By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Digerus Gimik Politik
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Gimik Politik, Pesta demokrasi, Strategi politik, Gimik dalam pemilu, Politik Indonesia,
Opini

Digerus Gimik Politik

Last updated: 19 Juli 2024 7:27 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 19 Juli 2024
Share
SHARE
Gimik Politik, Pesta demokrasi, Strategi politik, Gimik dalam pemilu, Politik Indonesia,
Ilustrasi gimik politik (istockphoto.com).

Setelah mengarungi proses yang panjang, akhirnya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sampai di tahap menunggu proses pelantikan pada bulan Oktober 2024 nanti. Debat menjadi salah satu proses yang menarik perhatian masyarakat dalam Pemilu.

Acara yang seharusnya menampilkan gagasan, visi misi, dan program kerja berjalan disisipi dengan gimik-gimik politik yang tidak perlu. Hal tersebut yang kemudian membuat debat pada akhirnya tidak menonjolkan program kerja dan problem solving dari apa yang sedang dirasakan oleh masyarakat dan juga negara. Ditambah penyerangan secara personal juga ditontonkan oleh pasangan calon dalam acara debat.

Gimik mulai bermunculan ketika para pasangan calon memberikan pertanyaan dengan istilah asing. Panggung diskusi dan dialektika yang harusnya tersaji dalam acara ini berubah menjadi arena adu istilah yang bahkan masyarakat pun belum tentu paham dengan apa yang disampaikan oleh pasangan calon. Hingga akhirnya debat pun berakhir layaknya cerdas cermat dengan jawaban definitif dengan sedikit subtansi.

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, di antara sekian perdebatan yang terjadi, hal-hal yang substantif hilang dan diganti dengan narasi-narasi gimik. Tergerusnya substansial debat diakibatkan karena para calon tidak mencoba mengedepankan gagasan, sehingga suara masyarakat yang diambil bukan karena tergiur dengan gagasan pasangan calon, tapi karena simpati gimik.

Suara masyarakat hanya dijadikan alat untuk melenggangkan diri ke jabatan yang diinginkan. Sehingga konsep memimpin negara demi rakyat terbalik menjadi memakai suara rakyat demi memimpin negara.

Taktik Demokrasi

Di kutip dari tempo.co, Direktur Eksekutif Democracy and Electrolar Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati berpendapat mengenai debat Capres 2024, bahwa masih banyak argumen abstrak hingga terjadinya saling serang antar Capres. Gimik politik yang dibentuk menjadi strategi yang cenderung hanya memperkuat populisme dan politik yang berdasarkan pada retorika kosong.

Namun, strategi ini memang dapat menarik suara rakyat dengan mudah. Para politisi berusaha untuk membuat masyarakat mengingat mereka dengan sesuatu yang menarik tanpa ada substansi yang jelas. Gimik politik dapat dilakukan melalui berbagai cara, dari mulai cara berpakaian, berbicara, gestur, hingga julukan-julukan para Capres. Di era transformasi digital ini, hal seperti itu dapat dengan mudah menarik sentimen masyarakat jauh lebih massif lagi.

Esensi dari pesta demokrasi empat tahunan ini berangsur-angsur menghilang, digantikan konten-konten dan gimik tidak penting. Narasi acara yang dramatis atau kontroversial lebih menarik perhatian media dan rakyat dengan sedikit hanya berfokus pada gagasan yang akan diberikan kepada negara lima tahun ke depan.

Margarito Kamis saat menjadi Ahli dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada 4 April 2024 mengatakan bahwa politik berkaitan dengan persepsi, maka sulit untuk mengatakan benar atau salah dalam sebuah politik, terkhusus atas gimik-gimik yang muncul di setiap Pemilu.

Jika memang pasangan calon memilih strategi politik dengan menampilkan drama-drama dan juga gimik, maka pasangan calon dapat melakukan hal tersebut. Namun, sudah seharusnya setiap calon pemimpin negara mengedepankan visi, misi, dan juga program kerjanya, daripada menyajikan gimik politik semata.

Penulis: Nailatul Fitroh
Editor: Gojali

Maraknya Tren “Cancel Culture”; Seberapa Parahkah?
Kabinet Zaken, Sebatas Gimik Politik Prabowo?
Temaram Kesadaran Rasional
Bayang Akademik Non-akademik Setelah Lulus Kuliah
Literasi dalam Dunia Simulacra
TAGGED:gimik dalam pemilugimik politikpesta demokrasipolitik indonesiastrategi politik
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Fajri Kholili, Wisudawan Terbaik FSH, UIN Walisongo
SosokUIN WalisongoWisuda

Kaitkan Perspektif Islam dan Sains, Fajri Kholili Sabet Gelar Wisudawan Terbaik FSH

Redaksi SKM Amanat
23 Agustus 2023
Bersama Gus Azmi dan Veve Zulfikar, UIN Walisongo Sukses Gelar Pemuda Sholawatan
Perjuangan Mahasiswi Asal Jombang Jadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo
Pohon Kehidupan
Perdana Ikut Stand up Comedy, Mohamad Arja Imroni Raih Juara 1
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Digerus Gimik Politik
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Digerus Gimik Politik
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?