapi ini masih di hari pertama jadi kami merasa masih bisa lihat di hari ke 2 dan 3 PBAK mengenai kejelasan video profilnya,” ucapnya.
Ketua umum Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat, Moehammad Alfarizy mengatakan jika video profil tetap harus di unggah.
“Karena ini berkaitan dengan promosi UKM, seharusnya dari pihak panitia tetap mengunggah video profil walaupun sifatnya opsional,” ujarnya.
Dirinya mengungkapkan jika terdapat perubahan deadline pengumpulan dari pihak panitia.
“Memang di pengumuman terdapat beberapa kekeliruan. Semula deadline pengumpulan di tanggal 6, Karena di rasa terlalu mepet kemudian di undur ke tanggal 10,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, ketua Pelaksana PBAK UIN Walisongo 2026, Dzikri Hanif Salim membenarkan bahwa pihak panitia tidak mengharuskan tiap ukm untuk membuat video profil.
“Untuk video profil sendiri sifatnya memang opsional. Jadi, dari tiap ukm tidak wajib membuat dan mengumpulkan video profil,” tuturnya.
Ia melanjutkan bahwa publikasi yang diutamakan adalah foto tiap ketua UKM dan pamflet.
“Yang terpenting ialah foto ketua dari tiap UKM serta pamflet open recruitment untuk memberitahu mahasiswa baru bahwa UKM tersebut sedang membuka pendaftaran,” lanjutnya.
Dzikri menjelaskan bahwa tidak semua Unit Kegiatan Khusus (UKK) dan UKM mengumpulkan video profil.
“Tidak semua UKK dan UKM itu mengumpulkan video profil, oleh karena itu belum bisa diposting. Tapi kami memfasilitasi teman-teman UKK dan UKM untuk promosi kembali ketika expo dan menampilkan video profil di agenda tersebut,” jelasnya.
Dirinya berharap bahwa UKM dan UKK bisa terfasilitasi pada kegiatan PBAK 2026.
“Dari hari pertama kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk promosi UKM dan UKK melalui stand yang berjajar sepanjang jalan pulang. Jadi harapan kami teman-teman UKK dan UKM bisa merasa ternaungi dan terfasilitasi dengan baik,” harapnya.
Reporter: Wildan Sururi
Editor: Dinda Alfiani


