By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Blunder Tirto dan Kedewasaan Kita dalam Bermedia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
ArtikelOpini

Blunder Tirto dan Kedewasaan Kita dalam Bermedia

Last updated: 19 Maret 2019 1:21 pm
Iin Endang Wariningsih
Published: 19 Maret 2019
Share
SHARE
Ilustrasi tirto.id (sumber: www.tirto.id)

Di timelime media sosial saya, mendadak ramai hujatan terhadap akun milik tirto.id, baik di Instagram, Facebook, maupun Twitter. Hujatan itu dipicu, atas unggahan meme di media sosialnya yang mengomentari ucapan cawapres 01 dan 02, Minggu 17 Maret 2019.

Tirto.id sempat mengunggah  potongan pernyataan cawapres 01, Ma’ruf Amin mengenai kalimat “zina bisa dilegalisir” dengan tirto.id memberi meme “setahu saya yang bisa dilegalisir ijazah pak”. Lalu, postingan lain adalah secuil pernyataan dari Sandiago Uno “Kami akan menghapuskan UN,” dijadikan meme dengan imbuhan “Eh…? kirain apus NU,”.

Postingan ini lantas menyulut reaksi dari berbagai pihak. Postingan yang dirasa ‘sensitif’ ini lantas dihapus oleh tirto.id karena dianggap tidak perlu dan hasil dari keteledoran redaksi. Untuk menghentikan hujatan tersebut, sekitar pukul 09.00 pagi, tirto.id menyampaikan permintaan maaf beriring klarifikasi.

Banyak pihak yang menilai apa yang dilakukan tirto.id merupakan sifat ksatria, lantaran berani mengakui kesalahan. Namun, tak sedikit masyarakat pula yang hujatannya semakin menjadi-jadi, dengan berbagai tudingan. Seperti yang ditulis oleh akun twitter  @permen_sugus yang mengutarakan, “kirain @TirtoID media yang independen dan berakal waras, eh taunya setali tiga uang sama kampret…,”.

Anggapan tirto.id adalah media sampah juga banyak diutarakan oleh warganet, seperti akun twitter @T_jail yang menulis, “lebih baik tutup nich akun….sampah,”.

Lalu, pertanyaannya, benarkah tudingan yang kini dialamatkan warganet terhadap media daring tirto.id?

Sebagai media daring yang lahir pada 2016, tirto.id hadir dengan berbagai inovasi. Infografik menjadi kekuatan utama media ini. Sajian infografik yang menarik mendukung tirto.id menjadi media daring yang banyak dirujuk masyarakat. Bahkan, jika dicermati, tirto.id berani melawan arus media daring waktu itu, yang hanya mengandalkan kecepatan, tanpa anilis mendalam. Jurnalisme presisi (data) begitu ditekankan dalam setiap produk jurnalistik media ini.

Tirto.id juga sering menghadirkan pembahasan yang pada akhirnya menjadi tren di tengah masyarakat, diantaranya soal generasi milenial, body shaming, dan lain sebagainya. Dalam konteks ini, pantaskah tirto.id disebut sebagai media sampah?

Polarisasi cara pandang

Hujatan selanjutnya yang santer mengalir adalah tirto.id medianya kampret. Analisis ini terlalu akrobatik dan gegabah. Jika kita cermati misalnya, dalam tulisan-tulisan tirto.id seusai debat Capres pada 17 Februari 2019 lalu, media ini mencoba menjaga netralitas dengan membahas dua capres secara berimbang. Tentu, dengan data dan fakta yang gamblang ditunjukkan.

Pada kubu 01, tirto.id memuat tulisan berjudul “Prabowo dalam Debat Kedua: Nihil Data, Gagap, Memercik Muka Sendiri,” yang terbit pada 18 Februari 2019. Lalu, media ini juga membuat  infografik untuk mengomentari pihak petahanan yang gagap dalam mengelola infrastruktur dalam tulisan yang berjudul “Masalah Infrastruktur yang Tak Diungkap dalam Debat Kedua Capres”.

Justifikasi bahwa tirto.id adalah media kampret, sebenarnya erat kaitannya dengan cara pandang masyarakat kita kini, yang telah terpolarisasi. Jika mengkritik kubu Jokowi maka dicap sebagai kampret dan jika mengkritik kubu Prabowo maka dicap sebagai cebong. Sesat pikir yang keterlaluan kronis ini, ternyata juga diterapkan dalam memandang blunder yang dilakukan oleh tirto.id.

Penulis: Iin E.W.
Editor: Sigit A.F.

Masyarakat dan Kemiskinan Kultural
Menanti Pergerakan Santri
MJO Dalang di Balik Drama Banjir Semarang
Merdeka Belajar dan Rasa Aman dalam Belajar, Mana yang Lebih Penting?
Adu Sifat Kanak-kanak Ormas Islam di Indonesia
TAGGED:blunder tirtoopini mahasiswatirto.id
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Lifestyle

Agar Self Reward Tak Berujung Pemborosan

Redaksi SKM Amanat
9 November 2021
Kerusakan Jalan Akibat Proyek, Kasubbag RT: Akan Ada Perbaikan
Podcast; Pelan Tapi Pasti
Yuk, Simak Akreditasi Prodi S1 FST UIN Walisongo Terbaru di Sini!
William Shakespeare dan Hakikat Kehidupan Sebagai Panggung Sandiwara
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Blunder Tirto dan Kedewasaan Kita dalam Bermedia
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Blunder Tirto dan Kedewasaan Kita dalam Bermedia
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?