By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kabinet Zaken, Sebatas Gimik Politik Prabowo?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Kabinet Zaken, Kabinet Zaken Prabowo, Gimik politik Prabowo, Konsep kabinet Zaken, Kementerian Prabowo Gibran, Pro kontra kabinet Zaken
Tangkapan layar Prabowo-Gibran sedang berfoto bersama dengan jajaran kabinet Merah Putih di depan Istana Negara (menpan.go.id).
Opini

Kabinet Zaken, Sebatas Gimik Politik Prabowo?

Last updated: 22 Oktober 2024 10:40 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 22 Oktober 2024
Share
SHARE
Kabinet Zaken, Kabinet Zaken Prabowo, Gimik politik Prabowo, Konsep kabinet Zaken, Kementerian Prabowo Gibran, Pro kontra kabinet Zaken
Tangkapan layar Prabowo-Gibran sedang berfoto bersama dengan jajaran kabinet Merah Putih di depan Istana Negara, Senin (21/10/2024). (menpan.go.id).

Minggu, (20/10) menjadi hari di mana Prabowo dan Gibran resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) menggantikan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Satu hari pasca menjabat, Presiden Prabowo juga resmi mengumumkan susunan kabinetnya sekaligus memberi nama dengan kabinet Merah Putih.

Isu konsep kabinet Zaken yang santer dibicarakan belakangan ini, ternyata benar adanya diadopsi oleh Presiden Prabowo. Dengan memecah beberapa kementerian menjadi kementerian tunggal, seperti Kementerian Pendidikan, Budaya, dan Riset Teknologi (Kemendikbudristek) menjadi Kementerian Pendidikan Dasar, dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Kebudayaan.

Kementerian yang dipecah tersebut kemudian diisi oleh tokoh-tokoh yang dianggap kompeten di bidangnya. Dengan dipecahnya kementerian ini juga akan menambah jumlah kementerian yang awalnya 34 menjadi 48 dan juga menambah posisi jabatan, seperti halnya satu menteri akan didampingi oleh satu sampai tiga wakil menteri.

Sejarah Kabinet Zaken

Kata Zaken sendiri berasal dari bahasa Belanda yang memiliki arti urusan, usaha, ataupun pokok. Kabinet Zaken sendiri merujuk kepada kabinet yang tersusun oleh orang-orang yang dipilih karena kompetensi atau keahliannya di suatu bidang, tanpa memandang latar belakang politiknya.

Dalam konsep kabinet Zaken, seorang menteri akan dipilih karena kemampuannya dalam suatu bidang bukan karena dirinya yang merupakan perwakilan dari partai politik atau bentuk balas budi karena telah mendukung di masa pemilihan.

Menurut Modul Sejarah Indonesia Kelas XII Kemdikbud (2019) dalam laman CNNIndonesia, dapat dikatakan konsep kabinet Zaken pertama kali muncul pada masa kepemimpinan Perdana Menteri Natsir di September 1950-Maret 1951. Kemudian, dilanjutkan di kabinet Wilopo pada April 1952-Juni 1953, dan diulangi kembali di kabinet Djuanda Prawiranegara pada April 1957-Juli 1959.

Kabinet Zaken sendiri muncul pada tahun 1950-an di mana politik Pemerintahan Indonesia kala itu masih bergejolak dan belum stabil. Koalisi partai yang ada masih memiliki pengaruh yang besar dalam penyusunan kabinet, hingga sebuah kementerian harus diisi oleh orang-orang koalisi partai tanpa memandang kemampuannya pada bidang tersebut.

Di masa Perdana Menteri Natsir lah kabinet mulai diisi dengan orang-orang teknokrat tanpa merepresentasikan sebuah partai politik, kabinet ini yang kemudian dikenal dengan kabinet Natsir.

Kabinet Zaken juga pernah dibentuk kembali pada masa awal kepemimpinan Presiden Soeharto. Setelah tumbangnya Orde Lama, Soeharto menghadapi warisan kondisi ekonomi yang carut-marut karena tingginya inflasi. Sebagai upanya penanggulangan, Soeharto menunjuk akademisi bidang ekonomi lulusan Universitas Berkley dan non-partai. Hingga akhirnya mereka dapat menuntaskan permasalahan tersebut dan dikenal dengan julukan “Mafia Berkley”.

Keberhasilan konsep kabinet Zaken ini kemudian ditiru oleh Presiden Prabowo untuk membantu dirinya selama menjabat di lima tahun ke depan. Bukti Presiden Prabowo mengadopsi Zaken kabinet adalah dengan mengundang orang-orang non-partai untuk masuk ke dalam kabinetnya, seperti Taufik Hidayat mantan atlet badminton Indonesia yang dipilih menjadi Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora).

Namun, ada situasi yang perlu digaris bawahi, di mana persentase anggota partai dan non-partai yang mengisi kabinet Merah Putih Presiden Prabowo masih di dominasi oleh orang-orang partai ataupun orang-orang yang berkutat di politik praktis. Di mana orang-orang politik ini termasuk ke dalam orang partai yang sebelumnya menjalin koalisi untuk mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres lalu.

Kedua masa di mana ketika kabinet Zaken dilaksanakan ternyata terlampau berbeda. Pada masa kabinet Djuanda misalnya, sistem politik yang digunakan adalah parlementer dan era Orde Baru dengan presidensial tanpa multipartai. Sedangkan, saat ini sistem politik yang ada di Indonesia adalah presidensial dengan multipartai.

Sistem multipartai yang ada saat ini akhirnya menghasilkan sistem koalisi, contohnya koalisi besar yang mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Jika dikaitkan dengan kondisi sekarang, Prabowo memiliki koalisi yang gemuk. Hampir semua partai besar telah bergabung dalam pemerintahannya.

Selain sinyal bagi-bagi kekuasaan kepada tim koalisi, penambahan kursi kementerian juga menimbulkan pro dan kontra. Di mana keefektivitasan kabinet ini dipertanyakan, ditambah dengan adanya kementerian baru juga akan berdampak pada anggaran yang membengkak karena harus memberikan gaji sekaligus tunjangan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pada akhirnya, anggaran negara yang sudah terbebani oleh hutang 800 triliun dengan jatuh tempo di tahun 2025 mendatang akan kian membengkak.

Penulis: Hikam Abdillah
Editor: Gojali

Digerus Gimik Politik
Perlawanan Masyarakat dalam Kabur Aja Dulu
Flash Sale dan Setan Konsumerisme
Rokok Itu Menenangkan atau Mematikan
Kehidupan Setengah Hati demi Asupan Instastory
TAGGED:gimik politik prabowokabinet merah putihkabinet zakenkabinet zaken prabowokementerian prabowo gibrankonsep kabinet zaken
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Daftar Nama Calon Kru SKM Amanat 2019 yang Lolos Tes Tulis dan Wawancara

Redaksi SKM Amanat
8 Oktober 2019
UIN Walisongo Buka Kloter Penerima Beasiswa BAZNAS 2022, Kouta Terbatas!
Kemenag Jateng bersama WHDPC Gelar Asesmen Kepala Madrasah dan Kepala TU se-Jateng
Fenomena “Pangku-pangkuan” di Kelas FDK Bukan Hal Baru
Aksi Kamisan Solidaritas untuk Gamma Diwarnai Petasan dan Lagu Perjuangan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kabinet Zaken, Sebatas Gimik Politik Prabowo?
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Kabinet Zaken, Sebatas Gimik Politik Prabowo?
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?